Whatsapp Share Like
Simpan

Di 6 bulan pertama kehidupannya, susu merupakan asupan utama yang dibutuhkan oleh bayi untuk tumbuh kembang yang optimal. ASI tetaplah prioritas yang harus Ibu berikan kepada bayi. Namun, terkadang ada kondisi di mana Ibu tidak bisa menyusui bayi secara langsung, bisa karena ASI tidak keluar dengan lancar, Ibu bekerja, atau Ibu terserang penyakit.

Sebagai alternatif, maka Ibu bisa memberikan buah hati susu bayi tambahan untuk memenuhi asupan gizinya. Di dalam susu tersebut sudah diformulasikan dengan berbagai kandungan nutrisi yang mirip seperti ASI. Inilah daftar dari kandungan susu bayi beserta manfaatnya untuk bayi:

Lemak

Nutrisi terbesar yang terkandung dalam susu bayi adalah lemak yang memiliki fungsi sebagai energi utama atau sumber kalori bagi bayi. Perlu Ibu tahu kalau lemak yang ada di dalam susu bayi tersebut terdiri dari 200 jenis dengan kadar terbanyak adalah lemak tak jenuh ganda atau polyunsaturated fatty acid (PUFA) sebanyak 80%. Berdasarkan beberapa penelitian yang dilakukan di Spanyol dan Inggris, PUFA ini memiliki kaitan secara langsung untuk mengembangkan mental bayi yang lebih baik di masa depan.

Protein

Protein merupakan nutrisi utama yang paling diperlukan oleh bayi dan anak yang sedang berada di tahap tumbuh kembang. Zat ini berperan penting mengoptimalkan tumbuh kembang, memperkuat sistem imun tubuh, menyempurnakan fungsi pencernaan, dan perkembangan otak.

Pada susu bayi, jenis proteinnya adalah protein whey. Protein ini mempunyai ukuran molekul yang lebih kecil dan bersifat mudah dicerna oleh sistem pencernaan bayi. Jika mudah dicerna, artinya tubuh mungilnya pun akan mendapatkan manfaatnya secara maksimal.

Artikel Sejenis

Karbohidrat

Karbohidrat diperlukan sebagai sumber energi bayi. Menyesuaikan dengan sistem pencernaan bayi, maka karbohidrat yang terkandung di dalam susu bayi merupakan jenis laktosa atau gula susu. Pada bayi yang tidak memiliki alergi pada laktosa, zat tersebut akan diurai di dalam saluran pencernaan menjadi galaktosa dan glukosa dibantu dengan enzim laktase. Kedua zat ini berperan untuk perkembangan otak dan sistem saraf bayi. Hal ini tentu akan sangat berpengaruh pada tingkat kecerdasan dan mengatur setiap gerakan pada tubuh.

AA & DHA

AA (Arachidonic Acid) dan DHA (Docosahexaenoic Acid) merupakan asam lemak tak jenuh yang memiliki fungsi utama untuk kecerdasan otak bayi. Selain untuk otak, keduanya juga berperan untuk membentuk jaringan saraf, sistem imun, dan penglihatan. Ini artinya AA dan DHA akan membantu bayi untuk mempunyai daya penglihatan yang sehat dan tubuhnya jadi lebih kebal untuk menangkal serangan penyakit.

Baca juga: Manfaat Kandungan Susu Bubuk untuk Kecerdasan dan Pertumbuhan Anak

Zat Besi

Nutrisi ini memiliki fungsi yang cukup penting bagi tubuh, yaitu untuk memenuhi jumlah sel darah merah. Selain itu zat besi juga berperan dalam proses transportasi oksigen dari paru-paru ke jaringan serta membawa elektron pada proses pembentukan energi yang terjadi di dalam sel. Oleh karena itu, susu yang dibuat untuk bayi haruslah mengandung zat besi, supaya bayi tidak kekurangan sel darah merah yang dapat menyebabkan rasa lemas pada tubuh.

Prebiotik FOS

Sistem imun bayi masih sangat lemah, sehingga ia akan membutuhkan pendukung untuk memperkuat sistem imunnya. Nah, susu bayi yang baik adalah yang mengandung prebiotik frukto oligosakarida (FOS). Zat ini termasuk ke dalam golongan karbohidrat yang bermanfaat untuk daya tahan tubuh, memperlancar pencernaan, mengurangi jumlah bakteri jahat yang menyebabkan penyakit, dan merangsang pertumbuhan bakteri baik Bifidobacteria di usus besar.

Kalsium

Pertumbuhan tulang dan gigi bayi juga harus dioptimalkan dengan memberikan kalsium yang banyak terdapat di dalam susu bayi. Selain untuk gigi dan tulang, kalsium memiliki manfaat lainnya yaitu untuk pembekuan darah dan menghantarkan transmisi impuls saraf.

Fosfor

Untuk mendukung kalsium, bayi juga akan membutuhkan fosfor yang berperan dalam menjaga keseimbangan asam basa tubuh. Ini akan membantu proses pembentukan struktur gigi dan tulang agar memiliki kadar kekuatan yang baik. Ketika dua zat tersebut bertemu, lalu akan terbentuk kalsium fosfat yang berfungsi dalam pembentukan gigi dan tulang yang kuat.

Vitamin D

Nutrisi terakhir yang tak kalah penting untuk tulang bayi adalah vitamin D yang akan berkolaborasi dengan fosfat dan kalsium untuk memperkuat dan menyehatkan tulang. Saat bayi mendapatkan cukup vitamin D, ia akan berisiko kecil terserang penyakit tulang, seperti rakhitis. Ini adalah kelainan yang membuat tulang menjadi lemah dan lunak sehingga dapat menghambat pertumbuhan dan menyebabkan tulang berubah bentuk.

Susu bayi memang sudah diformulasikan dengan sangat baik agar kaya akan kandungan nutrisi. Namun, nutrisi yang terbaik tetaplah ASI, Bu, karena tidak ada nutrisi lain yang menyamai kandungan nutrisi di dalam ASI. Jadi saat Ibu masih bisa memberikan ASI dan masih mencukupi kebutuhan buah hati, tetap berikan ia ASI ya, Bu.

Bagi Ibu yang ingin berkonsultasi seputar anak, bisa langsung berkunjung ke laman Tanya Pakar, ya. Para ahli di sana akan membantu menjawab pertanyaan Ibu. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu.

Sumber:

Orami