Share Like
Simpan

Ketika Ibu dan pasangan merasa sudah siap untuk menjadi orang tua, Ibu bisa mulai melakukan langkah-langkah perbaikan pola makan agar bisa segera hamil.

Ternyata, teori lama ini memang masih manjur lho! Karena pola makan yang tidak sehat dan gaya hidup yang buruk, misalnya merokok dan alkohol, terbukti dapat menurunkan tingkat kesuburan.

Jika kita secara cerdas dapat memilih menu makanan yang sehat dan bergizi, maka hormon serta produksi sel telur bisa lebih optimal. Itulah yang menyebabkan makanan yang tepat akan membantu sistem reproduksi menjadi lebih subur. Nah, cara ini bisa Ibu pakai sebagai alternatif untuk bantu mewujudkan impian segera punya momongan.

Berikut adalah lima jenis minuman dan makanan yang dapat meningkatkan kesuburan baik untuk Ibu maupun pasangan:

• Minum Susu
Cukup sederhana ya Bu? Susu sesungguhnya tak hanya membantu tingkatkan kesuburan, tetapi juga menunjang kebugaran. Kalsium dan zat besi dalam produk susu secara efektif memperkuat tulang, meningkatkan kesuburan dan membuat Ibu tetap enerjik. Kalsium pun diketahui berperan penting selama fase pra-kehamilan untuk bantu sistem reproduksi berfungsi lebih efisien.

Menurut penelitian, produk susu yang dikonsumsi untuk tingkatkan kesuburan sebaiknya memiliki kandungan lemak tinggi. Meskipun belum diketahui alasannya, tapi menurut studi terakhir produk susu rendah lemak tidak memiliki efek positif yang sama.

Karena itu, Ibu dan pasangan bisa mulai secara teratur meminum susu setiap hari. Beberapa orang mungkin tidak terlalu suka dengan susu, kendala ini bisa disiasati dengan mencampurnya dengan coklat atau perasa lainnya sehingga berkurang rasa asli dari susunya.

• Sayuran hijau
Sayuran hijau adalah sumber vitamin dan mineral. Selain itu, beberapa sayuran hijau juga kaya dengan zat besi. Zat besi sangat penting untuk mempertahankan siklus menstruasi yang seimbang, karena banyak wanita yang kekurangan zat besi cenderung memiliki menstruasi yang tidak teratur.

Ketika wanita mengalami gangguan pada siklus menstruasi, maka dia akan relatif lebih sulit untuk bisa hamil. Contoh sayuran hijau yang bisa Ibu konsumsi antara lain adalah kangkung, bayam, dan brokoli.

Memasak sayuran hijau dengan beragam variasi dapat meningkatkan dan mempertahankan selera Ibu untuk memakannya secara terus-menerus. Jadi, mulai sekarang Ibu bisa berburu resep masakan dan mempraktekkannya.

• Daging merah
Daging merah juga memiliki kandungan zat besi tinggi. Daging merah mampu bantu atasi anemia sekaligus meningkatkan jumlah sel darah merah di dalam tubuh. Selain itu, daging merah juga mengandung zinc yang bermanfaat bagi pembuahan serta menjaga efisiensi pembentukan sel.

Sementara itu bagi pria, daging merah bermanfaat untuk meningkatkan jumlah sperma selain mengatasi kekurangan zinc yang dapat menurunkan kadar hormon testosteron penghasil sperma.

• Tauge
Meskipun wujudnya kecil, taue namun sangat bermanfaat bagi kesuburan. Hal ini disebabkan kandungan vitamin E-nya yang sangat tinggi. Vitamin E tidak hanya bermanfaat untuk kelembaban kulit, namun juga kesuburan.
Vitamin E dalam tauge atau kecambah juga dapat memperkuat sperma, sehingga dapat membantu sperma ketika penetrasi ke sel telur.

• Telur
Telur merupakan salah satu makanan yang secara dramatis dapat meningkatkan kesehatan reproduksi. Hal ini karena telur sangat kaya akan berbagai nutrisi penting seperti protein, kolin, dan vitamin. Asupan kolin sangat dibutuhkan sebelum dan saat kehamilan karena meningkatkan kemampuan tubuh untuk menyerap asam folat, serta berperan penting dalam pembentukan sel saraf.

Asam folat sangat penting selama tahap prakonsepsi dan awal kehamilan untuk mencegah bayi lahir cacat saraf seperti spina bifida. Sebaiknya Ibu mengonsumsi satu telur per hari karena kadar kolinnya cukup untuk meningkatkan penyerapan asam folat dua kali lipat.

Telur juga mengandung vitamin B12. Bagi pasangan Ibu, ini diperlukan untuk pembentukan materi genetik. Kadar yang kurang dapat menyebabkan produksi sperma yang abnormal, penurunan jumlah sperma, dan kemampuan gerak sperma.

Jadi, Ibu, ayo mulai sekarang lebih sering minum susu dan mengonsumsi asupan bergizi, tentunya dengan jumlah seperlunya dan tidak berlebihan ya. Jika diperlukan, Ibu dapat berkonsultasi dengan dokter kandungan dan/atau dokter gizi, untuk berdiskusi lebih lanjut. Semoga sang buah hati dapat segera hadir di tengah-tengah keluarga.