Share Like
Simpan

Ibu tentunya ingin si Kecil tumbuh kuat. Bukan hanya kuat secara fisik, namun juga mental. Saya pun menginginkan hal tersebut. Oleh sebab itu, Ibu bisa melatih kekuatan dan potensi mereka sejak dini, lho. Dari artikel psikologi yang saya baca, ada beberapa cara melatih mental anak supaya lebih kuat. Mau tahu apa saja, Bu?

1. Ajari Beberapa Keterampilan Spesifik

Maksud keterampilan spesifik bukan hanya keterampilan seperti olahraga atau seni. Namun, mengembangkan kemampuan diri yang sudah ada. Misalnya, kemampuan memecahkan masalah, menahan emosi, dan disiplin. Hal-hal ini akan dibutuhkan untuk menguatkan mental si Kecil di kemudian hari. Ia juga akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri meskipun sedang menghadapi masalah. Ibu bisa melatihnya dengan hal yang sederhana. Salah satunya dengan bermain detektif ataupun memintanya merapikan mainannya. 

2. Selalu Berpikir Positif

Sebagai anak-anak, mungkin saja si Kecil tidak bisa langsung berpikir positif atau mengambil keputusan yang benar. Terkadang, anak harus mengalami rasa takut, kegagalan, atau kesulitan terlebih dulu untuk mengetahui hal yang positif. Sayangnya, umumnya orang tua langsung membantu si Kecil sebelum dia memutuskan ingin dibantu atau mengambil keputusan sendiri. Padahal, kemampuan berpikir positif ini penting untuk pendidikan karakter anak.  Si Kecil akan tumbuh sebagai pribadi yang kuat dan tidak mudah dijatuhkan orang lain. Ada baiknya Ibu mulai mengajaknya untuk memecahkan suatu masalah. Misalnya, mencari tahu cara menempatkan baju kotor di tempat yang benar atau memberikannya teguran ketika si Kecil melakukan kesalahan.

3. Buat si Kecil Lebih Berani

Si Kecil tidak akan tahu arti keberanian apabila belum pernah merasakan takut. Tidak apa-apa kok, Bu, apabila si Kecil merasa takut dan tidak nyaman dalam level tertentu. Misalnya, bila si Kecil tidak suka berada di tempat yang terbuka, Ibu bisa menantangnya untuk sesekali berjalan tanpa alas kaki di luar rumah. Setelah itu, Ibu bisa mengajak si Kecil membersihkan dirinya kembali. 

Jadi, biarkan si Kecil menghadapi rasa takutnya Bu, karena ini adalah salah satu cara supaya dia bisa lebih berani. Namun, Ibu perlu mendampinginya agar si Kecil tidak merasa takut berlebihan. Perlahan, si Kecil akan menemukan caranya sendiri untuk mengatasi rasa takut.

4. Kenali Emosi

Terkadang, Ibu meminta si Kecil untuk tidak bersedih. Padahal, menurut artikel psikologi yang saya baca, si Kecil perlu merasakan kesedihan dan kekecewaan, lho. Ini supaya ia bisa mengenali emosi ataupun perasaan. Tentunya, hal ini akan berguna ketika si Kecil dewasa. Ia akan menjadi anak yang pandai mengendalikan emosinya. Jadi, mulai sekarang, biarkan si Kecil menangis apabila sedih karena kehilangan barang atau ketakutan ketika melihat badut. Untuk membuatnya lebih nyaman saat mengenali emosi, Ibu bisa memberikan pelukan hangat sebagai tanda bahwa ia tidak sendirian. 

Bagaimana, Bu? Cara melatih mental anak perlu kesabaran dan ketekunan, bukan? Selain itu, Ibu juga harus mengesampingkan ego supaya si Kecil bisa tumbuh dengan mental kuat. Ingat, Bu, tak hanya pertumbuhan fisik yang optimal, perkembangan mental yang kuat juga bisa membuka jalan terbaik untuk masa depan si Kecil. Selamat mencoba, Bu!