Merangkak termasuk salah satu fase tumbuh kembang penting yang menandakan perkembangan motorik kasar si Kecil, sehingga banyak orang tua yang bertanya-tanya bayi merangkak umur berapa bulan. Kecepatan tumbuh kembang setiap bayi tentu berbeda-beda ya, Bu. Sebelum membahas lebih lanjut, pastikan Ibu mengonsumsi asupan bernutrisi untuk mengoptimalkan produksi dan kualitas ASI. Salah satu asupan bernutrisi yaitu susu Frisian Flag PRIMAMUM untuk dukung imunitas dan akal cermat Si Kecil dengan DHA dan 9 Asam Amino Esensial (AAE), yaitu protein penting yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh dan harus didapat dari makanan setiap harinya untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan si Kecil yang optimal di 1000 Hari Pertama Kehidupannya serta 9 nutrisi penting untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh ibu dengan rasa cokelat yang lezat dan pasti disukai Ibu.

Banner Register
Banner AKP
Banner Register
Banner Pop Up

Memasuki usia 6 bulan ke atas, Ibu perlu memerhatikan seperti apa fase perkembangan yang ditunjukkan si Kecil. Hal ini penting dilakukan agar Ibu bisa memberikan si Kecil nutrisi dan stimulasi yang tepat dalam mendukung tumbuh kembangnya.

Bila Ibu bertanya-tanya bayi merangkak umur berapa bulan, Ibu harus mulai mengenali apa saja tanda bayi akan merangkak. Mari simak pembahasan terkait bayi merangkak umur berapa dalam artikel di bawah ini ya, Bu.

Bayi Merangkak Umur Berapa Bulan?

Bagi Ibu yang bertanya-tanya bayi merangkak umur berapa bulan, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebutkan bahwa umumnya bayi akan mulai merangkak saat memasuki usia 7-10 bulan.

Naluri si Kecil untuk bergerak atau berpindah tempat semakin besar seiring pertambahan usianya. Nah, merangkak menjadi upaya pertama yang si Kecil lakukan untuk berpindah tempat sebelum nantinya ia akan belajar berdiri. Berikut beberapa tanda bayi akan merangkak:

Artikel Sejenis

  1. Saat dalam posisi tengkurap, si Kecil akan menarik atau mendorong diri dengan tangannya
  2. Berguling dari perut ke punggung atau sebaliknya
  3. Berusaha mendorong tubuhnya ke atas.

Dengan merangkak, si Kecil dapat belajar menyeimbangkan tangan dan lututnya untuk bergerak maju dan mundur. Seiring berjalannya waktu, barulah si Kecil mampu merangkak dengan baik dan menjelajahi lingkungan sekitarnya.

Tidak semua bayi melalui fase merangkak sebelum akhirnya dapat berjalan ya, Bu. Sebab, mereka semua berkembang dengan kecepatan yang berbeda. Si Kecil yang belum bisa merangkak masih termasuk hal wajar selama ia menunjukkan kemampuan menggunakan anggota tubuh lain untuk bergerak.

Namun, Ibu sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak apabila si Kecil tidak menunjukkan perkembangan berarti terkait kemampuan bergerak.

Baca juga: Berapa Bulan Bayi Bisa Duduk? Ini Tanda dan Tipsnya!

Stimulasi Agar Bayi Cepat Merangkak

Setelah pertanyaan terkait bayi merangkak umur berapa bulan sudah terjawab, kini saatnya bagi Ibu untuk mencari tahu stimulasi yang tepat. Merangkak adalah proses belajar yang menyenangkan, karena si Kecil telah mencapai milestones baru.

Namun, bagaimana jika si Kecil tak kunjung merangkak? Terlambat merangkak bukan berarti menandakan adanya gangguan perkembangan. Maka dari itu, dibutuhkan peran Ibu dan Ayah untuk mendukung perkembangan motorik kasar si Kecil dengan memberikan beberapa stimulasi berikut ini:

  • Perbanyak tummy time

    Ada baiknya Ibu memberi si Kecil waktu tengkurap setiap hari saat mereka bangun. Tidak perlu terlalu lama, cukup lakukan selama beberapa menit saja sebagai permulaan. 

    Pastikan untuk selalu mendampingi si Kecil ketika ia sedang dalam posisi tengkurap ya, Bu. Tummy time akan membantu perkembangan kekuatan otot bahu, punggung, dan tangannya sebagai dasar untuk belajar merangkak di kemudian hari.

  • Berikan contoh gerakan merangkak

    Si Kecil mungkin mulai merangkak lebih cepat jika meniru gerakan orang terdekatnya. Ibu bisa memberikan contoh gerakan merangkak saat si Kecil berlatih tummy time. Lakukan cara ini secara rutin agar si Kecil perlahan-lahan mulai terbiasa dengan gerakan merangkak.

  • Pancing dengan mainan favoritnya

    Untuk melatih si Kecil cepat merangkak, Ibu bisa coba meletakkan mainan favoritnya sedikit jauh. Goyangkan mainan tersebut untuk memancing perhatiannya, sehingga si Kecil ingin menggapainya. 

    Ibu juga bisa memancing si Kecil dengan mainan yang bergerak seperti bola menggelinding. Jangan lupa untuk memberikan apresiasi saat si Kecil berhasil meraih mainan tersebut ya, Bu.

    Baca juga: Rekomendasi Mainan Bayi Sesuai Usia Beserta Manfaatnya

  • Kurangi penggunaan baby walker

    Penggunaan baby walker yang terus menerus memang dapat membantu si Kecil cepat berjalan. Namun, lama kelamaan akan mengganggu perkembangan otot tertentu dan mengurangi waktu berlatih si Kecil.

    Bayi yang terus menggunakan baby walker juga cenderung malas untuk merangkak dibandingkan dengan bayi yang belajar merangkak tanpa alat bantu.

  • Sediakan tempat yang nyaman

    Membantu si Kecil untuk cepat duduk atau merangkak sebenarnya tidak terlalu susah. Ibu bisa menyiapkan area di lantai yang dilengkapi dengan mainan menarik untuk jelajahi dengan aman. 

    Apabila menggunakan lantai yang tidak berkarpet, Ibu dapat memberikan si Kecil pakaian lengan panjang untuk dikenakan saat menjelajah lantai.

Itulah jawaban bagi Ibu yang bertanya-tanya bayi merangkak umur berapa bulan. Selain memberikan stimulasi agar bayi cepat duduk dan merangkak, Ibu tetap perlu mengonsumsi asupan bernutrisi yang dapat melancarkan produksi dan kualitas ASI sebagai nutrisi utama si Kecil. 

Agar produksi ASI meningkat baik dalam jumlah maupun kualitasnya, Ibu harus mendapatkan energi tambahan sebanyak 500 kalori setiap harinya (AKG 2019) begitu juga dengan protein dan nutrisi penting lainnya. Selain mengonsumsi makanan bergizi, Ibu juga perlu mengonsumsi susu ibu menyusui yang mengandung tinggi DHA untuk mendukung perkembangan otak si Kecil dan 9 Asam Amino Esensial (AAE), yaitu protein penting yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh dan harus didapat dari makanan setiap harinya untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan si Kecil yang optimal di 1000 Hari Pertama Kehidupannya serta 9 nutrisi penting lainnya seperti; tinggi asam folat, omega 3 (ALA), Omega 6 (LA), tinggi zat besi, serat pangan inulin, tinggi vitamin C, protein, tinggi kalsium dan tinggi seng untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh Ibu selama periode menyusui dan mendukung produksi ASI.

Frisian Flag PRIMAMUM adalah susu ibu menyusui untuk dukung imunitas dan akal cermat Si Kecil dengan DHA, 9 Asam Amino Esensial (AAE) serta 9 nutrisi penting untuk kebaikan Ibu dan si Kecil selama periode menyusui. Dua gelas Frisian Flag PRIMAMUM mengandung energi sebanyak 360 kalori, DHA 68 mg, protein 18 gram dan 9 nutrisi penting lainnya dalam jumlah yang disesuaikan dengan tambahan nutrisi yang dibutuhkan ibu selama menyusui si Kecil. Frisian Flag PRIMAMUM tersedia dalam rasa cokelat yang lezat, tidak membuat enek atau mual serta enak disajikan dalam kondisi hangat maupun dingin.

Namun jika Ibu atau si Kecil mengalami kondisi yang tidak memungkinkan pemberian ASI, Ibu bisa memberikan susu pendamping ASI sesuai dengan anjuran tenaga kesehatan ya Bu. Pastikan Ibu memilih susu yang mengandung 9 protein asam amino esensial lengkap dan tinggi DHA, karena protein adalah komponen yang penting untuk mendukung tumbuh dan kembang bayi ya, Bu! 

Selain memberikannya ASI yang berkualitas, Ibu juga perlu memantau terus tumbuh kembang si Kecil dengan menggunakan Rapor Tumbuh Kembang Prima yang ada pada Akademi Keluarga Prima. Dengan begitu, Ibu bisa memastikan bahwa si Kecil tumbuh dengan optimal.

Jangan lupa registrasikan data Ibu untuk informasi dan fitur lengkap seputar kehamilan dan tumbuh kembang si Kecil dari Ibu dan Balita. Selain itu, dengan registrasi Ibu juga dapat memperoleh poin yang akan bisa ditukarkan dengan hadiah dan promo yang menarik. Daftar sekarang di sini ya!

Konsultasi Gratis dengan Ahli Gizi

Data Ibu

Hanya boleh berupa huruf

Format nomor handphone 08xxxxxxxxxx

  • Password harus memiliki minimal 8 karakter
  • Password harus memiliki setidaknya 1 huruf besar
  • Password harus memiliki setidaknya 1 huruf kecil
  • Password harus memiliki setidaknya 1 angka
  • Password harus memiliki setidaknya 1 karakter khusus (misalnya ., *, !, ? atau semacamnya)

Data Anak

Silakan isi data anak atau anak yang termuda.