Share Like
Simpan

Jadi ingat waktu pertama kali mengantar si Kecil masuk sekolah. Rasanya seperti baru kemarin melihat ia semangat sekaligus cemas berada di lingkungan yang baru. Saat itu, bisa dibilang saya cukup siap menghadapinya, karena persiapan kebutuhan sekolah si Kecil sudah saya lakukan beberapa minggu sebelumnya. Ketika belanja, ternyata waktu yang dihabiskan paling lama adalah saat memilih tas sekolah, lho. Bukan karena modelnya yang kurang sesuai, tapi justru karena pilihannya cukup banyak!

Untungnya, sebelum belanja saya sempat mencari-cari tips memilih ransel yang tepat untuk anak di usia lima hingga enam tahun. Sama halnya dengan memilih sepatu yang pas untuk si Kecil, tas sekolah pun harus memiliki ukuran yang sesuai, nyaman saat digunakan, dan juga dapat digunakan untuk waktu yang cukup lama. Mengingat di masa tumbuh kembangnya saat ini, sebaiknya si Kecil tidak dibiasakan untuk menopang beban yang berlebih demi menjaga pertumbuhan tulang belakangnya.

Berdasarkan info yang saya dapat, ada beberapa hal yang perlu Ibu ketahui, yaitu:

  • Ibu sebaiknya memilih tas ransel yang memiliki dua tali pengikat. Agar beban dari buku-buku yang dibawa olehnya bisa ditopang oleh kedua pundak si Kecil dan bukan hanya satu.
  • Coba ukur berat badan si Kecil. Jika berat tubuhnya sekitar 25 kg, berarti beban tasnya tidak boleh melebihi 10% dari berat si Kecil atau 2.5 kg. Hal ini penting dipertimbangkan karena berkaitan erat dengan kemampuan tubuhnya untuk menjaga keseimbangan, yang nantinya akan berpengaruh terhadap pertumbuhan tulang.
  • Sebaiknya pilih ransel yang memiliki beberapa kompartemen, seperti tempat untuk menaruh botol minum di sisi kiri dan kanan tas si Kecil, atau kantung di bagian depan untuk menyimpan benda-benda yang lebih kecil.
  • Bersihkan tas si Kecil setiap ia pulang sekolah. Pastikan bahwa ia tidak menyimpan sisa bekal, air minum, atau perlengkapan lainnya yang dapat menambah beban pada ranselnya. Selain itu, cara ini juga dapat membantu Ibu agar dapat selalu memeriksa surat pemberitahuan atau tugas sekolahnya, yang bisa jadi lupa ia berikan kepada Ibu.
  • Ukuran ransel sebaiknya tidak lebih tinggi 3 cm dari pundak ataupun lebih rendah dari pinggul si Kecil. Mungkin beberapa dari Ibu termasuk yang menerapkan sistem membeli tas berukuran lebih besar agar bisa digunakan lebih lama. Sebaiknya ganti pola pikir yang seperti itu ya, Bu. Karena hal tersebut dapat mempengaruhi pertumbuhan tulang si Kecil.
  • Ketika memilih keperluannya, yang biasanya menarik perhatian si Kecil pertama kali adalah model dan gambar yang tertera pada barang tersebut. Begitu juga dengan tas ransel. Seringkali yang menjadi pilihan si Kecil adalah tas bergambar tokoh kartun favoritnya. Nggak apa Bu, jika ia memilih gambar tertentu, namun pastikan bahwa ukuran ranselnya sudah sesuai dengan berat dan tinggi badan, ya.

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa sekiranya sebanyak 30% anak-anak di usia sekolah menderita sakit pada bagian belakang dan leher. Hal ini disebabkan oleh jenis tas ransel yang digunakan atau beban yang harus dibawa oleh si Kecil. Maka dari itu, ada baiknya apabila Ibu mempertimbangkan beberapa tips yang sudah saya sebutkan di atas sebagai langkah mengurangi risiko terjadinya gangguan pertumbuhan pada tulang punggung yang juga berkaitan dengan tingkat stres pada anak. Sering membawa beban yang terlalu berat untuk jangka waktu yang cukup lama dapat meningkatkan risiko si Kecil mengalami gangguan pertumbuhan lho, Bu.

Nah, agar tumbuh kembang tulang serta ototnya tidak terganggu, sebaiknya perbanyak aktivitas bermain sekaligus berolahraga untuknya ya, Bu. Bermain di luar rumah bisa jadi alternatif yang baik, lho. Selain dapat melatih kemampuan bersosialisasi, ia juga dapat melatih kekuatan fisiknya. Jadi, tidak hanya merasa gembira, ia juga sekaligus mengoptimalkan perkembangan tubuhnya.

Semoga tips ini bermanfaat ya, Bu!