Whatsapp Share Like Simpan

Pada bayi, ASI tetaplah asupan makanan yang utama. Di dalam ASI sudah terkandung semua nutrisi yang dibutuhkan bayi agar dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal. Namun terkadang ada beberapa kondisi di mana ASI tidak bisa keluar dengan lancar, sehingga membutuhkan susu tambahan untuk membantu memenuhi asupan nutrisi bayi.

Untuk memilih susu tambahan tersebut, Ibu perlu selektif melihat manakah susu yang bagus untuk bayi. Tentunya yang terpenting adalah kandungan nutrisi yang ada di dalamnya. Susu tambahan untuk bayi haruslah memiliki beberapa kandungan seperti berikut ini:

Lemak

Coba cek kandungan nutrisi pada label kemasan susu bayi, Bu. Susu yang bagus untuk bayi harus mengandung lemak dengan porsi yang paling besar. Lemak berfungsi sebagai sumber energi atau kalori yang utama bagi bayi.

Di dalam susu bayi terdapat kurang lebih 200 jenis asam lemak dan 80% diantaranya merupakan polyunsaturated fatty acid (PUFA) atau lebih dikenal sebagai asam lemak tak jenuh ganda. Menurut penelitian yang dilakukan di Spanyol dan Inggris, kandungan PUFA tersebut berkaitan dengan fungsinya untuk membantu perkembangan mental pada bayi.

Protein

Susu yang bagus untuk bayi tentunya harus mengandung protein, karena nutrisi ini memiliki banyak manfaat yang bagus untuk proses tumbuh kembangnya. Pada susu bayi, jenis proteinnya adalah whey yang mempunyai ukuran molekul yang lebih kecil dan bersifat mudah dicerna. Sifatnya yang mudah dicerna tersebut akan membantu kinerja pencernaan bayi yang masih belum sempurna. Alhasil, tubuh bayi akan memperoleh manfaat dari protein whey secara optimal.

Artikel Sejenis

Fungsi dari protein di dalam susu bayi sangat beragam. Diantaranya adalah untuk perkembangan otak, memperbaiki daya tahan tubuh, menyempurnakan fungsi pencernaan, memperbaiki jaringan tubuh yang rusak, dan mengoptimalkan pertumbuhan.

Karbohidrat

Susu bayi juga harus mengandung karbohidrat. Supaya sesuai dengan pencernaan bayi, maka karbohidrat tersebut berbentuk laktosa (gula susu). Laktosa ini bermanfaat sebagai sumber energi yang akan membantu bayi bersemangat untuk beraktivitas. Di dalam sistem pencernaan, enzim laktase akan mengurai laktosa menjadi galaktosa dan glukosa. Kedua zat tersebut memiliki peranan penting untuk perkembangan otak dan sistem saraf bayi.

Namun pada bayi yang intoleransi laktosa, sistem pencernaannya tidak mampu mencerna laktosa. Tubuhnya pun akan mengalami mual, nyeri perut, dan diare. Jika bayi Ibu tergolong pada kategori tersebut, maka sebaiknya lebih berhati-hati dalam memilih susu bayi, ya. Pilihlah susu yang tidak mengandung laktosa sehingga lebih aman bagi pencernaannya.

AA dan DHA

Untuk nutrisi otak bayi, maka susu yang bagus untuk bayi juga sebaiknya mengandung AA dan DHA ya, Bu. AA (Arachidonic Acid) dan DHA (Docosahexaenoic Acid) adalah jenis asam lemak tak jenuh yang berperan penting untuk kecerdasan otak. Tak hanya itu saja, zat tersebut juga berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan mata, dan membentuk jaringan saraf. Jika susu bayi mengandung AA dan DHA, maka tubuh bayi akan lebih kebal terhadap serangan penyakit serta penglihatannya lebih sehat.

Baca juga: [9 Kandungan] Susu Bayi yang Dibutuhkan untuk Tumbuh Kembang

 

Zat Besi

Zat besi adalah nutrisi yang sebaiknya ada di dalam susu bayi karena peranannya yang tak kalah penting untuk bayi. Zat besi akan membawa elektron di dalam sel untuk proses pembentukan energi serta membantu proses peredaran oksigen dari paru-paru ke jaringan. Jika bayi kekurangan zat besi, maka ia berisiko kekurangan sel darah merah yang dapat menyebabkan tubuhnya mudah merasa lemas.

Prebiotik FOS

Untuk mendukung sistem kekebalan tubuh bayi yang masih sangat lemah, ia akan membutuhkan nutrisi yang dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh tersebut. Nutrisi tersebut adalah prebiotik frukto oligosakarida (FOS). Prebiotik FOS tergolong sebagai karbohidrat yang memiliki fungsi untuk memperkuat sistem imun, menstimulasi produksi bakteri baik Bifidobacteria di dalam usus besar, menurunkan kadar bakteri jahat penyebab penyakit, serta untuk memperlancar sistem pencernaan. Mengingat pentingnya manfaat dari prebiotik FOS, maka susu yang bagus untuk bayi sebaiknya mengandung zat tersebut.

Kalsium

Di usianya kini gigi dan tulang bayi sangat membutuhkan kalsium untuk mengoptimalkan pertumbuhannya. Kalsium juga akan membantu memperkuat gigi dan tulang bayi supaya tidak mudah keropos. Tak hanya itu saja, zat ini juga berfungsi untuk mengantarkan transmisi impuls sel saraf dan membekukan darah.

Fosfor

Supaya bekerja dengan lebih baik, kalsium akan membutuhkan dukungan dari fosfor yang memiliki peranan untuk menyeimbangkan asam basa tubuh. Proses tersebut nantinya akan membantu pembentukan tulang dan gigi agar lebih kuat. Saat fosfor bertemu dengan kalsium, keduanya akan membentuk kalsium fosfat yang bermanfaat untuk membentuk tulang dan gigi yang kuat.

Vitamin D

Susu yang bagus untuk bayi juga harus memiliki kandungan vitamin D. Ibu pasti sudah familiar dengan fungsinya yang sangat baik untuk tulang, bukan? Vitamin D nantinya akan bekerjasama dengan kalsium dan fosfat untuk menyehatkan dan memperkuat struktur tulang. Memberikan asupan vitamin D yang cukup bagi bayi akan memperkecil risiko ia mengalami penyakit tulang, contohnya saja rakhitis. Rakhitis merupakan suatu kelainan pada tulang dimana tulang menjadi lunak dan lemah, sehingga akan berpengaruh pada pertumbuhan dan membuat tulang menjadi berubah bentuk.

 

Sangat penting untuk membaca label kemasan pada susu bayi untuk melihat kandungan nutrisinya supaya Ibu dapat memilih susu yang bagus untuk bayi. Pastikan kesembilan nutrisi tersebut ada di dalamnya ya, Bu. Namun ingat, susu hanyalah asupan tambahan. Ibu tetap harus berusaha untuk memberikan ASI karena tidak ada nutrisi lain yang dapat menandingi hebatnya nutrisi di dalam ASI. Lalu bagi bayi yang sudah berusia 6 bulan ke atas juga harus sudah mulai diberikan MPASI yang kaya nutrisi ya, Bu.

Bagi Ibu yang ingin berkonsultasi seputar anak, bisa langsung berkunjung ke laman Tanya Pakar, ya. Para ahli di sana akan membantu menjawab pertanyaan Ibu. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu.


Sumber:

Generasimaju

Orami

Halodoc