Share Like
Simpan

Tas ransel memang cukup praktis. Semua barang yang perlu dibawa si Kecil ke sekolah akan cukup dalam tas yang tersedia dalam berbagai warna dan foto tokoh favoritnya. Ia bisa berlari ke sana ke mari dengan bebas sambil membawa tas ransel di punggungnya.

Ransel atau backpack ini juga menjadi pilihan yang baik dibandingkan dengan tas bertali panjang untuk membawa buku dan barang lainnya. Karena beban ransel juga akan terbagi merata pada tubuh, dan otot-otot terkuat tubuh, yaitu punggung dan perut akan menyangga ransel ini. Namun ransel yang isinya berlebihan, terlalu berat dan tidak dipakai dengan cara yang seharusnya dapat menyebabkan masalah-masalah tertentu.

Menurut dr. Lori Karol, ahli pediatrik ortopedik dari Texas Scottish Rite Hospital for Children , ransel yang terlalu berat dapat menimbulkan nyeri. “Kadangkala ransel yang berat dapat mengganggu keseimbangan, sehingga dapat membuat anak terjatuh dan cedera,” ujar dr. William Hennrikus, Kepala Bagian Ortopedik pada American Academy of Paediatrics.

Bagaimana ransel bisa menyebabkan cedera?
Tubuh terdiri dari 33 ruas tulang belakang, dan di antara ruas-ruas tulang belakang terdapat diskus (cakram sendi) yang berperan sebagai peredam alami terhadap goncangan/getaran. Bila beban berat diletakkan pada pundak dengan cara kurang baik, maka tekanan yang ditimbulkan oleh beban tersebut akan menarik tubuh ke belakang. Untuk mengimbanginya, panggul atau lengkung punggung akan condong ke depan dan hal ini membuat tulang punggung tertekan secara tidak alami dan dapat menyebabkan nyeri pada pundak, leher, dan punggung.

Jika membawa ransel pada salah satu pundak, sama halnya dengan tas bertali panjang, tubuh akan condong ke salah satu sisi untuk mengimbangi beban, sehingga dapat menimbulkan nyeri punggung atas dan bawah, serta pundak dan leher.

Kadang si Kecil juga tidak sadar betapa berat dan besar ransel yang dibawanya, sehingga kadang tas tersebut dapat mencederai orang lain saat berada di dalam ruang yang sempit, misalnya di dalam bis sekolah.

Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons, si Kecil tidak boleh membawa ransel yang beratnya melebihi 15-20 persen berat badannya. Misalnya, bila berat badan si Kecil sekira 25 kg, berat ranselnya sebaiknya tidak boleh melebihi 5 kg. Sedangkan bila berat badan si Kecil sekira 37,5 kg, berat ransel sebaiknya tidak lebih dari 7,5 kg.

Sebelum mengisi ransel, sesuaikan panjang tali agar ransel ‘menempel’ pada punggung. Bila tas ‘terbentur’ punggung atau pantat saat berjalan, mungkin talinya terlalu panjang. Letakkan benda yang paling berat pada sisi ransel terdekat dengan punggung. Jangan lupa pakai ransel dengan kedua talinya di kedua sisi pundak.

Jadi, agar si Kecil tidak mengalami cedera atau nyeri akibat penggunaan ransel yang tidak tepat, ibu dapat memilihkan ransel dengan bantalan pundak yang tebal untuk si Kecil, jaga agar berat ransel tidak melebihi beban yang mampu ditopang tubuh si Kecil, serta ajari si Kecil untuk menekuk lututnya saat hendak mengangkat ranselnya. Bila Ibu kuatir dengan perkembangan fisik si Kecil terkait penggunaan tas ransel, maka Ibu dapat mempertimbangkan penggunaan tas beroda yang dapat dibawa dengan mendorong/menariknya, sehingga tidak perlu diletakkan di punggung. Untuk keterangan lebih lanjut, Ibu bisa berdiskusi dengan dokter anak.