Whatsapp Share Like Simpan

Langkah awal dalam mengajari si Kecil membaca adalah dengan memperkenalkan huruf alfabet terlebih dulu. Ibu sudah bisa memulainya saat si Kecil berusia 1 tahun, karena di usia ini biasanya anak sudah mulai memahami bahasa dan belajar sedikit demi sedikit.

Menurut U.S. Department of Education, anak-anak yang sudah tidak asing dengan berbagai huruf dan kata sudah bisa diajari huruf-huruf dengan lebih mudah. Jadi, sudah bisa disimpulkan bahwa orangtua sudah mulai bisa mengajarkan buah hatinya huruf alfabet secara bertahap. Untuk membuat cara belajar ini jadi menyenangkan, Ibu bisa menerapkan beberapa langkah berikut ini:

Mulai dari Nama Anak

Sebagai langkah awal, akan lebih mudah jika Ibu memulainya dengan mengajarkan huruf-huruf yang ada di dalam nama si Kecil. Ibu dan anggota keluarga lainnya selalu memanggil si Kecil dengan namanya, sehingga ia pasti sudah mengenal namanya sendiri. Otaknya pun sudah sangat menyerap perbedaan suara dari namanya tersebut.

Misal si Kecil memiliki nama panggilan Zia, Ibu pun bisa mengejanya menjadi “Z, I, A. Zia.”. Apabila terus diperkenalkan secara rutin, perlahan si Kecil akan mengetahui nama dari setiap huruf yang menunjukkan suara familiar setiap kali Ibu memanggil namanya.

Perkenalkan Nama dari Objek yang Ia Kenal

Langkah berikutnya untuk mengajarkan huruf alfabet pada si Kecil adalah dengan memperkenalkan nama dari objek-objek yang sudah sangat ia kenali. Hindari mengenalkan huruf dari nama objek yang terlalu rumit dan banyak sehingga membuat si Kecil merasa kewalahan dalam mempelajarinya. Perkenalkan saja huruf-huruf dari objek yang sudah sering ia dengar dan ucapkan. Misalnya saja makan, tidur, Mama, Papa, dan sebagainya. Eja masing-masing huruf secara perlahan dan rutin sehingga si Kecil bisa mencerna dan mengingatnya dengan baik.

Artikel Sejenis

Menempel Huruf Alfabet di Dinding

Menempel Huruf Alfabet di Dinding

Media pembelajaran berupa tabel huruf alfabet juga bisa Ibu gunakan untuk mengajari si Kecil. Ada berbagai versi tabel yang bisa dengan mudah ditemui di pasaran, tapi Ibu disarankan untuk memilih tabel yang terdiri dari huruf kapital dan contoh benda dari huruf tersebut. Tabel seperti ini akan mempermudah si Kecil untuk lebih mengenal huruf.

Tempel tabel di sebuah dinding yang sering ia lalui dan mudah untuk dilihat. Kapanpun Ibu memiliki kesempatan untuk mengajari si Kecil, Ibu bisa langsung menanyakan nama dari huruf-huruf yang ada di dalamnya. Tambahkan juga contoh objek lain yang berawalan dari huruf yang Ibu sebutkan, tapi berikan contoh objek yang sudah diketahui oleh si Kecil ya, Bu.

Sambil Bernyanyi

Belajar sambil bernyanyi merupakan salah satu metode belajar yang cenderung cepat untuk dipahami oleh anak-anak. Ibu pun bisa mengajarkan huruf alfabet dengan cara menyanyikan lagu tentang huruf alfabet. Ada banyak lagu di kanal video yang bisa Ibu perlihatkan pada si Kecil. Melalui tampilan video yang interaktif dan lagu yang ceria, si Kecil pasti akan sangat tertarik dan mudah untuk menghafalkannya.

Baca juga: Tips Mudah Belajar Membaca untuk Anak TK

Membacakan Cerita

Dari buku, si Kecil bisa mendapatkan banyak manfaat. Salah satunya adalah mengenal huruf alfabet. Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa anak yang berada di usia dini memiliki kemampuan yang masih terbatas pada melakukan pengamatan atau menyimak. Lalu otaknya akan mencerna dan membuatnya memahami hasil dari kedua metode tersebut.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa membacakan cerita dari buku akan sangat membantu si Kecil untuk mengenali huruf-huruf. Untuk memudahkan si Kecil, sebaiknya Ibu memilih buku yang tidak memiliki banyak kalimat. Setidaknya hanya mengandung 1-2 kalimat saja per halaman.

Buat Permainan

Ibu juga boleh menggunakan flash card untuk dijadikan permainan mengenal huruf alfabet agar metode belajar jadi lebih menyenangkan bagi si Kecil. Caranya, letakkan beberapa kartu di lantai secara berurutan mulai dari abjad A, B, dan seterusnya. Sebutkan masing-masing huruf secara perlahan lalu minta ia untuk menirukannya.

Setelah ia mulai terbiasa, Ibu bisa mengubah metodenya dengan cara mengacak kartu-kartu tersebut. Sebutkan satu huruf dan minta si Kecil untuk menemukan kartu yang tepat. Setiap ia berhasil menebak dengan benar, Ibu bisa memberikannya stiker untuk dikumpulkan. Namun jika ia salah, tetap bersabar untuk mengajarinya ya, Bu.

Ajarkan Secara Bertahap

Ajarkan Secara Bertahap

Si Kecil masih memiliki kemampuan yang terbatas untuk memahami dan mengingat. Jadi, perkenalkan huruf-huruf alfabet secara bertahap, ya. Contohnya saja memperkenalkan lima huruf per hari dimulai dari abjad A hingga E. Ulang-ulang terus kelima huruf tersebut hingga si Kecil mulai familiar, lalu baru lanjutkan dengan lima huruf berikutnya. Terus lakukan metode ini sampai semua huruf selesai. Tidak perlu memaksa si Kecil untuk cepat menguasainya, Bu, karena di usia ini ia memang masih dalam tahap belajar.

Satu Huruf per Minggu

Jika memperkenalkan lima huruf langsung masih terlalu berat untuk si Kecil, Ibu bisa menggunakan metode satu huruf per minggu. Berdasarkan beberapa penelitian, ilmuwan seringkali mendapati fakta bahwa anak-anak belajar dengan metode pengulangan. Cobalah untuk memperkenalkan satu huruf saja dulu setiap minggu yang dilakukan secara berurutan. Ulangi satu huruf setiap hari sambil menyebutkan contoh objek yang berawalan dengan huruf tersebut. Kemudian di minggu selanjutnya perkenalkan huruf pada urutan berikutnya.

Ibu memang akan membutuhkan waktu lama untuk mengajarkan huruf alfabet pada si Kecil, tapi Ibu tetap harus bersabar, ya. Tidak perlu membandingkan buah hati dengan anak lainnya, karena setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Yakinlah jika pada saatnya nanti si Kecil pasti akan menguasainya, yang penting Ibu terus berusaha membuat suasana belajar yang menyenangkan untuk si Kecil. Semoga berhasil ya, Bu.

Ingin berkonsultasi seputar tumbuh kembang si Kecil? Kunjungi saja laman Tanya Pakar, Bu. Para ahli di sana akan menjawab semua pertanyaan Ibu secara langsung. Untuk bisa menggunakan fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dulu, ya.

Sumber:

Popmama