Whatsapp Share Like Simpan

BAB bayi hijau kerap membuat orangtua khawatir. Pasalnya, warna kotoran bayi memang menentukan kondisi kesehatan si Kecil. Namun, Lantas jika BAB bayi hijau, apakah kondisi tersebut normal atau justru merupakan tanda adanya masalah kesehatan? 

Ibu tidak perlu khawatir, karena BAB bayi hijau termasuk kondisi yang normal dan biasa dialami oleh sebagian besar bayi. Bayi baru lahir misalnya, tak jarang warna fesesnya tampak hijau tua atau kehitaman yang disebut mekonium. Mekonium adalah cairan ketuban dan lendir yang tertelan bayi ketika masih berada di dalam kandungan, sehingga dikeluarkan setelah bayi baru lahir pada usia 1-3 hari melalui pup bayi.Teksturnya cenderung lengket dan berwarna hijau kehitaman.

Kondisi BAB bayi hijau juga bisa disebabkan oleh beragam faktor lain, seperti konsumsi ASI yang kurang tepat hingga adanya penyakit tertentu yang mungkin dialami oleh buah hati Ibu.

Bila tidak ada indikasi penyakit, BAB bayi hijau akan berubah warna seiring dengan proses tumbuh kembangnya. Perubahan tinja si Kecil tersebut bisa terlihat mulai dari hitam atau hijau tua, kuning, jingga, merah, hingga hijau. Ibu perlu memperhatikan perubahan tekstur, jumlah, dan warna fesesnya.

Penyebab BAB Bayi Hijau

Beberapa hari setelah lahir, kotoran bayi biasanya mengalami perubahan dari warna hitam menjadi kuning seperti mustard. Namun, selama masa transisi dari warna hitam ke kuning, Ibu mungkin saja akan melihat BAB bayi hijau. 

Artikel Sejenis

Seiring bertambahnya usia si Kecil, jenis dan pola makan juga akan berpengaruh terhadap warna pup bayi. Ketika BAB bayi hijau dan encer, Ibu mungkin merasa kaget dan khawatir jika sesuatu terjadi pada dirinya akibat melihat kondisi BAB bayi hijau. Oleh karena itu, penting bagi Ibu untuk mengetahui penyebab lain ketika BAB bayi hijau, di antaranya:

  1. Makanan yang dikonsumsi Ibu menyusui

    Salah satu penyebab BAB bayi hijau adalah makanan yang Ibu konsumsi. Makanan tersebut dapat memengaruhi kualitas ASI yang Ibu berikan kepada Si Kecil. BAB bayi hijau bisa disebabkan karena Ibu terlalu banyak mengonsumsi sayuran hijau atau makanan dan minuman yang mengandung pewarna hijau. Selain itu, Ibu yang sedang mengonsumsi suplemen zat besi juga bisa memengaruhi kualitas ASI dan menyebabkan BAB bayi hijau

  2. Tumbuh gigi

    Ketika bayi mengalami tumbuh gigi, tubuhnya akan memproduksi air liur secara berlebih. Otomatis, si Kecil pun menelan air liur tersebut hampir setiap saat. Nah, jika ia terlalu banyak menelannya, liur yang tercerna dalam perut akhirnya dapat menyebabkan BAB bayi hijau.

  3. Foremilk dan hindmilk

    BAB bayi hijau juga bisa muncul karena si Kecil terlalu banyak mengonsumsi ASI rendah kalori atau disebut juga ASI foremilk dan terlalu sedikit menerima ASI tinggi lemak atau disebut juga ASI hindmilk. Foremilk merupakan ASI encer yang pertama kali keluar saat Ibu menyusui. Sementara, hindmilk merupakan ASI yang lebih kental dan muncul pada akhir proses Ibu menyusui. Pemberian foremilk dan hindmilk ini sebaiknya seimbang. Oleh karena itu, Ibu bisa membiarkan Si Kecil menyusu pada satu sisi payudara lebih lama, agar mendapatkan lemak susu yang lebih tinggi. Ibu juga bisa memulai proses menyusui dengan sisi payudara yang terakhir diisap oleh bayi.

    Selain memerhatikan keseimbangan foremilk dan hindmilk untuk menjaga agar bayi terhindar dari risiko BAB bayi hijau, penting bagi Ibu untuk terus meningkatkan kualitas ASI dengan mengonsumsi susu Frisian Flag PRIMAMUM yang mengandung protein, serat pangan, asam folat, zat besi, serta kalsium. Susu ini diformulasikan khusus Ibu hamil dan Ibu menyusui sehingga dapat menjadi tambahan nutrisi untuk menjaga kesehatan Ibu dan si Kecil.

  4. Alergi

    Selain penyebab di atas, BAB bayi hijau juga bisa terjadi karena bayi mengalami alergi. lho, Bu. Alergi dapat dipicu oleh makanan yang si Kecil konsumsi. Coba Ibu perhatikan, jika BAB bayi hijau setiap diberi ASI atau makanan tertentu, kemudian kondisi tersebut disertai ruam, gatal, lebih rewel, atau sering bersin, maka bisa jadi kondisi tersebut merupakan pertanda si Kecil mengalami alergi. Jika kondisi ini terjadi, segeralah periksakan si Kecil ke dokter anak untuk mengetahui penyebab alergi, BAB bayi hijau, dan cara mengatasinya dengan tepat.

  5. Si Kecil sedang sakit

    Meskipun BAB bayi hijau tergolong kondisi normal, namun pada beberapa kasus, kondisi tersebut justru menunjukkan si Kecil sedang sakit, misalnya diare. Ibu bisa melihat tanda-tanda BAB bayi hijau akibat diare jika frekuensi BAB Si Kecil jadi lebih sering dari biasanya, terlihat lemas, dan tekstur tinjanya encer atau cair. Diare pada bayi juga biasanya disertai dengan gejala lain, seperti:

    • Demam
    • Mual dan muntah
    • Nafsu makan atau menyusu jadi menurun
    • Tinja berwarna gelap atau disertai bercak darah
    • Mulut si Kecil lebih kering
    • Tidak mengeluarkan air mata saat menangis
    • Si Kecil mudah mengantuk
    • Tampak lemas atau tidak aktif seperti biasanya
    • Mata si Kecil terlihat cekung

Jika Ibu menyadari si Kecil mengalami gejala-gejala di atas, maka bisa jadi diare yang dialami si Kecil telah menyebabkan ia mengalami dehidrasi yang bisa menjadikan BAB bayi hijau. Solusinya, Ibu perlu memberikan si Kecil ASI lebih sering dari biasanya.

Namun, jika si Kecil sudah berusia 6 bulan ke atas dan sudah bisa mengonsumsi Makanan Pendamping ASI (MPASI), maka berikanlah si Kecil ASI dan air putih lebih banyak, serta tambahan cairan rehidrasi oral, seperti pedialit atau oralit setiap kali anak BAB atau muntah.

Cara mengatasi BAB Bayi Hijau

Setelah memahami penyebab BAB bayi warna fesesnya hijau, ada beberapa cara yang bisa Ibu lakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Cara mengatasi penyebab BAB bayi hijau ini bisa Ibu lakukan dengan mudah di rumah. Perlu dipahami dalam mengatasi BAB bayi yang warna fesesnya hijau ini, Ibu jangan terlanjur panik terlebih dahulu. Berikut adalah langkah yang bisa Ibu lakukan.

  1. Berikan ASI dari payudara secara bergantian

    Salah satu langkah untuk mengatasi BAB bayi hijau yang bisa Ibu lakukan di rumah adalah dengan cara memberikan ASI dari satu payudara terlebih dahulu. Pastikan Ibu untuk memberikan ASI dari satu payudara secara menyeluruh sebelum pindah ke payudara satunya.

    Alangkah baiknya Ibu terus memberikan ASI dari satu payudara hingga bayi merasa kenyang atau hingga payudara tidak lagi dapat menyalurkan ASI. Hal ini dilakukan untuk mengatasi BAB bayi hijau, sehingga si buah hati bisa mendapatkan ASI dengan kandungan asupan secara optimal, terutama lemak yang tinggi. Kandungan asupan yang diterima bayi termasuk lemak tinggi akan membantu proses pencernaan jadi lebih baik sehingga BAB bayi hijau bisa teratasi.

  2. Pastikan mulut bayi tepat saat menyusui

    Tidak sekadar memberikan ASI dari payudara saja, pada prosesnya, untuk mengatasi BAB Bayi hijau, pastikan mulut bayi berada dalam posisi yang tepat. Posisi mulut atau bibir bayi yang baik saat menyusui adalah mencakup seluruh bagian puting hingga sekitar areola. 

    Ibu juga bisa merasakan sendiri apakah mulut bayi sudah menempel secara baik atau belum. Jika belum, kembali atur posisi menyusui bayi secara perlahan agar ASI dan kandungan nutrisi di dalamnya bisa tersalurkan dengan baik sehingga menghindari risiko BAB bayi hijau yang berkelanjutan.

Warna Feses Bayi Berdasarkan Kondisi Kesehatannya

Warna feses amat menentukan kondisi kesehatan bayi, terutama pada satu tahun pertama kehidupannya. Berikut ini penjelasan singkat mengenai warna feses berdasarkan kondisi kesehatan bayi, antara lain:

  1. Hitam

    Warna feses bayi hitam menunjukkan kondisi yang normal pada bayi baru lahir. Warna ini dikatakan tidak normal jika dialami oleh bayi yang sudah berusia balita. Tinja bayi baru lahir yang berwarna hitam dengan konsistensi kental dinamakan mekonium. Isinya terdiri dari lendir, jaringan kulit, dan cairan amniotik. Warna tinja yang hitam ini tidak boleh berlangsung lebih dari beberapa hari setelah si Kecil lahir.

  2. Kuning kecokelatan

    Warna feses bayi yang kuning kecokelatan termasuk kondisi normal dan biasanya muncul setelah mekonium selesai dikeluarkan. Warna ini pun sebagai tanda si Kecil mengonsumsi ASI.

  3. Kuning terang

    Warna tinja yang kuning terang bisa dikatakan normal pada bayi yang diberi ASI. Namun, jika warna tinja si Kecil kuning terang disertai frekuensi buang air besar dan kecil lebih sering dari biasanya, maka kemungkinan si Kecil mengalami diare.

  4. Merah

    Warna tinja atau kotoran bayi yang merah bisa dianggap normal jika Ibu atau si Kecil telah mengonsumsi makanan atau minuman yang berwarna dasar merah. Namun, pada beberapa kondisi, warna tinja merah bisa disebabkan karena adanya perdarahan akibat infeksi pencernaan. Sebaiknya Ibu konsultasi dengan dokter anak agar si Kecil mendapat penanganan yang tepat.

  5. Cokelat kehijauan

    Warna tinja atau kotoran bayi dengan perpaduan cokelat dan feses bayi berwarna hijau termasuk kondisi yang normal dan biasanya dialami oleh bayi yang telah diberikan susu formula.

  6. Putih atau abu-abu

    Bayi juga bisa mengeluarkan tinja yang berwarna putih lho. Ibu harus hati-hati jika kondisi ini dialami si Kecil karena gejala tersebut merupakan kondisi yang serius dan harus segera mendapat penanganan dari dokter.

Seperti itulah penyebab BAB bayi hijau dan warna tinja bayi lainnya yang dapat dijadikan tolak ukur untuk mengetahui kondisi tubuh si Kecil. Pastikan Ibu mengetahui warna, tekstur, dan frekuensi BAB si Kecil, agar dapat mencegah terjadinya gangguan kesehatan yang lebih serius.

Kesehatan pencernaan bayi dipengaruhi oleh ASI. Untuk menghasilkan ASI dengan kualitas terbaik, Ibu juga perlu memerhatikan asupan nutrisi prima agar si Kecil terhindar dari kondisi BAB bayi hijau. Selain dari makanan, Ibu juga bisa melengkapi asupan nutrisi harian selama menyusui dengan rutin mengonsumsi susu Frisian Flag PRIMAMUM.

Susu ini kaya akan sumber 9 Asam Amino Esensial (9AAE) yang amat mempengaruhi kualitas ASI. ASI dengan kandungan hindmilk (lemak) lebih banyak, tentu baik untuk pertumbuhan si Kecil sekaligus tak lagi mengalami BAB bayi hijau. Selain itu, Frisian Flag PRIMAMUM tinggi kalsium dan tinggi vitamin C yang berguna mengoptimalkan pertumbuhan bayi. Susu ini juga diperkaya dengan asam folat, omega 3 (ALA), omega 6 (LA), serta tinggi DHA untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan sel otak si Kecil. 

Ibu menyusui biasanya juga lebih rentan terganggu daya tahan tubuhnya. Nah, Frisian Flag PRIMAMUM dengan kandungan tinggi zat besi, tinggi zinc, dan sumber serat pangan inulin siap mendukung daya tahan tubuh Ibu selama menyusui agar sukses memberikan ASI eksklusif untuk si Kecil. Frisian Flag PRIMAMUM Tersedia dalam rasa cokelat yang bisa dikonsumsi dalam suhu panas maupun dingin lho, busui pasti suka! 

Ketika menyusui, mungkin Ibu sering merasa penasaran apakah ASI yang diberikan sudah benar-benar memenuhi kebutuhan si Kecil? Tanda bayi cukup ASI, salah satunya bisa dilihat melalui berat badan. Cek pertumbuhan dan perkembangan bayi lebih lanjut, melalui fitur Rapor Tumbuh Kembang Prima yang terdapat dalam Akademi Keluarga Prima. Lewat fitur ini, tinggi badan anak, berat badan, lingkar kepala, dan indeks massanya akan diukur, serta disesuaikan dengan grafik pertumbuhan dari WHO. Klik di sini untuk mencobanya sekarang.

Ditinjau oleh: Yeni Novianti, S.Gz