Whatsapp Share Like Simpan

Buang gas atau kentut memang hal yang sangat normal dan sebagai tanda kesehatan seseorang. Namun, bagaimana jika bayi sering kentut? Apakah kondisi ini masih terbilang normal? Atau justru menunjukkan adanya gangguan kesehatan yang dialami buah hati Ibu? 

Mungkin sebagian Ibu merasa khawatir saat bayi sering kentut, apalagi disertai dengan kondisi lain, seperti rewel, tidak mau menyusu, dan perutnya kembung. Jika kondisi tersebut dialami oleh si Kecil, sebaiknya Ibu tidak perlu khawatir berlebihan, ya. Karena sebenarnya bayi sering kentut merupakan hal yang umum terjadi, utamanya di usia 2-3 bulan karena bayi masih  sering menangis dan menghirup udara saat sedang menyusu. 

Umumnya bayi bisa mengeluarkan gas atau kentut antara 15-20 kali sehari. Yang penting diketahui oleh Ibu adalah membedakan kondisi bayi sering kentut yang normal atau bisa jadi tanda adanya gangguan kesehatan yang ia alami. 

Jika bayi sering kentut hanya disertai rewel biasa, hal itu tergolong normal. Namun Ibu perlu mewaspadai kondisi bayi yang sering kentut disertai dengan sendawa, perut kembung dan keras, serta rewel dan menangis berlebihan. 

Nah, sebelum kita membahas cara mengatasi bayi sering kentut, penting bagi Ibu untuk memahami terlebih dahulu faktor pemicunya. Hal ini dikarenakan cara mengatasi bayi sering kentut akan lebih optimal jika berdasarkan penyebab yang melatarbelakanginya. Untuk itu, simak penjelasannya dalam artikel ini sampai selesai ya, Bu!

Artikel Sejenis

Penyebab Bayi Sering Kentut

Berikut ini beberapa penyebab bayi sering kentut yang perlu Ibu ketahui, antara lain:

  • Terlalu banyak menghirup udara

    Penyebab bayi sering kentut yang paling umum dan normal yaitu terlalu banyak menghirup udara saat menyusu. Kondisi ini bisa disebabkan oleh posisi menyusui yang salah atau si Kecil memang belum terbiasa untuk melekatkan mulutnya dengan benar ke puting payudara Ibu. Namun, kondisi bayi yang terlalu banyak menghirup udara biasanya dialami oleh bayi yang menyusui menggunakan botol dot. 

    Tak hanya itu, bayi yang menangis dalam waktu yang lama pun bisa menghirup udara lebih banyak dan menyebabkan perut kembung hingga akhirnya jadi lebih sering kentut lho, Bu.

  • Sistem pencernaan belum sempurna

    Kondisi bayi sering kentut juga bisa disebabkan oleh sistem pencernaan yang belum sempurna. Seperti yang Ibu ketahui, banyak sel-sel dan jaringan tubuh bayi yang masih dalam tahap tumbuh kembang, sehingga masih membutuhkan adaptasi, begitu pula dengan sistem pencernaannya.

  • Kurang bergerak

    Namanya bayi, apalagi yang baru lahir hingga berusia 4 bulan, pasti sebagian besar bayi lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur, berbaring, dan tidak terlalu banyak bergerak. Ternyata kondisi inilah yang dapat menyebabkan bayi sering kentut karena gas menumpuk di dalam perut. Itulah sebabnya, bayi akan lebih sering kentut dibandingkan orang dewasa.

  • Sembelit atau konstipasi

    Jika poin sebelumnya membahas mengenai kondisi bayi sering kentut yang tergolong normal, di poin ini Ibu perlu lebih hati-hati karena kondisi si Kecil yang sering kentut bisa disebabkan oleh gangguan pencernaan seperti sembelit atau konstipasi. Selain sering kentut, sembelit atau konstipasi pada bayi juga disertai dengan perut yang kembung dan keras, rewel, dan sulit untuk buang air besar (BAB) lebih dari 2 minggu.

    Tanda sembelit juga dapat terlihat saat bayi BAB kurang dari 2 kali dalam seminggu. Namun, pada bayi usia 0-5 bulan dan mengonsumsi ASI, BAB seminggu sekali sebenarnya masih dianggap normal. Sembelit pada bayi juga ditandai dengan feses yang bertekstur keras seperti kerikil.

  • Mencoba makanan baru

    Bayi sering kentut juga bisa disebabkan oleh makanan yang ia konsumsi. Namun, penyebab ini biasanya dialami oleh bayi yang berusia 6 bulan ke atas, yaitu bayi yang baru pertama kali dikenalkan dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI).  Sebenarnya kondisi ini normal, namun Ibu tetap harus memerhatikan jenis makanan yang dikonsumsi si Kecil. Bagi bayi yang baru mengonsumsi MPASI, pastikan untuk mengonsumsi makanan yang bertekstur halus dan lembut agar lebih mudah dicerna.

Cara Mengatasi Bayi Sering Kentut

Setelah mengetahui beberapa penyebab bayi sering kentut, saatnya Ibu mengetahui cara mengatasinya dengan lebih tepat sesuai anjuran di bawah ini:

  • Pastikan bayi menyusu dalam posisi yang benar

    Salah satu langkah untuk mengatasi bayi sering kentut yaitu dengan memahami cara menyusui yang benar. Saat menyusu, pastikan posisi kepala si Kecil lebih tinggi dari perut, ya. Posisi ini bisa Ibu lakukan dengan menggunakan tangan atau bantal khusus menyusui sebagai penopangnya. Ibu juga perlu memastikan mulut si Kecil melekat dengan sempurna ke puting payudara Ibu. 

    Jika si Kecil menyusu menggunakan botol dot karena satu dan lain hal, pastikan posisi botolnya sedikit miring ke atas sehingga tidak ada udara yang terjebak di bagian botol dot. 

    Posisi menyusu yang benar membuat susu lebih mudah turun ke lambung bayi dan udara yang tidak sengaja tertelan bisa keluar dengan benar. Selain mengatasi bayi sering kentut, cara ini juga bisa mempermudah si Kecil untuk bersendawa.

  • Bantu bayi bersendawa

    Penting bagi bayi untuk bersendawa sesaat setelah menyusu agar gas di dalam tubuhnya dapat berkurang. Cara terbaik untuk membantu si Kecil bersendawa yaitu mengusap atau menepuk punggungnya secara lembut. Ibu bisa melakukan cara ini sambil menggendong si Kecil di pundak atau merebahkannya di pangkuan Ibu.

  • Pijat lembut perut bayi

    Seperti yang telah disebutkan, salah satu penyebab bayi sering kentut yaitu karena perutnya kembung. Perut kembung dapat menahan lebih banyak gas di dalam sehingga membuat si Kecil tak nyaman. Untuk mengatasi kondisi ini, Ibu bisa memijat perut si Kecil dengan gerakan yang lembut dan berhati-hati. Selain membantu mengeluarkan gas yang ‘terjebak’ di dalam perut, pijatan lembut juga akan membuat perutnya semakin terasa nyaman dan lebih rileks.

  • Lakukan gerakan ringan untuk bayi

    Bayi sering kentut karena perut kembung juga bisa diatasi dengan cara melakukan gerakan ringan untuk si Kecil. Gerakan ringan bisa dilakukan dengan cara memposisikan badan si Kecil secara telentang dan pegang kedua kakinya. 

    Kemudian Ibu dapat menggerakkan kedua kakinya tersebut seperti sedang mengayuh sepeda. Pastikan untuk melakukan gerakan ini secara lembut dan berhati-hati. Gerakan ini dinilai dapat mengurangi ketidaknyamanan pada perut bayi dan mendorong udara yang ada dalam perutnya keluar melalui usus. 

Seperti yang Ibu ketahui, bayi sering kentut memang hal yang wajar, namun jika kondisinya tak kunjung membaik atau justru disertai dengan gejala demam tinggi, si Kecil terlihat kesakitan, muntah, hingga muncul bercak darah di tinja atau feses si Kecil, maka sebaiknya segeralah bawa ia ke dokter anak untuk mendapatkan penanganan yang lebih tepat. 

Selain mencegah bayi sering kentut, Ibu perlu mengetahui cara menjaga kesehatan sistem pencernaan si Kecil secara tepat. Untuk bayi berusia 0-6 bulan, sebaiknya fokuskan memenuhi asupan nutrisinya dari ASI eksklusif. Jangan sampai Ibu sudah mengenalkan makanan padat sebelum waktunya karena bisa mengganggu kesehatan pencernaan bayi yang belum sempurna. Pada usia tersebut, pastikan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian si Kecil dengan memberikan ASI. 

Maka dari itu, penting bagi Ibu untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ASI demi mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil. Nah, susu Frisian Flag PRIMAMUM  hadir sebagai solusi bagi ibu menyusui untuk mencukupi asupan nutrisi Ibu dan si Kecil. Sebab, susu Frisian Flag PRIMAMUM merupakan sumber protein sumber protein yang penting untuk pertumbuhan tulang si Kecil dan daya tahan tubuh Ibu selama masa kehamilan dan menyusui karena di dalamnya diperkaya dengan 9 Asam Amino Esensial (9AAE).

Susu Frisian Flag PRIMAMUM juga mengandung asam folat, omega 3 (ALA), omega 6 (LA) untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan si Kecil serta kesehatan Ibu. Frisian Flag PRIMAMUM mengandung tinggi zat besi, tinggi zinc, dan sumbe serat pangan inulin untuk mendukung daya tahan tubuh Ibu dan si Kecil. Diperkaya juga dengan kalsium dan vitamin C untuk mendukung pertumbuhan sel si Kecil. 

Susu Frisian Flag PRIMAMUM tersedia dalam rasa cokelat yang lezat dan tidak membuat Ibu merasa enek atau mual, serta praktis karena dapat dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui. 

Selain itu, Frisian Flag PRIMAMUM juga mengandung multivitamin dan multimineral lainnya yang dapat mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil. Tersedia dalam rasa cokelat yang bisa dikonsumsi dalam suhu panas maupun dingin yang pastinya disukai oleh Ibu.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz