Share Like
Simpan

Si Kecil gemar makan, tidak hanya makan utama, tetapi juga ngemil. Tapi kok badannya kurus? Apakah si Kecil menderita kecacingan?

Kecacingan adalah infeksi yang disebabkan oleh cacing gelang, cacing cambuk atau cacing tambang. Orang yang kecacingan akan melepaskan telur cacing dalam kotorannya. Si Kecil dapat tertular jika secara tidak sengaja menelan telur cacing yang menempel pada makanan, tangan atau peralatan makan/bermain yang terkontaminasi, atau karena larva cacing menembus kulit kaki yang tidak memakai alas kaki ketika bermain di tanah. Telur cacing yang tertelan akan masuk ke dalam usus dan kemudian menetas menjadi larva.

Larva bisa masuk ke aliran darah, dan kemudian terbawa ke paru-paru, lalu ke tenggorokan. Jika larva tertelan lagi dan kembali masuk ke usus, larva akan tumbuh menjadi cacing dewasa. Larva yang berasal dari tanah dan menembus kulit kaki juga akan mengalami hal serupa yaitu masuk ke aliran darah, terbawa ke paru-paru, lalu ke tenggorokan dan sampai ke usus untuk tumbuh menjadi cacing dewasa.

Infeksi cacing gelang disebut dengan askariasis. Cacing gelang dapat hidup di dalam usus sampai selama 2 tahun. Ukuran cacing ini sekitar setebal pensil dan panjangnya bisa mencapai 30 cm. Cacing ini berkembangbiak sangat cepat, cacing betina menghasilkan 200.000 butir telur setiap harinya dan telur ini akan dilepaskan dari tubuh manusia melalui kotoran. Cacing gelang dewasa dapat hidup di dalam saluran cerna, darah, sistem getah bening atau jaringan bawah kulit dan menyebabkan terganggunya fungsi organ-organ tersebut. Gejalanya bisa berupa keluarnya cacing dalam kotoran, keluarnya cacing dari hidung atau mulut, diare, nyeri perut, batuk-batuk, napsu makan berkurang, demam, mengi, penurunan berat badan atau gagal tumbuh. Cacing yang menyumbat saluran cerna bisa menyebabkan nyeri hebat dan muntah.

Infeksi cacing cambuk disebut juga trikuriasis. Cacing cambuk betina dapat menghasilkan telur sampai 10.000 setiap harinya. Telur ini kemudian akan berkembang menjadi larva. Larva menetas di dalam usus halus lalu pindah dan menancapkan kepalanya di dalam lapisan usus besar. Infeksi ringan ditandai dengan nyeri perut, muntah, perut kembung atau napsu makan menurun. Infeksi berat biasanya berupa diare berdarah dan berlendir, sakit perut, berat badan menurun dan anemia.

Cacing tambang menyebabkan infeksi yang disebut dengan nekatoriasis atau ankilostomiasis. Keberadaan cacing di dalam usus menyebabkan munculnya gejala diare, perut gembung, nyeri perut, lemah, pucat, penurunan berat badan, dan anemia.

Infeksi pada anak terjadi selama periode pertumbuhan fisik dan metabolisme yang pesat di mana kebutuhan zat gizinya meningkat. Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi, maka bisa terjadi gangguan pertumbuhan dan si Kecil menjadi lebih rentan untuk mengalami infeksi. Infeksi juga terjadi selama periode belajar yang aktif sehingga jika terjadi infeksi, maka kemampuan belajarnya akan terganggu. Infeksi juga bisa terjadi dalam keadaan dimana anak senang bermain air dan tanah dan anak biasanya tidak menyadari perlunya kebersihan.

Jika si Kecil dicurigai menderita infeksi cacing gelang, maka dokter akan memeriksa feses untuk mencari adanya telur ataupun cacing. Umumnya infeksi cacing gelang dapat diobati dengan obat pembasmi cacing dalam waktu 3 hari. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter jika Ibu ingin memastikan kondisi si Kecil.

Pencegahan kecacingan bisa dilakukan melalui perbaikan sanitasi dan kebersihan pribadi maupun lingkungan. Ajari anak-anak untuk selalu mencuci tangan dengan sabun setiap kali selesai bermain, sebelum makan dan setelah buang air besar/kecil. Anak-anak sangat rentan mengalami kecacingan karena mereka seringkali memasukkan jari tangannya ke dalam mulut. Ibu juga sebaiknya selalu mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan untuk keluarga, dan mencuci bersih sayur dan buah yang akan dihidangkan. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat cacing sekali setiap 6 bulan dengan dosis yang sesuai bagi si Kecil.