Share Like
Simpan

Seperti tubuh mungilnya, rasa ingin tahu dalam diri si Kecil juga kian besar seiring tumbuh kembangnya kini, Bu. Tak heran, ia jadi lebih aktif bertanya dan berceloteh, termasuk saat Ibu membacakannya cerita atau sekadar mengajak ia mengobrol.

Nah, saat si Kecil berusia sekitar lima sampai enam tahun dulu, saya pun mengalami hal ini. Kala itu, saya bahkan sering dibuat terpingkal-pingkal oleh pertanyaan maupun jawaban polos yang keluar dari bibir mungil si Kecil tiap kali saya mengajaknya terlibat dalam cerita yang saya bacakan dari buku.

Saking menggemaskannya, saya berpikir, kenapa saya tidak mengajaknya membuat cerita sendiri saja? Pasti lebih seru! Di samping bisa melatih daya imajinasi anak, membuat cerita sendiri juga bisa jadi ajang baginya untuk belajar bicara dengan kosakata yang lebih banyak dan kalimat yang lebih runut.

Oleh sebab itu, saya kemudian mencari tahu langkah-langkah yang harus dilakukan untuk membuat cerita sendiri dari internet. Berikut panduan yang saya dapatkan, Bu:

  1. Menentukan Ide

Ada banyak hal yang bisa Ibu jadikan ide cerita. Namun, agar si Kecil lebih mudah mengembangkannya, sebaiknya ide diambil dari hal-hal yang akrab dengan keseharian Ibu dan si Kecil, seperti hewan peliharaan lucu di rumah, boneka kesayangan si Kecil,  atau Momen Wow saat pertama kali si Kecil belajar bicara maupun berjalan. Atau, bila si Kecil memiliki tokoh kartun kesayangan, Ibu juga bisa mengadaptasi ide dari kartun favorit si Kecil, untuk kemudian ia kembangkan menjadi cerita baru. Dengan begini, si Kecil pun bisa lebih semangat membuat ceritanya sendiri, Bu.

Setelah ide ditentukan, hal berikutnya adalah membuat gambaran dasar cerita yang biasanya terdiri dari tiga poin utama, yaitu siapa karakter yang baik, siapa yang menghadapi persoalan, dan siapa karakter yang menyelesaikan persoalan tersebut.

  1. Menciptakan Detail Karakter dan Persoalan dalam Cerita

Boleh dibilang, inilah tahap awal keseruan dimulai, Bu. Sebab, pada tahap ini si Kecil benar-benar diajak “memainkan” imajinasinya dengan bebas untuk menciptakan karakter-karakter yang akan muncul dalam ceritanya secara lebih detail.

Yang perlu Ibu lakukan adalah bantu si Kecil membangun karakter-karakter tersebut, mulai dari karakter utama, musuh, teman dari karakter utama, mentor atau guru yang bijak, dan karakter penghibur yang lucu dalam cerita.

Agar cerita makin seru, ajak si Kecil menentukan masalah atau persoalan dalam alur cerita. Semakin kuat persoalannya, tentunya cerita pun akan jadi semakin seru. Persoalan ini bisa macam-macam, mulai dari persoalan antara karakter utama dan musuhnya, karakter utama dengan dirinya sendiri, atau karakter utama dengan kondisi lingkungan sekitar (misalnya saat terjadi bencana alam).

Selain itu, tentukan juga cara karakter utama menyelesaikan persoalan saat Ibu dan si Kecil membuat cerita. Usahakan cerita yang Ibu dan si Kecil buat tidak terlalu rumit dan mudah dimengerti. Secara tak langsung, hal ini sekaligus jadi pembelajaran bagi si Kecil untuk bertanggung jawab atas segala sesuatu yang sudah telanjur ia mulai, lho!

  1. Membuat Plot dan Adegan Cerita

Setelah karakter dan persoalan kuat tercipta, kini saatnya melakukan penggalian karakter dan persoalan lewat plot dan adegan cerita.Simak yuk, Bu!

  • Pertama-tama, mulailah dengan memperkenalkan sang karakter utama dan masalah yang dihadapinya.
  • Lalu, lanjutkan dengan menciptakan adegan-adegan petualangan dari sang karakter utama ketika menghadapi masalah.
  • Berikutnya, ciptakan klimaks dari cerita tersebut dengan membuat kejadian besar yang menjadi akibat terselesaikannya persoalan si karakter utama.
  • Terakhir, buat penutup untuk semua karakter yang terlibat dalam cerita.

Tips:

  • Agar cerita lebih menarik dan hidup, buatlah dialog-dialog antarkarakter.
  • Tentukan latar waktu dan tempat agar cerita lebih fokus.
  • Meski ide, karakter, persoalan, plot dan adegan sudah dibentuk, akhir cerita yang sudah direncanakan bisa jadi berbeda. Namun, tak apa kok, Bu. Di tahap awal, hal seperti ini memang biasa terjadi. Biarkan imajinasi si Kecil mengalir apa adanya. Hal ini dilakukan agar si Kecil merasa idenya dihargai dan ia jadi lebih percaya diri.

Nah, Bu, yuk jadikan aktivitas membuat cerita ini sebagai salah satu cara untuk membantu melatih si Kecil belajar bicara, serta menunjukkan Momen Wow-nya yang menakjubkan!