Whatsapp Share Like
Simpan

Hai Bu! Bagaimana kabar Ibu dan si Kecil? Semoga selalu baik dan sehat, ya. Kali ini saya ingin berbagi pengalaman soal si Kecil. Sebagai Ibu, saya banyak mendampingi proses tumbuh kembangnya di periode ini, khususnya sejak ia berusia 3 bulan hingga sebentar lagi akan mencapai usia setahun. Nah, tempo hari saya sempat membaca artikel di sebuah situs kesehatan dan menemukan informasi bahwa ada bermacam aktivitas yang bisa Ibu lakukan untuk memacu perkembangan otak bayi. Aktivitas ini ternyata memengaruhi kecerdasan si Kecil serta pertumbuhannya. Oleh karena itu, demi tumbuh kembang optimal si Kecil sejak usia dini, saya pun mulai mempraktikkan beberapa kegiatan tersebut.

Ada lima aktivitas yang saya lakukan bersama si Kecil dan bisa Ibu lakukan juga di rumah. Simak selengkapnya, Bu!

1. Beri si Kecil Sentuhan Sesering Mungkin

Memberikan si Kecil sentuhan, usapan, pelukan, dan ciuman sayang ternyata bermanfaat baginya, Bu. Ibu sudah bisa mulai melakukannya lebih sering dan rutin sejak si Kecil berumur 3 bulan. Sentuhan lembut pada bagian tubuh si Kecil akan membantu mengasah kemampuan otaknya untuk merespon suatu hal sehingga tubuhnya ikut bereaksi. Selain itu, kegiatan ini akan mempererat hubungan emosional Ibu dan si Kecil, lho.

2. Buat Bunyi-Bunyian

Bunyi-bunyian, baik dari tepukan tangan Ibu, panggilan namanya, atau ketika si Kecil memegang mainan yang bersuara, akan membuatnya menengok dan mendekati sumber bunyi. Selain melatih indra pendengaran dan konsentrasinya, kegiatan ini mampu mengasah kemampuan otak dan merangsang kecerdasannya. Si Kecil juga akan mulai belajar bahwa bunyi tertentu dihasilkan oleh benda atau kegiatan tertentu. Bisa jadi, ia juga akan merespon dengan suaranya. Umumnya, dalam 6 bulan pertamanya, si Kecil sudah peka terhadap suara di sekelilingnya. 

3. Gantung Mainan di Atas Tempat Tidur

Tahukah, Ibu? Mainan yang digantung di atas tempat tidur si Kecil akan melatih koordinasi antara mata dan tangannya. Si Kecil akan belajar untuk fokus terhadap apa yang ia lihat sebelum mencoba meraihnya. Gerakan tangan si Kecil untuk menggapai mainan bisa melatih ototnya. Ibu dapat melakukan ini ketika si Kecil sudah berusia lebih dari 6 bulan.

4. Biarkan si Kecil Bermain dan Bergerak 

Di usia 8 bulan, si Kecil umumnya sudah aktif bergerak dengan cara merangkak. Oleh sebab itu, Ibu bisa membiarkannya bergerak bebas ketika ia sedang berada di lantai yang beralas empuk. Otot si Kecil akan terlatih ketika ia menggerakan seluruh anggota tubuhnya untuk merangkak di sekitarnya atau duduk. Kegiatan ini juga berperan dalam merangsang perkembangan motorik si Kecil.

O iya, ketika si Kecil sudah mulai belajar merangkak, duduk, dan berjalan, Ibu bisa mengurangi intensitas untuk menempatkan si Kecil di kereta bayi agar ia lebih aktif bergerak. Namun, pastikan si Kecil tetap mendapat perhatian dan pengawasan dari Ibu, ya. 

5. Bacakan si Kecil Cerita dari Buku Bergambar

Walaupun si Kecil belum mampu mencerna kata-kata orang lain sepenuhnya, Ibu bisa mulai membacakan cerita dari buku bergambar di periode usia 8-12 bulan. Suara Ibu ketika membaca cerita akan semakin melatih pendengaran si Kecil dan perkembangan bahasanya, sehingga membantu ia bicara kelak. Selain itu, perpaduan warna-warna cerah di dalam buku bergambar juga mampu mengenalkannya pada objek-objek baru dan merangsang kreativitasnya di kemudian hari.  

Cukup sederhana ya, Bu, aktivitas pendukung perkembangan otak bayi serta kemampuan fisiknya. Semoga tulisan yang saya bagikan ini bisa bermanfaat, sehingga si Kecil semakin kuat dan pintar. Yuk, Bu, segera coba di rumah bersama si Kecil agar tumbuh kembangnya optimal!