Whatsapp Share Like Simpan

Warna tinja bayi memang menentukan kondisi kesehatan si Kecil. Namun, bagaimana jika BAB bayi hijau? Apakah kondisi tersebut normal atau justru merupakan tanda adanya masalah kesehatan? Ibu tidak perlu khawatir karena BAB bayi hijau termasuk kondisi yang normal dan biasa dialami oleh sebagian besar bayi. Kondisi BAB bayi hijau ini bisa disebabkan oleh beragam faktor, seperti faktor konsumsi ASI, susu formula, hingga faktor penyakit yang mungkin dialami oleh si Kecil. 

Meskipun begitu, Ibu tetap perlu memperhatikan adanya perubahan tekstur, jumlah, dan warna BAB pada si Kecil. Sebab, hal tersebut merupakan salah satu faktor yang menunjukkan kondisi kesehatan si Kecil secara keseluruhan. Bayi baru lahir memang mengeluarkan tinja berwarna hijau tua atau kehitaman yang disebut mekonium. Warna tersebut akan berubah seiring dengan proses tumbuh kembangnya. Perubahan tinja si Kecil tersebut bisa terlihat mulai dari hitam atau hijau tua, kuning, jingga, merah, hingga hijau. Namun untuk beberapa kondisi, BAB bayi hijau bisa menjadi tanda adanya kondisi kesehatan pada si Kecil.

Penyebab BAB Bayi Hijau

Pada usia beberapa hari setelah lahir, tinja bayi biasanya mengalami perubahan dari warna hitam menjadi kuning seperti mustard. Namun, selama masa transisi dari warna hitam ke kuning, Ibu mungkin saja akan melihat BAB bayi hijau.

Seiring bertambahnya usia si Kecil, jenis dan pola makan juga akan berpengaruh terhadap warna tinja si Kecil. Ketika BAB bayi hijau dan encer, Ibu mungkin merasa kaget dan khawatir jika sesuatu terjadi pada dirinya. Oleh karena itu, penting bagi Ibu untuk mengetahui penyebab lain ketika BAB bayi hijau, di antaranya:

  1. Makanan yang dikonsumsi Ibu menyusui

    Salah satu penyebab BAB bayi hijau adalah makanan yang Ibu konsumsi. Makanan tersebut dapat memengaruhi kualitas ASI yang Ibu berikan kepada Si Kecil. BAB bayi hijau bisa disebabkan karena Ibu terlalu banyak mengonsumsi sayuran hijau atau makanan dan minuman yang mengandung pewarna hijau. Selain itu, Ibu yang sedang mengonsumsi suplemen zat besi juga bisa memengaruhi kualitas ASI dan menyebabkan BAB bayi hijau

    Artikel Sejenis

  2. Tumbuh gigi

    Saat si Kecil tumbuh gigi, tubuhnya akan memproduksi air liur secara berlebih. Si Kecil pun secara tidak sengaja bisa menelan air liur tersebut. Nah, jika ia terlalu banyak menelan air liur tersebut, maka dapat menyebabkan BAB bayi hijau.

  3. Foremilk dan hindmilk 

    BAB bayi hijau juga bisa muncul karena si Kecil terlalu banyak mengonsumsi ASI rendah kalori atau disebut juga ASI foremilk dan terlalu sedikit menerima ASI tinggi lemak atau disebut juga ASI hindmilk. Foremilk merupakan ASI encer yang pertama kali keluar saat Ibu menyusui. Sementara, hindmilk merupakan ASI yang lebih kental dan muncul pada akhir proses Ibu menyusui. Pemberian foremilk dan hindmilk ini sebaiknya seimbang. Oleh karena itu, Ibu bisa membiarkan Si Kecil menyusu pada satu sisi payudara lebih lama, agar mendapatkan lemak susu yang lebih tinggi. Ibu juga bisa memulai proses menyusui dengan sisi payudara yang terakhir diisap Si Kecil. 

    Selain memerhatikan keseimbangan foremilk dan hindmilk, penting bagi Ibu untuk terus meningkatkan kualitas ASI dengan mengonsumsi susu Frisian Flag MAMA yang mengandung protein, serat pangan, asam folat, zat besi, serta kalsium. Susu ini diformulasikan khusus Ibu hamil dan Ibu menyusui sehingga dapat menjadi tambahan nutrisi untuk menjaga kesehatan Ibu dan si Kecil.

  4. Alergi

    Selain penyebab di atas, BAB bayi hijau juga bisa terjadi karena si Kecil mengalami alergi. Lho, Bu. Alergi dapat dipicu oleh makanan yang si Kecil konsumsi atau jika Si Kecil diberikan susu formula. Coba Ibu perhatikan, jika BAB Bayi hijau setiap diberi ASI atau makanan tertentu, kemudian kondisi tersebut disertai ruam, gatal, lebih rewel, atau sering bersin, maka bisa jadi kondisi tersebut merupakan pertanda si Kecil mengalami alergi. Jika kondisi ini terjadi, segeralah periksakan si Kecil ke dokter untuk mengetahui penyebab alergi, BAB bayi hijau, dan cara mengatasinya dengan tepat.

    Baca juga: Bagaimana Dampak Kekurangan Asam Amino pada Bayi?

  5. Si Kecil sedang sakit

    Meskipun BAB bayi hijau tergolong kondisi normal, namun pada beberapa kasus, kondisi tersebut justru menunjukkan si Kecil sedang sakit, misalnya diare. Ibu bisa melihat tanda-tanda BAB bayi hijau akibat diare jika frekuensi BAB Si Kecil jadi lebih sering dari biasanya, terlihat lemas, dan tekstur tinjanya encer atau cair. Diare pada bayi juga biasanya disertai dengan gejala lain, seperti:

    • Demam
    • Mual dan muntah
    • Nafsu makan atau menyusu jadi menurun
    • Tinja berwarna gelap atau disertai bercak darah
    • Mulut si Kecil lebih kering
    • Tidak mengeluarkan air mata saat menangis
    • Si Kecil mudah mengantuk
    • Tampak lemas atau tidak aktif seperti biasanya
    • Mata si Kecil terlihat cekung

Jika Ibu menyadari si Kecil mengalami gejala-gejala di atas, maka bisa jadi diare yang dialami si Kecil telah menyebabkan ia mengalami dehidrasi. Solusinya, Ibu perlu memberikan si Kecil ASI lebih sering dari biasanya. Namun, jika si Kecil sudah berusia 6 bulan ke atas dan sudah bisa mengonsumsi Makanan Pendamping ASI (MPASI), maka berikanlah si Kecil ASI dan air putih lebih banyak, serta tambahan cairan rehidrasi oral, seperti pedialit atau oralit, setiap kali si Kecil BAB atau muntah. 

Warna Tinja Bayi Berdasarkan Kondisi Kesehatannya

Warna tinja bayi menentukan kondisi kesehatan tertentu pada si Kecil, terutama pada satu tahun pertama kehidupannya. Berikut ini penjelasan singkat mengenai warna tinja Bayi berdasarkan kondisi kesehatannya, antara lain: 

  • Hitam

    Warna tinja hitam menunjukkan kondisi yang normal pada bayi baru lahir. Warna ini dikatakan tidak normal jika dialami oleh bayi yang sudah berusia balita. Tinja bayi baru lahir yang berwarna hitam dengan konsistensi kental dinamakan mekonium. Isinya terdiri dari lendir, jaringan kulit, dan cairan amniotik. Warna tinja yang hitam ini tidak boleh berlangsung lebih dari beberapa hari setelah si Kecil lahir.

  • Kuning kecokelatan

    Warna tinja bayi yang kuning kecokelatan termasuk kondisi normal dan biasanya muncul setelah mekonium selesai dikeluarkan. Warna ini pun sebagai tanda si Kecil mengonsumsi ASI.

  • Kuning terang

    Warna tinja yang kuning terang bisa dikatakan normal pada bayi yang diberi ASI. Namun, jika warna tinja si Kecil kuning terang disertai frekuensi buang air besar dan kecil lebih sering dari biasanya, maka kemungkinan si Kecil mengalami diare. 

  • Merah

    Warna tinja bayi yang merah bisa dianggap normal jika Ibu atau si Kecil telah mengonsumsi makanan atau minuman yang berwarna dasar merah. Namun, pada beberapa kondisi, warna tinja merah bisa disebabkan karena adanya perdarahan akibat infeksi pencernaan. Sebaiknya Ibu konsultasi dengan dokter agar si Kecil mendapat penanganan yang tepat.

  • Cokelat kehijauan

    Warna tinja dengan perpaduan cokelat dan hijau termasuk kondisi yang normal dan biasanya dialami oleh bayi yang telah diberikan susu formula.

  • Putih atau abu-abu

    Bayi juga bisa mengeluarkan tinja yang berwarna putih lho. Ibu harus hati-hati jika kondisi ini dialami si Kecil karena gejala tersebut merupakan kondisi yang serius dan harus segera mendapat penanganan dari dokter.

Itulah penyebab BAB bayi hijau dan warna tinja bayi lainnya yang dapat dijadikan tolak ukur untuk mengetahui kondisi tubuh si Kecil. Pastikan Ibu mengetahui warna, tekstur, dan frekuensi BAB si Kecil, agar dapat mencegah terjadinya gangguan kesehatan yang lebih serius.