Whatsapp Share Like Simpan

Mimisan merupakan kondisi di mana hidung mengalami pendarahan. Anak-anak, terutama yang berusia 3-10 tahun, lebih rentan mengalaminya dibandingkan dengan orang dewasa. Ini dikarenakan kondisi pembuluh darah di hidung anak-anak yang lebih rapuh dan mudah pecah. Mimisan pada anak bukanlah suatu hal yang berbahaya dan Ibu tidak perlu panik saat mendapati si Kecil mengeluarkan darah dari hidung. Pendarahan yang normal biasanya hanya terjadi selama 1 hingga 3 menit dengan jumlah darah yang tidak terlalu banyak. Dengan penanganan pertama yang tepat, darah yang keluar pun dapat cepat berhenti.

Namun Ibu pasti bertanya-tanya. Sebenarnya, apa sih penyebab mimisan pada anak? Lalu, apa langkah yang harus Ibu lakukan? Berikut jawabannya untuk Ibu:

Faktor Penyebab Mimisan pada Anak

Tidak semua anak mengalami mimisan, Bu. Namun mimisan pada anak bisa disebabkan oleh beberapa faktor berikut ini:

  • Pengaruh udara yang sangat kering
  • Lingkungan dengan suhu panas
  • Menghembuskan napas terlalu keras
  • Mengorek hidung terlalu lama
  • Benturan keras pada hidung
  • Adanya benda asing yang masuk ke dalam hidung
  • Kelainan bentuk hidung
  • Anak mengalami stres
  • Anak kelelahan dengan aktivitasnya
  • Mengalami alergi tertentu
  • Adanya infeksi
  • Menderita penyakit tertentu
  • Efek samping dari obat-obatan

Dari banyaknya penyebab mimisan pada anak di atas, flu dan alergi yang sering kambuh disebut sebagai faktor yang paling umum menyebabkan anak mimisan. Saat flu dan alergi, anak akan sering bersin dan mengeluarkan ingus, sehingga ia akan sering menggosok hidungnya. Jika hidung digosok terlalu keras, maka dapat menyebabkan dinding dalam hidung retak yang menyebabkan terluka dan mengeluarkan darah.

Jenis Mimisan pada Anak

Mimisan pada anak terkadang membuat sebagian besar orang tua khawatir. Namun, tak sedikit pula yang tidak menghiraukan kondisi tersebut karena dianggap hanya darah yang keluar dari hidung dan biasa dialami anak-anak. Namun, sebenarnya ada dua jenis mimisan pada anak yang perlu Ibu ketahui, di antaranya:

Artikel Sejenis

  • Mimisan anterior

    Jenis mimisan pada anak ini berasal dari bagian depan hidung si Kecil. Kapiler atau pembuluh darah yang sangat kecil di dalam hidung dapat pecah lalu mengeluarkan darah sehingga menyebabkan mimisan pada anak. 

  • Mimisan posterior

    Berbeda dengan anterior, jenis mimisan pada anak yang satu ini berasal dari bagian terdalam hidung. Darah akan mengalir di bagian belakang tenggorokan bahkan saat duduk atau berdiri. Sebenarnya mimisan posterior jarang dialami oleh anak-anak, namun Ibu tetap tidak boleh menyepelekan mimisan yang dialami oleh si Kecil. 

Cara Mengatasi Mimisan pada Anak

Untuk penanganan awal mimisan pada anak, Ibu bisa melakukan beberapa langkah berikut ini:

  1. Jangan panik! Ibu harus memperlihatkan sikap tenang pada si Kecil agar ia pun juga bisa bersikap tenang supaya lebih mudah dalam melakukan pertolongan mimisan pada anak. 
  2. Posisikan anak dalam keadaan duduk dengan kepala agak menunduk dan tidak bersandar. Posisi ini untuk menghindari darah mengalir dari saluran hidung dalam ke tenggorokan, kerongkongan, dan keluar melalui mulut yang dapat menyebabkan anak tersedak, batuk, hingga muntah.
  3. Untuk menghentikan pendarahan, jangan memasukkan tisu atau lap ke lubang hidung. Cukup tutup hidungnya dengan cara menekan bagian hidung yang lunak selama 10 menit dengan kekuatan yang stabil.
  4. Cara lain untuk menghentikan pendarahan adalah dengan memberikan kompres dingin di bagian pangkal hidung. Tekan secara stabil selama 10 menit.
  5. Jika mimisan pada anak disebabkan oleh udara dingin, Ibu bisa menguapi hidungnya dengan uap air panas. Anak hanya perlu mendekatkan kepalanya pada wadah yang berisi air panas dan menghirup uapnya selama beberapa menit.
  6. Cek kondisinya, apakah darah sudah berhenti atau belum. Jika belum, Ibu bisa mengulangi salah satu dari ketiga langkah menghentikan pendarahan tersebut hingga pendarahan berhenti.
  7. Selama 24 jam saat pendarahannya sudah berhenti, anak sebaiknya tidak bersin secara berlebihan untuk menghindari iritasi pada hidungnya.

Kapan Harus ke Dokter?

Meski menjadi hal yang biasa terjadi, tapi Ibu juga perlu memperhatikan kondisi si Kecil jika terjadi mimisan pada anak. Segera bawa ia ke rumah sakit jika terjadi kondisi berikut ini:

  • Darah tidak mau berhenti mengalir setelah dilakukan pertolongan dengan menekan hidungnya selama 10 menit sebanyak dua kali.
  • Anak terlalu banyak mengeluarkan darah.
  • Si Kecil terlihat pucat, lemas, sulit bernapas, serta denyut nadi atau detak jantungnya menjadi cepat.
  • Ada bagian tubuh lain yang ikut berdarah, seperti gusi.
  • Darah dari hidung terlanjur mengalir ke kerongkongan lalu ke mulut dan kemungkinan tertelan, sehingga anak terbatuk dan muntah.
  • Mimisan pada anak terjadi lebih dari dua kali seminggu.

Cara Mencegah Mimisan pada Anak

Berikut ini ada beberapa langkah yang bisa dilakukan Ibu untuk mencegah mimisan pada anak:

  • Ajari si Kecil untuk menghembuskan napas secara perlahan saat mengeluarkan ingus.
  • Selalu memberikan pengawasan kepada anak untuk mencegah hidungnya terbentur.
  • Cegah anak untuk memasukkan benda asing ke hidungnya.
  • Selalu potong kuku anak secara rutin agar hidungnya tidak terluka saat ia mengorek hidung.
  • Ajarkan kebiasaan untuk tidak mengorek hidung terlalu sering.
  • Ajari anak tentang pentingnya menjaga keamanannya sendiri agar ia lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas.
  • Berikan sayuran hijau (bayam, brokoli, sawi, kale, kubis) dan buah yang mengandung vitamin C (jeruk, kiwi, stroberi, jambu). Sayuran hijau kaya akan vitamin K yang dapat membentuk kolagen untuk menciptakan lapisan lembap di dalam hidung. Sedangkan vitamin C membantu memperkuat pembuluh darah agar tidak mudah pecah.

Mimisan pada Anak Bisa Jadi Tanda Penyakit Ini

Meski mimisan pada anak dianggap sebagai kondisi yang biasa terjadi, namun ternyata mimisan juga bisa jadi pertanda adanya gangguan kesehatan dialami oleh si Kecil. Oleh karena itu, Ibu perlu mengetahui tanda mimisan pada anak sebagai suatu penyakit agar bisa ditangani lebih awal. 

  • Sinusitis akut

    Sinusitis merupakan gangguan pembengkakan pada jaringan yang melapisi sinus. Sementara, sinusitis akut merupakan kondisi hidung tersumbat secara mendadak yang disertai dengan nyeri wajah yang berlangsung selama hampir empat minggu. Pembengkakan tersebut akan membuat pembuluh darah kecil dalam hidung pecah dan menyebabkan mimisan pada anak.

  • Tumor hidung

    Salah satu gejala tumor hidung adalah sering mengalami mimisan yang disertai dengan lendir bercampur darah, gejala akan diikuti dengan kondisi hidung tersumbat, mati rasa pada gigi, nyeri di bagian dekat mata, dan keluarnya campuran nanah dari dalam hidung. 

  • Polip hidung

    Polip hidung merupakan suatu kondisi adanya pertumbuhan jaringan lunak pada hidung, tidak terasa sakit, dan tidak menyebabkan kanker. Munculnya polip hidung bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti peradangan kronis akibat asma, infeksi, alergi, hingga adanya gangguan pada sistem imun tubuh. Saat polip semakin meradang, bisa jadi si Kecil mengalami mimisan yang akan sering terjadi. 

  • Hemofilia

    Seperti yang sudah disebutkan, mimisan pada anak juga bisa disebabkan oleh hemofilia. Hemofilia merupakan penyakit pembekuan darah dalam tubuh. Seseorang yang mengidap penyakit ini akan mengalami pendarahan yang berlangsung lebih lama saat tubuh mengalami luka. Pada keadaan normal, mimisan pada anak biasanya akan berhenti saat dilakukan penekanan pada sumber perdarahan sekitar 5-10 menit. Namun, pada anak yang mengidap hemofilia, mimisan dapat berlangsung lebih lama dan lebih dari tiga kali dalam seminggu.

  • Leukemia

    Anak yang mengidap leukimia mudah mengalami perdarahan karena terjadinya penurunan jumlah trombosit. Jumlah trombosit yang rendah ini akan mengganggu proses pembekuan darah dalam tubuh, sehingga perdarahan lebih mudah terjadi. Gejalanya bisa berupa mudah memar, gusi berdarah, dan seringnya mimisan pada anak.

Demikianlah informasi seputar mimisan pada anak yang perlu Ibu ketahui sejak awal. Memang benar Ibu tidak bisa selalu mengawasi anak, terlebih saat ia berada di sekolah. Namun, dengan mengajari anak untuk lebih berhati-hati, maka ia pun akan lebih memahami cara untuk menjaga keselamatannya sendiri. Bagi anak yang sering mimisan dan sulit dihentikan, Ibu sebaiknya membawa ia ke dokter spesialis THT untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan mencari tahu penyebabnya. Dengan adanya diagnosa dari dokter, maka anak akan mendapatkan pengobatan yang tepat.

Sumber: 

Alodokter

Halodoc

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz