Whatsapp Share Like
Simpan

Bayi Ibu sudah masuk masa MPASI, nih. Bagaimana proses makannya, Bu? Apa ia mudah makan atau justru susah? Bayi yang susah makan sangat umum dialami oleh banyak Ibu. Saya pun mengalaminya. Anak saya termasuk yang susah makan, bahkan terkadang bisa tidak mau makan sama sekali. Terlebih jika menunya menggunakan nasi, ia akan langsung GTM alias Gerakan Tutup Mulut. Namun jika diganti dengan kentang dan mi, ia akan makan dengan lahap. Mungkin Ibu-Ibu sekalian juga mengalami hal yang sama? Untuk membantu Ibu, berikut adalah informasi seputar anak tidak mau makan nasi yang saya dapatkan, Bu.

Apakah Anak Tidak Doyan Nasi Itu Normal?

Masa MPASI adalah masa transisi di mana bayi beralih dari ASI ke makanan padat. Saat memasuki masa MPASI, bayi baru belajar untuk mencoba aneka makanan yang Ibu berikan. Terkadang bayi perlu mencoba makanan sebanyak 15 kali hingga dapat memutuskan apakah ia menyukainya atau tidak. Jadi, sangat wajar jika ada beberapa makanan yang tidak ia suka bentuk dan rasanya. Pada kasus ini yang tidak bayi sukai adalah nasi.

Nasi adalah sumber karbohidrat pokok bagi masyarakat Indonesia. Kebiasaan tersebut turun-temurun hingga sekarang. Bisa dibilang kalau belum makan nasi belum makan namanya. Jadi saat orang tua menemui anaknya tidak mau makan nasi, mereka akan merasa khawatir anaknya kelaparan dan kurang terpenuhi gizinya. Padahal kenyataannya tidak seperti itu, Bu.

Di masa kanak-kanak anak memang membutuhkan banyak nutrisi untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya, mulai dari protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Nasi merupakan sumber karbohidrat yang diperlukan untuk energi supaya anak dapat beraktivitas. Namun sumber karbohidrat juga tidak harus didapatkan dari nasi, tapi bisa dari kentang, pasta, mi, roti, dan umbi-umbian. Jadi, saat buah hati tidak doyan nasi, Ibu tidak perlu terlalu khawatir, ya. Hal ini masih normal dan Ibu masih bisa mengganti nasi dengan sumber makanan lainnya.

Bagaimana Solusinya?

Orang tuanya makan nasi, belum tentu anaknya juga harus makan nasi kok, Bu. Setiap individu memiliki rasa suka dan tidak suka yang berbeda-beda. Hanya karena ia tidak menyukai makanan yang umum dimakan di Indonesia, lantas ia dikatakan tidak normal. Sah-sah saja jika ia lebih menyukai makanan lainnya, asalkan kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi. Untuk Ibu, berikut ada beberapa tips yang bisa dilakukan saat anak tidak mau makan nasi:

Artikel Sejenis

  • Tetap bersabar dan terus mencoba.
    Jangan terbawa emosi saat bayi tidak mau makan nasi. Tetaplah bersabar karena ini adalah proses belajar makannya dan terus mencoba untuk memberikan sumber nutrisi terbaik untuknya. Yang ibu harus pastikan adalah nasi yang diberikan kepada bayi teksurnya sesuai dengan kemampuan  gigi geliginya.

  • Jangan memaksa.
    Jika ia memang tidak doyan nasi, maka jangan memaksanya. Hal ini dapat membuatnya trauma dan semakin malas untuk mencoba makan nasi. Apalagi sampai membuat waktu makan hingga lebih dari 30 menit. Jika sudah melebihi 30 menit dan ia tetap tidak mau, lebih baik sudahi saja.

  • Ganti dengan sumber karbohidrat lain.
    Masih banyak makanan yang mengandung karbohidrat untuk diberikan kepada bayi di masa MPASI-nya. Ibu bisa memberikannya sebagai selingan supaya karbohidratnya tetap terpenuhi dan ia memiliki cukup energi untuk beraktivitas.

  • Variasikan nasi.
    Ibu boleh tetap memperkenalkan nasi dengan cara memvariasikannya menjadi hidangan yang menarik. Misalnya saja diolah menjadi camilan yang tidak memperlihatkan tekstur asli dari nasi. Cara ini sudah saya coba dan berhasil lho, Bu.

  • Buat hidangan yang menarik.
    Anak-anak biasanya akan tertarik untuk mencicipi makanan dengan bentuk yang menarik dan lucu. Jika bayi sudah dapat makan makanan yang lebih padat, Ibu bisa membentuk nasi dengan cetakan. Cara ini akan menggugah selera makannya karena tampilan yang tidak membosankan.

  • Berikan nutrisi lainnya.
    Ibu tetap harus memenuhi nutrisi bayi berupa protein, lemak, vitamin, mineral, kalsium, zat besi, serta omega 3 dan 6. Semuanya bisa didapatkan dari daging, ikan, tahu, tempe, sayur-sayuran, buah-buahan, dan susu.

Kesimpulannya, anak tidak mau makan nasi itu masih merupakan hal yang wajar dialami oleh bayi di masa MPASI. Jika terus diperkenalkan dengan cara yang menyenangkan, seiring berjalannya waktu bayi pasti akan menyukainya kok, Bu. Yakinlah bahwa semua proses tumbuh kembangnya dapat Ibu dan buah hati lalui dengan baik. Tetaplah berpikir positif, terus berusaha, dan berdoa ya, Bu. Jika khawatir tentang kebutuhan nutrisi buah hati, Ibu bisa berkonsultasi seputar anak dengan pakarnya. Semoga informasi yang saya berikan dapat bermanfaat.

Sumber:
health.detik.com, alodokter.com