Whatsapp Share Like
Simpan

Memasuki usia 4-6 tahun, si Kecil memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan termotivasi untuk mempelajari hal-hal baru. Inilah saat yang tepat untuk mulai mengenalkan perbedaan gender pada si Kecil, Bu. Menurut penulis buku Psychology of Sex Role, Sandra Bem, mengenalkan perbedaan gender pada si Kecil penting untuk dilakukan sejak usia dini. Hal ini dikarenakan, anak balita biasanya sudah mulai mengerti soal perbedaan kelamin lawan jenisnya. Saya pun mulai mencari tahu informasi soal cara mengenalkan perbedaan gender pada si Kecil secara online. Berikut informasi yang saya dapatkan, Bu.

1. Lewat Buku Cerita

Salah satu cara menyenangkan untuk mengajarkan perbedaan gender pada si Kecil yaitu lewat buku cerita. Namun, pada usia ini, kemampuan membaca si Kecil masih belum terlalu lancar. Untuk itu, pastikan Ibu mencari buku cerita dengan gambar menarik, ya. Saya juga selalu mendampingi si Kecil selama sesi membaca, sambil menjelaskan perbedaan karakter laki-laki dan perempuan yang ada dalam buku cerita tersebut. Setelahnya, saya akan menanyakan si Kecil, “kalau tokoh ini terlihat seperti siapa Kak? Ibu atau bapak?”. Dengan cara ini ia akan semakin mengerti konsep peberedaan gender dalam kehidupan nyata. Selain itu, cara ini juga dapat mendidik anak usia 4 tahun untuk semakin lancar dalam membaca lho, Bu.

2. Lewat Film

Selain mengajak si Kecil membaca buku cerita, Ibu juga bisa menjelaskan perbedaan antara laki-laki dan perempuan melalui film anak-anak. Usahakan Ibu mengajarkan si Kecil untuk tidak terpaku pada stereotip gender yang dapat membuat ia tumbuh kurang percara diri dan enggan mengembangkan bakatnya. Sebagai contoh, Ibu bisa belikan mainan masak-masakan pada anak laki-laki atau pedang-pedangan untuk anak perempuan. Ayo bantu si Kecil mengerti peran gender melalui film yang ia tonton. Sebagai referensi Ibu bisa memutarkan film Petualangan Sherina (2000), Frozen (2013), dan Power Rangers (2017).

3. Bermain Dress Up

Jika Ibu memiliki anak perempuan, coba ajak ia untuk bermain dress up atau gonta-ganti pakaian yuk. Selama bermain, Ibu bisa memakaikan rok serta bando pada si Kecil dan menjelaskan bahwa penampilan ini biasanya dipakai oleh anak perempuan. Dengan cara ini, ia akan lebih mudah mengerti dalam membedakan penampilan perempuan dan laki-laki.  

4. Jelaskan Secara Sederhana

“Kenapa aku berbeda dengan adik, Bu?” Hal ini sempat si Kecil tanyakan ketika saya sedang memandikan adik perempuannya. Siapa sangka Bu, si Kecil mulai mempertanyakan perbedaan gender ketika menginjak usia empat tahun. Saya pun sempat bingung menjawab pertanyaan yang satu ini. Akhirnya saya mulai menjelaskan bahwa beberapa bagian tubuh laki-laki dan perempuan memang berbeda. Nah, perbedaan itu bisa dilihat pada bagian kelaminnya. Berdasarkan artikel online yang saya baca, profesor psikologi di Harvard University, Jerome Kagan, menjelaskan bahwa nada berbicara dapat memberi pengaruh yang lebih besar dibandingkan jawaban tersebut.

Rasa ingin tahu akan banyak hal menjadi tanda bahwa si Kecil semakin pintar, Bu. Jadi, sebaiknya Ibu tidak menghindari pertanyaan soal jenis kelamin dari si Kecil. Sebaliknya, Ibu justru perlu mulai mengenalkan perbedaan gender sejak ia berusia dini.