Whatsapp Share Like
Simpan

Anak-anak yang tumbuh sehat adalah dambaan setiap orang tua. Untuk itu proses tumbuh kembang anak harus selalu dipantau dengan baik, karena setiap tahun si Kecil akan mengalami tahapan yang berbeda. Terutama di usia 0 hingga 3 tahun yang merupakan periode tumbuh kembangnya yang paling pesat. Proses yang baik pastinya akan berpengaruh pada kehidupan si Kecil di masa depan. Berikut adalah lima aspek penting untuk mengukur tumbuh kembang anak yang ideal:

Fisik

Pertumbuhan menggambarkan perubahan fisik si Kecil berupa kenaikan tinggi, berat badan, dan lingkar kepala. Idealnya, si Kecil akan selalu mengalami kenaikan tinggi, berat badan, dan lingkar kepala setiap tahun. Di bawah ini adalah acuan tinggi, berat badan, dan lingkar kepala si Kecil sesuai usia dan jenis kelaminnya:

Artikel Sejenis

Laki-laki

Usia

Tinggi Badan

Berat Badan

Lingkar Kepala

1 tahun

71-80,5 cm

7,7 - 12 kg

43,5 - 48,6 cm

2 tahun

81,7 - 93,9 cm

9,7 - 15,3 kg

45,5 - 51 cm

3 tahun

88,7 - 103,5 cm

11,3 - 18,3 kg

46,7 - 52,3 cm

Perempuan

Usia

Tinggi Badan

Berat Badan

Lingkar Kepala

1 tahun

68,9 - 79,2 cm

7 - 11,5 kg

42,2 - 47,6 cm

2 tahun

80 - 92,9 cm

9 - 14,8 kg

44, 4 - 50 cm

3 tahun

87,4 - 101,7 cm

10,8 - 18,1 kg

45,7 - 51,3 cm

Coba perhatikan tabel di atas, Bu. Apakah tinggi, berat badan, dan lingkar kepala buah hati sudah sesuai? Jika ya, artinya buah hati memiliki pertumbuhan yang ideal sesuai dengan usianya. Mengukur lingkar kepala biasanya adalah hal yang terlewatkan oleh para Ibu di rumah. Padahal ini juga tak kalah penting untuk mengetahui apakah ukuran otak si Kecil berkembang dengan baik atau tidak. Otak yang berkembang artinya akan mempengaruhi kemampuan si Kecil.

Untuk mendukung pertumbuhan si Kecil, Ibu harus rutin memberikan asupan nutrisi yang seimbang. Diantaranya adalah protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Semua nutrisi tersebut memiliki manfaat yang sangat banyak untuk tubuh mungilnya. Jadi, semua itu harus terpenuhi melalui makanan yang ia konsumsi sehari-hari.

Kognitif

Aspek kognitif juga merupakan tolak ukur tumbuh kembang anak yang ideal. Kognitif adalah kemampuan berpikir dan bernalar. Untuk mengembangkannya, Ibu harus membiasakan melatih otak si Kecil sejak dini. Di usia 1 hingga 3 tahun, si Kecil belum waktunya untuk bersekolah. Jadi Ibu yang harus melatihnya melalui permainan edukatif, seperti puzzle, membaca buku, boneka tangan, dan lainnya. Permainan tersebut akan mengembangkan cara berpikir si Kecil dan mengenali banyak hal baru.

Bahasa

Bahasa adalah alat untuk berkomunikasi, berekspresi, dan menyampaikan keinginan. Di usia ini kemampuan bahasa si Kecil harus terus dikembangkan agar ia lebih lancar berbicara dan bisa menjelajahi dunia dengan lebih luas. Selalu ajak si Kecil untuk berkomunikasi untuk menambah kosa katanya. Salah satu caranya adalah dengan membacakan buku cerita atau bermain boneka tangan.

Semakin sering Ibu mengajak si Kecil untuk berkomunikasi dengan cara yang benar, maka semakin cepat pula ia bisa berbicara dengan lancar. Dengan begitu, ia juga jadi lebih mudah untuk menyampaikan keinginannya.

Sosial

Tumbuh kembang anak juga tak lepas dari aspek sosial. Manusia adalah makhluk sosial, artinya setiap individu akan membutuhkan dan berinteraksi dengan orang lain. Begitu pula dengan anak-anak. Si Kecil perlu mengenali lingkungan, orang-orang di sekelilingnya, dan bahwa semua orang akan hidup berdampingan.

Ajaklah si Kecil untuk sering keluar rumah dan berkenalan dengan orang lain. Hal ini akan membantunya untuk belajar cara bersosialisasi. Bagian sebagian anak mungkin tidak akan mudah. Mereka akan merasa malu dan takut. Oleh karena itu Ibu perlu memberitahukan bahwa Ibu ada di sampingnya dan akan selalu menemaninya, jadi tidak perlu merasa takut.

Emosi

Pengelolaan emosi juga tidak boleh sampai terabaikan, sebab ini penting dan sebagai bekal hidup si Kecil untuk menghadapi kehidupan. Pengelolaan emosi dibutuhkan agar si Kecil dapat berempati kepada orang lain sekaligus bisa menempatkan diri dalam segala situasi. Contohnya saja ada temannya yang terjatuh, maka ia sebaiknya membantu bukannya menertawakan.

Untuk menumbuhkan rasa dan mengajarkan cara mengelola emosi adalah dengan memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari. Saat si Kecil marah, artinya ia sedang merasakan sesuatu. Ibu bisa menanyakan penyebab ia marah dan mengatakan kalau ia boleh marah dengan baik tanpa menyakiti diri sendiri ataupun orang lain.

Peran orang tua memang sangat penting untuk dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Caranya adalah dengan memberikan makanan bernutrisi, menstimulasi, waktu tidur yang cukup, dan mengajak  berkomunikasi. Kadangkala keterlambatan tumbuh kembang akan terjadi, tapi Ibu tak perlu terlalu khawatir. Jika perlu, berkonsultasilah dengan dokter dan terus berusaha memberikan yang terbaik bagi buah hati. Tetap semangat dan semoga si Kecil tumbuh dan berkembang dengan baik ya, Bu.

Untuk berkonsultasi seputar anak, Ibu bisa menggunakan fitur Tanya Pakar. Di sana para ahli akan menjawab semua pertanyaan Ibu secara langsung. Jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu untuk bisa menggunakan fitur tersebut.

Sumber:

kumparan.com