Share Like
Simpan

Halo, Ibu! Saya ingin berbagi cerita, nih. Kemarin, saya bertemu dengan seorang teman di salah satu pameran mainan. Kebetulan, ia mengajak serta istri dan dua orang anaknya. Sewaktu saya ingin berkenalan dengan anaknya yang paling kecil, ia justru menghindar dan bersembunyi di balik tubuh ibunya. Melihat hal tersebut, saya hanya tersenyum karena sikapnya itu mirip sekali dengan si Kecil dulu.

Pada dasarnya, tidak semua anak mudah berbaur dan berani bertemu dengan orang lain. Apalagi, jika sampai harus ditinggalkan orang tuanya saat bermain. Banyak kasus, anak justru menjadi rewel dan bahkan menangis.  Dulu, saat mengalami hal ini, saya sempat khawatir, Bu. Takut kalau sampai dibiarkan terlalu lama, ia justru jadi sulit berteman.

Untungnya, ada 3 teman saya memiliki anak yang juga seusia si Kecil. Akhirnya, saya pun mengajak mereka bermain melalui aktivitas playdate di luar rumah. Kebetulan di dekat rumah ada tempat bermain yang menyediakan area berpasir untuk anak-anak. Jadi, mereka bisa bermain lempar bola atau membuat istana pasir di sana.  Jenis permainan kelompok seperti ini tidak hanya menyenangkan, tapi juga memberikan pengalaman berbagi dan bergiliran bagi si Kedil dan teman-temannya, Bu.

Nah, untuk Ibu yang ingin merencanakan aktivitas serupa, hari ini saya ingin membagikan beberapa tips yang perlu Ibu perhatikan, yaitu:

1. Pilih tempat yang aman dan tidak terkesan ‘mengancam’ si Kecil. Mengancam di sini membuat ia takut maksudnya adalah jika tiba-tiba ia merasa begitu jauh dari Ibu dan kemudian.

2. Pastikan juga tempat bermain si Kecil aman dari benda-benda tajam seperti pecahan kaca atau paku yang berisiko melukainya.

3. Selain peralatan bermain, jangan lupa siapkan juga camilan sehat seperti buah atau kue yang terbuat dari oatmeal agar mereka semakin semangat mengikuti aktivitas ini. Klik di sini untuk melihat resep tiga kreasi camilan oatmeal untuk si Kecil.

4. Jika tidak memungkinkan untuk pergi ke tempat bermain, coba undang teman-teman Ibu beserta anaknya ke rumah. Di sini, Ibu bisa mengajak si Kecil untuk mengenal dan bermain bersama mereka atau menonton film kartun bersama-sama.

Ada satu cerita menarik, Bu. Pernah, saat membuat istana pasir dulu, si Kecil tiba-tiba merebut mainan dengan anak lain. Wah, panik sekali saya. Namun, rupanya hal itu terjadi karena ia belum begitu mengerti apa arti dari berbagi. Oleh karena itu, saya pun pelan-pelan mengajak ia untuk bergantian mainan dengan temannya. Saya juga menjelaskan, kalau teman-temannya pasti merasa sedih jika mainan tersebut direbut si Kecil. Untungnya, tak lama kemudian, ia mau menurut, Bu! Senang deh, karena si Kecil mau belajar berempati. Melihat hal tersebut, saya langsung memberikan pujian dengan menciumnya karena ia sudah mau berbagi.

Nah, perlu diperhatikan juga, dalam mempelajari emosi dan perasaan ini, si Kecil pun melihat contoh dari orang tuanya. Ayah dan Ibu merupakan sosok yang menjadi panutannya dalam belajar. Oleh karena itu, si Kecil cenderung suka melihat dan menganalisa bagaimana orang tuanya berinteraksi dengan orang lain. Jadi, selalu berikan si Kecil contoh yang baik agar ia meniru hal yang baik juga, ya.

Bagaimana? Setelah membaca tips di atas, apakah kini Ibu sudah tertarik untuk membuat acara bermain bersama si Kecil dan teman-temannya?  Di usia 2-3 tahun ini, permainan memang menjadi sarana belajar yang menyenangkan bagi si Kecil, Bu. Apalagi, saat ini ia sedang rajin mengeksplorasi hal-hal baru di sekelilingnya sehingga fisik dan pikirannya begitu aktif bekerja. Oleh karena itu, dibutuhkan asupan nutrisi yang dapat mendukung daya tahan tubuhnya, sehingga ia bisa bebas menjelajah.

Inilah mengapa saya selalu menyajikan susu Frisian Flag Jelajah Suprima kepada si Kecil setiap hari. Selain memiliki rasa yang lezat, susu pun diperkaya dengan kombinasi Tinggi Protein, Zat Besi, Iodium, Selenium, dan juga Inulin yang baik untuk menjaga sistem pencernaan dan ikut memperkuat daya tahan tubuh si Kecil. Nah, dengan tubuh yang kuat, ia pun kini semakin bebas bereksplorasi dan menjelajahi dunia sekitarnya!