Share Like
Simpan

Tahukah Ibu, saat ini pemerintah Indonesia sedang fokus menjalankan program imunisasi MR (Measles Rubella) ke berbagai daerah melalui puskesmas dan rumah sakit, lho. Imunisasi diberikan untuk mencegah penyebaran penyakit campak dan rubella. Sejauh ini, imunisasi dianggap efektif dan aman, sehingga digunakan di lebih dari 141 negara, termasuk Indonesia. Sudahkah Ibu mendapatkan sosialisasi mengenai imunisasi MR? Jika belum, simak beberapa informasi yang sudah saya dapatkan berikut ini, Bu.

1. Apakah penyakit campak dan rubella

Campak dan rubella adalah penyakit menular lewat saluran napas yang disebabkan oleh infeksi virus. Siapa pun yang belum pernah terkena penyakit ini, khususnya si Kecil, berisiko tinggi tertular. Nah, campak dianggap berbahaya karena dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti diare, radang paru, hingga kematian. Gejala campak bisa berupa demam tinggi disertai bercak kemerahan di kulit, dan mata merah.

Berbeda dengan campak, gejala rubella terlihat seperti sakit ringan, yaitu batuk, pilek, dan nyeri persendian. Meski gejalanya terlihat ringan, dampaknya sama berbahaya dengan campak. Jika rubella menjangkit Ibu hamil, janin berisiko keguguran bahkan cacat saat lahir. Seram ya, Bu!

2. Siapa saja yang perlu diimunisasi?

 Imunisasi MR diberikan secara bertahap kepada anak-anak usia 9 bulan sampai 15 tahun, dan orang dewasa yang tidak hamil ataupun merencanakan kehamilan. Jika sedang merencanakan kehamilan, Ibu harus menunggu paling tidak empat minggu setelah imunisasi untuk memulai program hamil.

 3. Apa perbedaan imunisasi MR dan MMR (Measles, Mumps, and Rubella)? 

Manfaat imunisasi MR adalah melindungi dari campak dan rubella, sedangkan imunisasi MMR dilakukan untuk mencegah gondongan (mumps), campak, dan rubella. Kini, pemerintah tidak lagi memberikan imunisasi MMR karena dampak penyakit measles dan rubella jauh lebih berat dan berbahaya dibandingkan gondongan. Selain itu, stok vaksin MMR memang sudah lama kosong.

 4. Apakah si Kecil harus diimunisasi lagi jika sudah imunisasi MMR?

Iya, Bu. Meskipun vaksin MMR telah diberikan, imunisasi MR juga wajib diberikan agar si Kecil dapat terlindungi dari campak dan rubella secara optimal. 

5. Si Kecil sedang sakit. Apakah imunisasi bisa ditunda?

Ada beberapa kondisi yang membuat si Kecil tidak disarankan melakukan imunisasi, yaitu sedang demam tinggi, alergi imunisasi MR atau MMR sebelumnya, atau sedang dalam pengobatan. Sebaiknya tunda imunisasi hingga kondisi si Kecil pulih ya, Bu.

6. Apakah efek samping imunisasi MR?

Umumnya, efek samping yang dirasakan si Kecil adalah demam dan ruam merah di sekitar daerah yang disuntik selama beberapa hari. Hal itu merupakan reaksi normal. Sejauh ini, tidak ada dampak serius yang patut dikhawatirkan setelah imunisasi.

Nah, apakah informasinya sudah cukup jelas, Bu? Yuk, segera ajak si kecil untuk mengikuti program imunisasi MR demi kesehatan dan masa depannya.