Whatsapp Share Like
Simpan

Ibu pasti sudah tak asing dengan sayuran yang satu ini, bukan? Selain rasa asamnya yang segar, tomat juga mengandung vitamin A, C, dan E yang penting bagi tubuh. Namun, apakah puree tomat aman diberikan untuk bayi?

Kandungan & Manfaat Tomat

Kecil-kecil cabe rawit. Begitulah kira-kira gambaran untuk tomat. Meskipun mungil, tapi tomat memiliki segudang kandungan dan manfaat yang baik untuk bayi. Berikut adalah kandungan dan manfaat yang didapat dari tomat:

  1. Mengandung vitamin C.
    Sudah sangat dikenal bahwa tomat kaya akan kandungan vitamin C. Itu artinya, tomat dapat meningkatkan sistem imunitas tubuh bayi agar lebih sehat dan tidak mudah terserang penyakit. Jika bayi sehat, maka proses tumbuh kembangnya pun dapat lebih maksimal.
  2. Sumber antioksidan.
    Kandungan lainnya yang juga banyak terkandung di dalam tomat adalah antioksidan. Zat tersebut berfungsi untuk menangkal radikal bebas di dalam tubuh bayi. Perlu Ibu ketahui bahwa bayi memiliki tingkat metabolisme yang jauh lebih tinggi dibandingkan orang dewasa, sehingga dapat meningkatkan kadar radikal bebas. Akibatnya, dapat meningkatkan risiko terjadinya kerusakan DNA dan sel. Jadi, dengan mengonsumsi tomat akan menurunkan kadar radikal bebas dan memperkecil risiko tersebut.
  3. Mengandung vitamin A.
    Pigmen warna merah dan orange pada tomat menandakan bahwa ia kaya alfa-karoten dan beta-karoten. Itu artinya, tomat merupakan sumber vitamin A yang sangat baik untuk perkembangan dan kesehatan mata bayi. Dengan mengonsumsi tomat, bayi akan memiliki daya penglihatan yang tajam dan tentunya dapat membantu proses belajarnya.
  4. Mengandung vitamin K.
    Selain vitamin A dan C, tomat juga mengandung vitamin K yang memiliki manfaat bagi pertumbuhan dan kesehatan tulang bayi. Apalagi bayi ada dalam masa pertumbuhan di mana asupan vitamin K sangat dibutuhkan untuk menguatkan tulangnya.
  5. Mengobati asidosis.
    Asidosis adalah kondisi ketika tubuh mengandung kadar asam yang sangat tinggi. Tomat diketahui dapat meningkatkan kadar alkanet sehingga dapat menetralkan kadar asam tersebut.
  6. Mengurangi efek racun timbal.
    Vitamin C di dalam tomat ternyata juga memiliki peranan lain, yaitu mengurangi efek racun yang berbahaya dari logam timbal. Keberadaan timbal di sekitar bayi memang sulit dihindari, tapi dengan mengonsumsi tomat dapat mengurangi dampaknya.

Tips Mengolah Tomat yang Benar untuk Bayi

Pada dasarnya, bayi yang sudah berusia 8 hingga 12 bulan boleh mengonsumsi tomat, asalkan benar cara memilih dan mengolahnya. Nah, berikut ini adalah tips membuat puree tomat agar bayi tidak hanya bisa merasakan kelezatannya, tapi juga mendapatkan segala manfaat di dalamnya:

  1. Pilih Jenis yang Tepat
    Ada beragam jenis tomat yang bisa Ibu temui, seperti tomat hijau, kuning, orange, hingga merah. Jenis tomat yang paling baik untuk dijadikan makanan bayi adalah tomat oranye dan merah, yang rasanya lebih manis sehingga aman untuk lambung bayi. Selain itu, tomat orange dan merah memiliki lebih banyak kandungan karotenoid yang terdiri dari alpha-carotene dan beta-carotene. Kedua jenis karotenoid ini akan bertransformasi menjadi vitamin A ketika masuk ke dalam tubuh dan sangat bermanfaat untuk kesehatan mata bayi. Agar kandungan ini bisa didapat bayi melalui makanan bayi yang dikonsumsi, pilihlah tomat yang segar dengan tekstur tidak terlalu lembek, serta tidak memiliki bintik hitam dan lubang di kulitnya.
  2. Perhatikan Cara Penyimpanan
    Jika membeli tomat muda yang belum sepenuhnya matang, hindari menyimpannya dalam lemari es, agar benar-benar masak saat dicampurkan dalam makanan bayi. Lebih baik Ibu memilih tomat yang sudah matang alami dan jika ingin menyimpannya di kulkas. Pastikan juga sayuran ini dalam keadaan kering dan tidak memiliki air yang menempel di bagian kulitnya.
  3. Masak Terlebih Dahulu
    Tomat memiliki kandungan asam yang cukup tinggi dan bisa menyebabkan sakit perut jika dikonsumsi oleh bayi. Untuk menghindari hal ini, pastikan Ibu selalu memasak tomat sebelum dicampurkan dalam makanan bayi, sehingga kandungan asamnya berkurang dan lebih aman untuk perut bayi. Cara terbaik untuk mencampurkan tomat dalam makanan bayi adalah dengan mengukus atau menumisnya dengan sedikit minyak zaitun, kemudian menjadikannya puree. Ibu bisa menambahkan beberapa bumbu seperti bawang merah, bawang putih, dan lada untuk membuat makanan bayi ini jadi lebih lezat. Jika masih terasa terlalu kental, Ibu bisa menambahkan air hingga mendapatkan tekstur yang diinginkan. Ibu juga membuat nasi tim tomat yang dipadukan dengan protein sehingga bayi mendapatkan lebih banyak manfaat.

Satu hal yang perlu Ibu ketahui, beberapa bayi lebih sensitif terhadap keasaman tomat. Gejala ini biasanya ditandai dengan munculnya ruam di sekitar bibir setelah mengonsumsi tomat. Agar lebih aman, Ibu bisa berkonsultasi dengan ahli gizi dahulu sebelum memberikan puree tomat pada bayi. Selamat mencoba dan semoga bayi Ibu makan dengan lahap ya, Bu!

Bagi Ibu yang masih memiliki pertanyaan dan ingin berkonsultasi seputar bayi, bisa berkunjung ke laman Tanya Pakar. Para ahli di sana akan menjawab pertanyaan Ibu secara langsung. Jangan lupa untuk registrasi terlebih dahulu sebelum menggunakan fitur tersebut, ya.

Artikel Sejenis

Sumber:

id.theasianparent.com