Whatsapp Share Like Simpan

Kira-kira berapa bulan bayi bisa duduk ya, Bu? Pertanyaan ini sering kali diajukan oleh para Ibu, terutama bagi new moms yang baru punya buah hati. Ternyata untuk mengetahui berapa bulan bayi bisa duduk itu nggak bisa disamaratakan lho

Yup! Usia berapa bulan bayi bisa duduk ternyata dapat berbeda-beda, jadi Ibu nggak bisa membandingkan kemampuan si Kecil dengan bayi seusianya. Meski begitu, Ibu tetap perlu memantau tumbuh kembang si Kecil secara rutin, caranya dengan berkonsultasi dengan dokter dan memeriksa grafik pertumbuhannya.

Mengetahui berapa bulan bayi bisa duduk bisa jadi salah satu indikator pencapaian tumbuh kembang yang penting bagi Ibu. Saat si Kecil sudah bisa duduk, ia akan memiliki cara pandang baru terhadap lingkungan. Mari kita simak informasi mengenai berapa bulan bayi bisa duduk dari penjelasan di bawah ini. 

Apa Saja Tanda Bayi Bisa Duduk?

Sebelum mengetahui berapa bulan bayi bisa duduk, Ibu perlu tau dulu tanda-tanda kesiapannya. Tanda pertama bayi akan segera duduk biasanya ketika ia sudah mampu menopang kepalanya sendiri saat diletakkan dalam posisi tengkurap, biasanya kondisi ini terjadi saat si Kecil berusia 3 bulan. 

Bayi yang sudah siap duduk biasanya akan lebih sering mengangkat badan mereka sendiri saat diposisikan dalam keadaan tengkurap dengan gerakan yang mirip push-up, Bu. Bahkan, beberapa bayi ada yang langsung berguling, sehingga Ibu harus mengawasinya dengan baik. Jangan sampai meninggalkan si Kecil sendirian, terutama saat ditempatkan di kursi atau kasur. 

Artikel Sejenis

Ketika otot leher si Kecil sudah lebih stabil, Ibu mungkin semakin melihat tanda-tanda berapa bulan bayi bisa duduk dengan cara melatihnya menggunakan penyangga, seperti bantal atau kursi khusus. Awalnya, si Kecil pasti akan ‘sempoyongan’, tetapi lama kelamaan ia bisa lebih kuat dan belajar untuk duduk sendiri tanpa bantuan. 

Berapa Bulan Bayi Bisa Duduk?

Seperti yang sudah disebutkan ya, Bu, untuk menjawab berapa bulan bayi bisa duduk itu sebenarnya bervariasi, karena tumbuh kembang dan kemampuan setiap bayi akan berbeda. Namun, umumnya saat si Kecil berusia 4-6 bulan, ia akan mulai menunjukkan kemampuannya untuk duduk, meskipun cuma beberapa detik. 

Pada fase tersebut, si Kecil akan lebih sering berusaha untuk duduk sendiri sehingga mungkin saja ia akan lebih sering jatuh. Saat keseimbangan tubuhnya semakin baik, si Kecil akan mulai bisa duduk dengan posisi tripod, yaitu duduk dengan salah satu atau kedua tangan di depan untuk menyangga tubuhnya. 

Untuk mengetahui berapa bulan bayi bisa duduk dengan posisi tripod, Ibu mungkin akan melihatnya saat si kecil berusia 6 bulan, di mana ia mulai bersiap untuk mendapatkan MPASI atau ketika memasuki masa tummy time. 

Lalu, idealnya berapa bulan bayi bisa duduk sendiri? Ada bayi yang sudah bisa duduk tegak pada usia 7 bulan, tetapi ada juga bayi yang baru bisa duduk sendiri saat usianya 9 bulan. Menurut studi dari Denver II Developmental Milestones, rata-rata berapa bulan bayi bisa duduk sendiri dengan posisi tegak itu pada usia 8 bulan ya, Bu.

Ibu nggak perlu khawatir dan panik kalau si Kecil belum bisa duduk saat usianya 8-9 bulan, ya. Yang terpenting, Ibu tetap perlu berkonsultasi dengan dokter untuk memantau tumbuh kembangnya secara rutin. 

Eits, meskipun si Kecil kelihatannya sudah bisa duduk sendiri, Ibu sebaiknya nggak meninggalkannya tanpa pengawasan. Sebab, si Kecil mungkin saja bisa berguling ke kiri atau kanan sehingga meningkatkan risiko terjatuh dari tempat ia duduk.

Bagaimana Tips Membantu Bayi Belajar Duduk?

Itu dia Bu penjelasan mengenai berapa bulan bayi bisa duduk secara ideal. Dari penjelasan tersebut, Ibu pasti ingin tahu mengenai tips agar si Kecil bisa belajar duduk, kan? Mengingat kemampuan duduk ini jadi salah satu indikator yang penting dalam tumbuh kembang bayi.

Untuk membantu si Kecil belajar duduk, ada beberapa cara yang bisa Ibu berikan, di antaranya:

  1. Perbanyak latihan

    Selain memahami berapa bulan bayi bisa duduk, Ibu juga sebaiknya menstimulasi tumbuh kembang si Kecil secara rutin. Seperti ungkapan “practice makes perfect”, Ibu perlu meluangkan waktu bagi si Kecil untuk berusaha merangkak, tengkurap, dan duduk. 

    Memperbanyak latihan bukan berarti membiarkan si Kecil sendirian. Pastikan untuk selalu berada di samping si Kecil, supaya dapat mencegah hal-hal yang nggak diinginkan ya, Bu.

  2. Ajak si Kecil untuk tummy time di playmat 

    Untuk menstimulasi si Kecil supaya bisa cepat duduk, Ibu bisa lho melatih kekuatan lehernya dengan rutin melakukan tummy time. Meskipun Ibu sudah tahu berapa bulan bayi bisa duduk, tetapi kegiatan tummy time sebenarnya sudah bisa dilakukan sejak si Kecil masih berusia 3-4 bulan.

    Coba Ibu perhatikan bagaimana si Kecil berusaha mengangkat kepalanya saat melakukan tummy time, karena latihan ini bermanfaat untuk memperkuat otot kepala, punggung, dan bahu si Kecil.

  3. Memangku si Kecil 

    Tadi kan disebutkan usia ideal berapa bulan bayi bisa duduk ya, Bu, tetapi usia ideal itu hanyalah patokan saja. Ibu tetap bisa menstimulasi kemampuan duduk si Kecil sebelum usianya 8 bulan kok. 

    Nah, caranya bisa dengan mendudukkan si Kecil di pangkuan Ibu. Saat memangku, Ibu bisa sambil membacakan buku cerita, menyanyikan lagu, atau mencoba permainan yang memerlukan banyak gerakan. Setelah itu, cobalah untuk meletakkan bantal atau penyangga lainnya di sekeliling si Kecil.

  4. Perhatikan keamanan saat si Kecil belajar duduk

    Saat Ibu melihat progress berapa bulan bayi bisa duduk, pastikan untuk selalu memantau keamanan si Kecil ya, Bu. Sebab, belajar duduk merupakan salah satu latihan untuk menyeimbangkan tubuh. Kalau tubuh si Kecil ‘oleng’ tanpa ada pengaman di sekelilingnya, maka bisa meningkatkan risiko yang lebih serius, seperti terjatuh atau terpentok benda tajam. 

Nah, itulah penjelasan mengenai berapa bulan bayi bisa duduk. Yang terpenting, Ibu nggak perlu khawatir kalau melihat tumbuh kembang si Kecil lebih lama dibandingkan bayi seusianya, asalkan si Kecil nggak menunjukkan gangguan kesehatan lain. Intinya, Ibu tetap harus konsultasi dengan dokter, ya!

Selain itu, jika sudah mengonsumsi MPASI, pastikan untuk memberikan si Kecil asupan protein hewani yang mengandung 9 Asam Amino Esensial (9AAE). 9AAE merupakan protein esensial yang tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga harus didapatkan dari sumber protein hewani, seperti susu, telur, ikan, daging merah, dan daging putih. 9AAE sangat penting untuk mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil agar lebih prima.

Di samping pemberian MPASI, Ibu juga tetap harus memberikan si Kecil ASI secara rutin. Itulah sebabnya, Ibu perlu meningkatkan kualitas ASI dengan mengonsumsi susu Frisian Flag PRIMAMUM karena mengandung 9AAE lengkap dan 9 nutrisi penting lainnya untuk kebaikan Ibu dan si Kecil. Susu ini juga diperkaya dengan tinggi asam folat, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), serta tinggi DHA untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel otak si Kecil. 

Selain itu, susu Frisian Flag PRIMAMUM mengandung tinggi zat besi, tinggi zinc, dan sumber serat pangan inulin untuk mendukung daya tahan tubuh Ibu dan si Kecil. Ditambah kandungan tinggi kalsium dan tinggi vitamin C untuk mendukung pertumbuhan sel tubuh si Kecil.

Frisian Flag PRIMAMUM termasuk susu dengan harga ekonomis dengan nutrisi lengkap yang dapat dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui. Tersedia dalam rasa cokelat yang lezat dan nggak bikin Ibu merasa enek atau mual.

Ibu ingin lebih maksimal dalam meningkatkan tumbuh kembang si Kecil? Nah, Ibu bisa lho bergabung dengan Akademi Keluarga Prima karena di dalamnya terdapat beragam fitur yang bermanfaat, salah satunya fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima yang berfungsi untuk memantau tumbuh kembang si Kecil sesuai dengan grafik pertumbuhan dari WHO dan CDC. 

Akademi Keluarga Prima dapat menemani keluarga prima sejak masa kehamilan hingga 6 tahun pertama kehidupan si Kecil. Jadi, Ibu bisa mendapatkan banyak informasi penting seputar tumbuh kembang si Kecil. Yuk, langsung gabung dengan Akademi Keluarga Prima di sini

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz