Share Like
Simpan

Gemas sekali ya, Bu, melihat si Kecil makin aktif berceloteh dengan kosakata yang kian beragam? Sejak memasuki usia dua tahun, umumnya kemampuan berbicara balita memang sudah lebih baik ketimbang sebelumnya. Tak hanya mampu menjawab dan menerima perintah sederhana, si Kecil kini bahkan sudah bisa memulai percakapan sederhana bersama Ibu. Dengan begini, cara yang Ibu terapkan untuk mengajari anak bicara pun bisa lebih variatif dan interaktif.

Meski begitu, di usia 2-3 tahun, balita kadang masih kesulitan mengekspresikan keinginan dan pendapatnya, Bu. Hal ini dikarenakan kemampuannya dalam merangkai kata demi kata masih terbatas. Padahal, keterampilan berbicara yang satu ini erat kaitannya dengan kelancaran sosialisasi anak kelak, lho. Oleh sebab itu, menurut artikel yang saya baca di forum diskusi perkembangan anak online, Ibu perlu melakukan beberapa hal agar si Kecil lebih ekspresif saat mengungkapkan pendapat ataupun keinginannya. Berikut selengkapnya.

  1. Contohkan Cara Berkomunikasi yang Ekspresif

Seperti yang Ibu tahu, di usia balita, si Kecil begitu senang meniru hal yang ia lihat dan dengar dalam kesehariannya. Begitu pun dengan cara berkomunikasi Ibu. Oleh karena itu, berusahalah lebih ekspresif saat  mengajari si Kecil berbicara ya, Bu. Ibu bisa lebih sering menjelaskan aktivitas yang tengah dilakukan dengan kalimat lengkap di hadapan si Kecil. Misalnya, sambil menyiapkan makanan untuk balita kesayangan, Ibu bisa berkata, “Sekarang Ibu sedang menyiapkan makanan untuk Adik.” Di lain kesempatan, sewaktu menemani si Kecil bermain di taman, Ibu bisa mendeskripsikan apa yang si Kecil lakukan. Misalnya, “Saat ini, Adik sedang naik ayunan.”

Lakukan hal ini secara konsisten setiap kali berkomunikasi dengan si Kecil. Makin sering dilakukan, balita kesayangan Ibu akan semakin paham cara menyusun kalimat saat berkomunikasi. Setelah itu, pelan-pelan ia akan mulai meniru cara Ibu, sehingga nantinya komunikasi yang si Kecil lakukan akan lebih jelas dan ekspresif.

  1. Bantu Anak Melengkapi Kalimatnya

 

Karena belum paham cara menyampaikan keinginannya lewat kalimat yang jelas, biasanya di usia 2 tahun, balita hanya menyebutkan satu kata untuk mengekspresikan keinginannya. Contohnya, saat lapar, si Kecil hanya akan berkata “lapar” atau “makan” saja, Bu.

Nah, agar balita kesayangan Ibu lebih jelas dan ekspresif dalam menyampaikan keinginannya, Ibu bisa membantu ia melengkapi kalimatnya. Misalnya, bila si Kecil berkata “makan,” Ibu bisa membantunya melengkapi kalimat tersebut dengan berkata, “Oh, Adik mau makan?” Lewat cara ini, pelan-pelan si Kecil akan paham bahwa semestinya ia tak hanya berkata “makan” saat meminta makanan, sehingga ia belajar menggunakan kalimat yang lebih jelas dan tersusun baik.

  1. Hadapkan si Kecil pada Beberapa Pilihan

Selanjutnya, Ibu juga bisa lebih sering menghadapkan si Kecil pada beberapa pilihan, supaya ia punya lebih banyak kesempatan untuk berlatih menyampaikan keinginannya. Contohnya, saat berada di taman bermain, Ibu bisa bertanya padanya, “Adik mau naik ayunan atau perosotan dulu?” Bisa juga saat berada di dapur, Ibu bertanya, “Adik mau minum susu atau jus?” Hal ini secara tak langsung akan memancing si Kecil untuk berlatih menyampaikan keinginannya, Bu. Setelah ia menjawab, Ibu bisa mengajukan pertanyaan lanjutan lho, supaya percakapan semakin panjang.

  1. Biarkan si Kecil Mengingatkan Ibu

 

Selain tiga cara di atas, Ibu juga bisa memancing si Kecil untuk lebih ekspresif dalam berkomunikasi dengan berpura-pura lupa melakukan sesuatu. Misalnya, saat Ibu dan balita tersayang akan membuat susu bersama di dapur, berpura-puralah lupa mengaduk susu dengan sendok sebelum memberikan padanya.

Mengingat si Kecil sudah biasa melihat tahap demi tahap pembuatan susu sebelum disajikan, kemungkinan besar ia akan terpancing untuk mengingatkan Ibu agar mengaduk susu terlebih dulu sebelum memberikannya. Dengan begitu, si Kecil secara tak langsung menjadi lebih komunikatif kan, Bu?

  1. Berikan Pertanyaan Terbuka

Terakhir, Ibu juga bisa lebih sering mengajukan pertanyaan-pertanyaan terbuka agar ia punya kesempatan untuk berlatih mengungkapkan pendapatnya secara langsung. Ada banyak pertanyaan terbuka yang bisa Ibu sampaikan. Misalnya, menggunakan kata “kenapa” saat bertanya, seperti, “Kenapa hari ini Adik mau pakai baju berwarna biru?” atau, “Kenapa Adik suka bermain di taman?”

Dengan pertanyaan terbuka semacam ini, si Kecil akan terpancing untuk mengungkapkan pendapatnya, Bu. Berbeda dengan pertanyaan tertutup, pertanyaan semacam ini membutuhkan jawaban berupa alasan. Jadi, ia akan menjawab dengan pendapatnya pribadi dan menggunakan kalimat yang lebih lengkap.

Lima cara mudah tersebut bisa Ibu coba untuk mengajari anak bicara agar semakin lancar saat menyampaikan keinginan maupun pendapatnya, Bu. Yuk, lakukan lima cara ini lebih sering, supaya pelan-pelan kemampuan komunikasi si Kecil semakin membaik sehingga kelak ia bisa bersosialisasi dengan lancar di lingkup sosial yang lebih luas. Selamat mencoba, Bu!