Whatsapp Share Like
Simpan

Belakangan ini saya sering mendengar tentang stunting. Apa itu stunting? Mungkin sebagian dari Ibu pun memiliki pertanyaan yang sama dengan saya. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saya pun mulai mencari-cari banyak informasi dari berbagai sumber. Akhirnya saya pun berhasil mendapatkannya, Bu. Berikut saya bagikan kepada Ibu:

Mengenal Stunting

Menurut penjelasan yang saya peroleh di situs kesehatan, stunting merupakan gangguan pertumbuhan kronis pada si Kecil akibat kekurangan asupan nutrisi atau malnutrisi dalam waktu cukup lama. Penyebabnya adalah makanan yang ia konsumsi tidak memenuhi kebutuhan nutrisi sesuai usia si Kecil.

Tahukah Ibu, menurut Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 oleh Kementerian Kesehatan RI, ada sekitar 8,9 juta anak di Indonesia yang menderita kondisi stunting? Artinya, 1 dari 3 balita mengalami gangguan pertumbuhan dan butuh perhatian lebih. Saat ini, Indonesia menduduki peringkat tertinggi penderita kondisi stunting di Asia Tenggara dan kelima di dunia. Cukup memprihatinkan ya Bu.

Apa Dampaknya?

Salah satu dampak stunting yang paling mudah dilihat adalah tinggi dan berat badan si Kecil yang jauh di bawah rata-rata anak seusianya. Selain itu, stunting juga bisa berdampak sebagai berikut:

  1. Membuat si Kecil mudah terserang penyakit.
  2. Mempunyai postur tubuh kecil ketika dewasa.
  3. Menyebabkan kematian pada usia dini.
  4. Ukuran lingkar kepala anak lebih kecil dibanding ukuran normal anak seusianya yang menandakan bahwa otaknya tidak berkembang dengan baik.
  5. Jika otak tidak berkembang dengan baik, maka dapat mempengaruhi kecerdasan.
  6. Si Kecil kemungkinan akan sulit belajar dan menyerap informasi, baik secara akademik maupun non akademik.
  7. Badan anak terlalu kurus atau bisa jadi malah kegemukan akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan yang tinggi gula.

Penyebab Stunting

Inilah beberapa faktor utama yang menjadi penyebab stunting yang wajib Ibu ketahui:

Artikel Sejenis

  1. Ibu kurang mengonsumsi makanan dan minuman bergizi selama hamil dan menyusui. Misalnya, kekurangan nutrisi yang mengandung Protein, Asam Folat, Kalsium, Zat Besi, Omega 3, dan Serat.
  2. Si Kecil tidak mendapat ASI eksklusif dan jumlah serta kualitas MPASI-nya tidak mencukupi kebutuhan si Kecil ketika berusia 6 bulan ke atas.
  3. Lingkungan yang kotor dan tidak sehat. Misalnya, kekurangan air bersih dan tidak mempunyai saluran pembuangan limbah mandi, mencuci, atau membuang kotoran yang baik. Akibatnya, si Kecil, terutama saat berusia kurang dari 2 tahun, lebih rawan terkena infeksi maupun bermacam penyakit.

Langkah Pencegahan

Pada umumnya, stunting terjadi pada balita, khususnya usia 1-3 tahun. Pada rentang usia tersebut, Ibu sudah bisa melihat apakah si Kecil terkena stunting atau tidak. Meski baru dikenali setelah lahir, ternyata stunting bisa berlangsung sejak si Kecil masih berada dalam kandungan.

Dikarenakan stunting bisa dimulai sejak masih berada dalam kandungan, oleh karenanya langkah pencegahan sudah bisa dilakukan selama kehamilan dan di 2 tahun pertama kehidupan si Kecil. Inilah beberapa langkah pencegahan stunting yang bisa Ibu coba lakukan:

  1. Selama hamil, Ibu memang harus makan lebih banyak sekaligus lebih bergizi supaya janin dalam kandungan turut mendapatkan nutrisi untuk tumbuh kembangnya.
  2. Rutin melakukan kontrol kandungan ke bidan atau dokter kandungan untuk mengetahui tumbuh kembang janin.
  3. Mengonsumsi suplemen penambah darah dan asam folat.
  4. Memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan kepada bayi.
  5. Memberikan MPASI setelah bayi berusia 6 bulan dengan tekstur makanan yang ditingkatkan sesuai usia bayi.
  6. Rajin mencari informasi tentang makanan dan minuman yang boleh dan tidak boleh diberikan kepada si Kecil sesuai usianya.
  7. Memberi si Kecil asupan gizi yang cukup, terutama protein dan kalsium. Hapus kebiasaan mengonsumsi nasi dengan porsi banyak, tapi protein sedikit. Asupan yang terpenting justru adalah protein yang dapat menunjang tumbuh kembang si Kecil.

Nah, bagaimana, Bu? Sudah paham apa itu stunting, kan? Semoga informasi dari saya seputar stunting membantu Ibu lebih mengenal serta memahami soal kondisi gangguan pertumbuhan tersebut. Saya juga menyarankan Ibu untuk membaca artikel mengenai pencegahan stunting pada anak dan dampak stunting lainnya untuk memperoleh informasi yang lebih komplit.

Susu Frisian Flag 123 PRIMANUTRI turut mencegah stunting pada anak dengan memberikan asupan nutrisi yang dibutuhkan si Kecil di masa tumbuh kembangnya. Susu ini telah diperkaya dengan zat gizi makro (protein, karbohidrat, dan lemak) serta zat gizi mikro (vitamin dan mineral). Selain itu ada juga kandungan lainnya berupa omega 3 dan 6, minyak ikan, kalsium, zat besi, zinc, serat pangan inulin, dan selenium.

Laman Tanya Pakar hadir bagi Ibu yang memiliki pertanyaan atau ingin berkonsultasi seputar anak. Para ahli di sana akan membantu Ibu dengan senang hati. Pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dulu untuk bisa menggunakan fitur tersebut, ya.