Bolehkah ibu hamil makan jengkol? Secara umum, masa kehamilan tentu menjadi masa yang paling dinanti-nanti, terutama jika itu menjadi kehamilan pertama Ibu. Demi menjaga kesehatan Ibu dan si Kecil dalam kandungan, Ibu dianjurkan untuk memilah makanan yang akan dikonsumsi. Ibu harus tahu jika nutrisi adalah hal terpenting di masa kehamilan untuk kesehatan Ibu dan tumbuh kembang si Kecil. Asupan nutrisi ini dapat Ibu temukan dalam susu Frisian Flag PRIMAMUM yang mengandung 9 Asam Amino Esensial (AAE), protein penting yang tidak dapat diroduksi oleh tubuh dan harus didapat dari makanan setiap harinya dan tinggi DHA yang bermanfaat untuk perkembangan otak dan 9 nutrisi penting lainnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh si Kecil di 1000 hari pertama kehidupannya dengan rasa cokelat yang lezat dan pasti disukai Ibu.

Lantas, bagaimana jika Ibu ngidam makanan ini? Simak jawaban mengenai bolehkah ibu hamil makan jengkol dalam artikel di bawah ini yuk, Bu.

Nutrisi dalam Jengkol

Beberapa dari Ibu pasti merasa ragu dan berpikir, bolehkah Ibu hamil makan jengkol? Sebelum membahas boleh atau tidaknya, Ibu perlu tahu apa saja nutrisi yang terkandung dalam jengkol. Jengkol adalah salah satu makanan yang unik. Banyak orang menyukai jengkol karena rasanya, namun tak sedikit yang membenci jengkol karena aroma menusuknya. 

Apabila Ibu termasuk yang menyukainya, tentu akan sulit menahan diri untuk tidak mengonsumsinya ketika sedang ngidam. Bahan makanan yang biasa diolah menjadi semur atau gulai ini ternyata memiliki banyak nutrisi yang diperlukan oleh tubuh, mulai dari antioksidan, protein, vitamin dan mineral, serta senyawa flavonoid.

Dikutip dari Fatsecret, komposisi dalam 100 gram jengkol terdiri atas 3% lemak, 60% karbohidrat, dan 37% protein. Ada juga kandungan serat dan kalsium yang diperlukan oleh ibu hamil selama menjalani masa kehamilan. Melihat kandungan nutrisi tersebut, kira-kira bolehkah ibu hamil makan jengkol?

Artikel Sejenis

Baca juga: 6 Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil, Wajib Dihindari!

Manfaat Makan Jengkol untuk Ibu Hamil

Manfaat makan jengkol untuk ibu hamil - ibudanbalita

Meski kandungan nutrisi dalam jengkol terlihat meyakinkan, pemahaman terkait bolehkah ibu hamil makan jengkol perlu dijelaskan lebih lanjut. Agar lebih yakin mengenai bolehkah ibu hamil makan jengkol, mari kenali dulu manfaat konsumsi jengkol selama kehamilan berikut ini:

  • Mencegah anemia

    Tahukah Ibu bahwa berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), terdapat 37,1% ibu hamil di Indonesia yang mengalami anemia. Kondisi ini bisa membuat Ibu menjadi sering merasa lelah, sakit kepala, insomnia dan sebagainya. Anemia merupakan penyakit yang timbul akibat kekurangan zat besi. Jengkol diketahui memiliki kandungan zat besi sekitar 4,7 gram di setiap 100 gram sajian sehingga bisa Ibu konsumsi untuk mengatasi anemia.

  • Melancarkan pencernaan

    Konstipasi atau sembelit termasuk salah satu masalah yang kerap dialami oleh ibu hamil. Konstipasi yang Ibu alami ketika masa kehamilan ini umumnya disebabkan oleh peningkatan hormon progesteron yang membuat otot-otot halus di tubuh menjadi rileks dan memperlambat pergerakan usus. Mengonsumsi jengkol sekitar 1-2 keping setiap harinya bisa membantu memperlancar saluran pencernaan lantaran tingginya kandungan serat di dalamnya.

  • Menjaga kesehatan tulang

    Jengkol juga memiliki kandungan beberapa mineral seperti kalium yang baik untuk kesehatan tulang meski kandungannya kecil. Makanan yang kaya akan kalium bila dikonsumsi secara teratur dapat mencegah kram kaki yang sering terjadi selama kehamilan.

Baca juga: 7 Cara Mengatasi Kram Perut Saat Hamil yang Aman dan Mudah

Bolehkah Ibu Hamil Makan Jengkol?

Bolehkah ibu hamil makan jengkol - ibudanbalita

Setelah melihat nutrisi dan manfaatnya, Ibu pasti mulai menebak-nebak sebenarnya bolehkah ibu hamil makan jengkol? Tak bisa dipungkiri jika jengkol kaya akan nutrisi dan memiliki beragam manfaat untuk kesehatan meski baunya kurang disukai.

Lantas, bolehkah ibu hamil makan jengkol menurut medis? Hingga kini belum ada penelitian yang melarang secara gamblang konsumsi jengkol selama masa kehamilan. Mengonsumsi jengkol tidak akan memberikan dampak buruk atau mengancam keselamatan janin secara langsung. 

Meski jawaban mengenai bolehkah ibu hamil makan jengkol sudah Ibu ketahui, bukan berarti Ibu bisa bebas mengonsumsinya sesuka hati. Ibu perlu memerhatikan berapa keping jengkol yang dianjurkan untuk dikonsumsi.

Ibu yang tidak memiliki riwayat penyakit ginjal, 1-3 keping jengkol saja sudah cukup dan sebaiknya tidak dikonsumsi setiap hari. Bolehkah ibu hamil makan jengkol juga kembali lagi kepada masing-masing. Jika merasa ragu untuk mengonsumsi jengkol, maka sebaiknya tidak perlu dikonsumsi apabila tidak sedang mengidam.

Efek Samping Jengkol untuk Ibu Hamil

Efek samping jengkol untuk ibu hamil - ibudanbalita

Bu, meski tak ada pantangan khusus dalam mengonsumsi jengkol selama hamil, sebaiknya hal ini segera dikurangi atau dihentikan ya. Sebab, ada beberapa efek samping jengkol untuk ibu hamil yang bisa dirasakan jika dikonsumsi secara berlebihan.

Jengkol punya senyawa asam jengkolat yang mengandung sulfur dan bersifat beracun. Bila dikonsumsi terlalu banyak, asam jengkolat bisa menyebabkan keracunan yang menyerang organ ginjal.

Menurut riset, kelebihan konsumsi jengkol akan mengakibatkan sekumpulan gejala seperti nyeri panggul, obstruksi kandung kemih, dan cedera ginjal akut. Berikut efek samping jengkol untuk ibu hamil yang perlu diwaspadai:

  • Gangguan ginjal
  • Keracunan jengkol
  • Keguguran
  • Sakit pinggang

Itulah informasi seputar boleh tidaknya makan jengkol ketika menjalani masa kehamilan. Semoga penjelasan terkait bolehkah ibu hamil makan jengkol di atas bisa menjawab keraguan Ibu selama ini. Walaupun jengkol memiliki beberapa nutrisi yang diperlukan oleh ibu hamil, alangkah baiknya jika Ibu memperoleh sumber nutrisi dari makanan lainnya.

Selama kehamilan, Ibu memerlukan tambahan energi, protein dan nutrisi penting lainnya untuk mendukung kesehatan Ibu dan tumbuh kembang janin yang sehat dan optimal. Selain mengonsumsi makanan bergizi, Ibu juga perlu mengonsumsi susu ibu hamil yang mengandung 9 Asam Amino Esensial (AAE), protein penting yang tidak dapat diroduksi oleh tubuh dan harus didapat dari makanan setiap harinya untuk mendukung pertumbuhan sel otak, otot dan tulang janin serta menjaga kesehatan ibu, DHA dan 9 nutrisi penting lainnya seperti: tinggi asam folat, omega 3 (ALA)/DHA, Omega 6 (LA), tinggi zat besi, serat pangan inulin, tinggi vitamin C, protein, tinggi kalsium dan tinggi seng agar kebutuhan nutrisi Ibu selama periode kehamilan tercukupi.

Frisian Flag PRIMAMUM adalah susu ibu hamil dengan 9 Asam Amino Esensial (AAE), tinggi DHA & 9 Nutrisi Penting untuk melengkapi nutrisi Ibu dan si Kecil selama periode kehamilan. Satu gelas Frisian Flag PRIMAMUM mengandung energi sebanyak 180 kalori, protein 9 gram, DHA 34 mg, dan 9 nutrisi penting lainnya dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan ibu hamil. DHA dibutuhkan janin untuk mendukung pertumbuhan sel otaknya. Frisian Flag PRIMAMUM tersedia dalam rasa cokelat yang lezat, tidak membuat enek atau mual serta enak disajikan dalam kondisi hangat maupun dingin.

Bukan hanya memenuhi nutrisi saja, banyak hal yang harus diperhatikan selama kehamilan termasuk perkembangan si Kecil di dalam rahim agar Ibu tetap sehat dan si Kecil lahir dengan selamat. Untuk memudahkan Ibu, fitur Kamus Kehamilan bisa jadi solusi yang tepat untuk mencari informasi tentang kehamilan, asupan nutrisi, dan hal-hal lain yang penting bagi Ibu hamil. Yuk, Bu coba fiturnya sekarang juga.