Share Like
Simpan

Wah, si Kecil sebentar lagi memasuki usia sekolah. Sebagai orang tua yang menginginkan si Kecil mendapatkan pendidikan terbaik, kini Ibu tentu mulai sibuk mencari beragam info seputar sekolah terbaik untuknya, ya? Wajar kok, Bu. Dulu, saya juga demikian. Sebab, menurut artikel yang pernah saya baca di sebuah forum diskusi anak online, sekolah yang kita pilih untuk si Kecil juga memengaruhi tumbuh kembang balita kelak.

Dari artikel itu pula, saya jadi mengetahui beberapa hal yang perlu orang tua perhatikan sebelum menentukan sekolah pilihan untuk si Kecil. Berikut selengkapnya. Simak yuk, Bu:

1. Sistem Pendidikan yang Diterapkan

Sedikit banyak, Ibu mungkin sudah tahu ya bahwa sistem pendidikan yang diterapkan di tiap taman kanak-kanak berbeda. Ada sekolah yang menitikberatkan pendidikan kepribadian serta karakter, dan ada pula yang mengutamakan pendidikan akademik.

Mengingat sistem yang berbeda ini membawa efek yang berbeda untuk si Kecil, pilihlah sekolah yang menerapkan sistem pendidikan sesuai tujuan Ibu. Misalnya, bila Ibu memasukkan si Kecil ke TK supaya ia bisa mengenal huruf dan mampu membaca lebih dini, maka Ibu bisa memilih TK yang mengutamakan pendidikan akademik, Bu. Sebaliknya, bila Ibu menginginkan TK yang membantu Ibu membentuk karakter dan kepribadian si Kecil dengan baik, Ibu bisa memasukkan si Kecil ke sekolah dengan kurikulum yang disusun untuk membentuk kepribadian dan karakter anak sejak dini.

2. Perhatikan Kualitas Tenaga Pendidik

Hal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah kualitas tenaga pendidik di sekolah tersebut. Untuk mendapatkan info seputar cara guru di sekolah tersebut mengajar dan berinteraksi dengan tiap anak, Ibu bisa bertanya pada kerabat atau tetangga Ibu yang sudah lebih dulu menyekolahkan anaknya di sana. Bahkan, bila memang dirasa perlu, Ibu juga bisa bertanya langsung pada pihak sekolah terkait hal ini.

3. Jumlah Siswa dalam Satu Kelas

Di samping kualitas tenaga pendidik yang ada di sekolah itu, Ibu juga perlu mencari info seputar kuota/jumlah siswa di tiap kelas, Bu. Semakin sedikit jumlah siswa di kelas, semakin besar pula kemungkinan si Kecil bisa mendapat pendampingan intens dari gurunya di sekolah. Sebab, guru harus membagi perhatiannya secara merata ke seluruh muridnya.

Sebagai info tambahan, artikel yang saya baca menyebutkan, untuk tingkat TK, idealnya jumlah murid di tiap kelas tidak lebih dari 20 orang, Bu.

4. Keterlibatan Orang tua dalam Proses Belajar-Mengajar

Tahukah Ibu, supaya proses belajar-mengajar makin optimal, sekolah perlu mengikutsertakan orang tua dalam berbagai kegiatan sekolah. Hal ini biasanya dilakukan dengan mengadakan aksi sosial hasil kerja sama pihak sekolah dengan orangtua murid, memberikan PR yang perlu dikerjakan oleh orang tua dan si Kecil, dan meningkatkan frekuensi diskusi antara pihak sekolah dan orang tua dalam memantau perilaku si Kecil di sekolah. Jadi, sebisa mungkin, usahakan sekolah yang Ibu pilih untuk si Kecil tergolong sekolah yang banyak melibatkan orang tua dalam proses belajar-mengajar, ya.

5. Seberapa Kooperatif Sekolah Tersebut

Untuk bisa memantau kemajuan si Kecil di sekolah, Ibu tentu membutuhkan informasi seputar tumbuh kembang balita kesayangan Ibu dari pihak sekolah secara langsung, Ini sebabnya, penting sekali bagi sekolah bisa mengakomodir keinginan orang tua untuk mendapatkan info lengkap seputar perkembangan si Kecil. Ini juga jadi poin penting yang perlu Ibu pertimbangkan saat menentukan akan bersekolah di mana si Kecil nantinya. Semakin kooperatif sekolah terhadap orang tua tentu membuat Ibu makin mudah memantau tumbuh kembang si Kecil, kan?

Hal lain yang tak kalah penting, sekolah pilihan Ibu harus bisa membuat si Kecil merasa nyaman supaya ia lebih mudah belajar dan bersosialisasi dengan lingkungan barunya. Terkait hal ini, Ibu bisa memanfaatkan trial class, yaitu sesi kelas gratis yang biasanya diadakan oleh sekolah untuk calon murid. Dari sesi ini, Ibu bisa mengetahui apakah si Kecil akan senang bersekolah di sana atau justru sebaliknya.

Nah, selamat memilih sekolah untuk si Kecil, Bu!