Whatsapp Share Like
Simpan

Setiap Ibu tentu menginginkan si Kecil senantiasa cepat tangkap, aktif bergerak, dan tumbuh sesuai usianya, bukan? Saya pun menginginkan hal yang sama, Bu. Itu sebabnya, saya selalu memastikan si Kecil mendapat asupan nutrisi yang cukup agar terhindar dari risiko stunting. Apalagi, saya sempat membaca artikel kesehatan yang menjelaskan bahwa stunting pada anak tidak hanya memengaruhi pertumbuhan fisik si Kecil saja, tapi juga kondisi psikologisnya.   Mau tahu kondisi psikologis apa saja yang dimaksud? Yuk, simak bersama!

1. Kurang Percaya Diri

Bu, anak yang mengalami stunting umumnya akan merasa kurang percaya diri ketika harus berinteraksi dengan orang baru atau teman di sekolahnya. Ini dikarenakan sebagai anak-anak, si Kecil masih belum mengerti bahwa ukuran tubuh tidak menentukan kehebatan seseorang. Itu sebabnya, si Kecil selalu memandang temannya yang tinggi lebih hebat daripada dia. Untuk mengatasi masalah ini, Ibu bisa mulai bacakan buku dongeng yang membahas soal kehebatan kurucaci, semut, atau binatang kecil lainnya.

2. Mudah Cemas

Tahukah, Ibu? Menurut Christian Nordqvist, penulis dan pendiri Medical News Today, perkembangan intelektual anak stunting umumnya berjalan lebih lambat jika dibandingkan dengan anak yang mendapatkan nutrisi cukup. Sebagai contoh, anak stunting biasanya akan sulit konsentrasi dan memiliki daya ingat yang lemah. Nah, ketika si Kecil kurang mampu mengikuti pelajaran di sekolah, ia akan lebih mudah merasa frustasi dan cemas.

3. Lebih Rentan Depresi

Selain mudah merasa cemas, stunting juga dapat membuat si Kecil lebih rentan terserang depresi saat menginjak usia remaja dan dewasa nanti, Bu. Menurut penulis buku Raising Depression Free Children: A Parent’s Guide to Prevention and Early Intervension, Kathleen P. Hockey, gejala depresi sering kali muncul ketika anak berusia 14 tahun. Umumnya, anak yang mengalami depersi adalah mereka yang mengalami trauma pada masa kecilnya. Contohnya, trauma pergi ke sekolah karena sulit mengikuti pelajaran atau sulit bergaul karena dikucilkan.


Bagaimana, Bu? Sekarang Ibu jadi lebih mengerti bahwa stunting pada anak juga dapat memengaruhi psikologisnya. Namun, Ibu tidak perlu khawatir. Stunting sebetulnya bisa dicegah dengan mengoptimalkan asupan nutrisi sejak masa kehamilan, memerhatikan pola asuh, dan menjaga kebersihan lingkungan rumah. Semoga informasi ini membantu Ibu lebih sadar akan efek stunting dan mengoptimalkan usaha untuk menjadikan si Kecil anak yang cepat tangkap, aktif bergerak, dan tumbuh sesuai usianya, Bu!