Share Like
Simpan

Merawat kesehatan tubuh si Kecil memang membutuhkan perhatian ekstra ya, Bu. Apalagi, waktu si Kecil baru lahir, tubuhnya masih sensitif dan membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan dunia luar. Jadi, perawatan yang diberikan pun berbeda dengan anak yang lebih besar atau orang dewasa.

Ngomong-ngomong soal itu, ada satu hal yang dulu sempat membuat saya deg-degan waktu merawat si Kecil dulu, yaitu ketika ingin merawat bagian kelaminnya. Berhubung ia anak pertama, saat itu saya sempat bingung apa saja yang harus saya lakukan dan perhatikan.

Beruntung, saya aktif di forum diskusi. Dari situ, saya pun mendapatkan informasi dan link artikel berisi tips menarik seputar cara perawatan alat kelamin si Kecil, Bu. Nah, hari ini, saya ingin membagikan rangkuman info yang sudah saya dapatkan dulu. Siapa tahu saja, ada dari Ibu yang sedang bingung dan deg-degan seperti saya dulu. Selamat membaca ya, Bu!

Untuk Bayi Laki-laki

Apakah Ibu dan Ayah memutuskan untuk langsung menyunat si Kecil atau tidak? Nah, berikut ini saya paparkan masing-masing tips membersihkan alat kelamin si Kecil yang bisa Ibu terapkan di rumah hari ini:

  • Bagi yang sudah disunat:
    1. Ibu cukup membersihkan alat kelamin si Kecil dengan air bersih setiap kali mandi.
    2. Tidak diwajibkan untuk menggunakan sabun. Namun, jika Ibu ingin memakainya, gunakan sabun yang dilengkapi dengan pelembab.
    3. Sebaiknya jangan gunakan terlalu banyak sabun. Ini karena bahan sabun biasanya masih terlalu kasar untuk kulit si Kecil yang sensitif.
  • Bagi yang belum disunat:
    1. Di 2-3 tahun pertamanya, Ibu hanya perlu membersihkan bagian luar kulit kulup dan alat kelamin si Kecil saja. Jadi, tidak perlu harus sampai ke dalam.
    2. Sama seperti bayi yang sudah disunat, Ibu pun tidak diwajibkan menggunakan sabun. Cukup air bersih saja.
    3. Di dekat kulit kulup, Ibu mungkin akan menemukan sejenis cairan berwarna putih. Cairan yang bernama smegma ini normal kok, Bu. Ia berasal dari sel kulit mati dan cukup dibersihkan dengan air saja agar tidak menumpuk.

Terlepas dari disunat atau tidak, sebaiknya Ibu rutin membersihkan alat kelamin si Kecil setiap kali ia selesai buang air kecil atau besar ya, Bu. Ini agar ia tidak terinfeksi kuman dan bakteri. Untuk membersihkannya, Ibu tinggal menyeka area penis, selangkangan dan buah zakar dengan kapas yang dicelupkan air. Saat membersihkan, sebaiknya digosokkan pelan-pelan dengan satu arah saja, yakni dari depan ke belakang agar kulit si Kecil tidak lecet.

Untuk Bayi Perempuan

Sama halnya seperti bayi laki-laki, alat kelamin bayi perempuan pun perlu diperhatikan kebersihannya, terutama sehabis buang air, Bu. Untuk membersihkannya, Ibu tinggal membuka kedua kaki si Kecil, lalu mengelap area selangkangan dengan kapas yang sudah dicelupkan air hangat. Saat membersihkan, perhatikan area lipatan di sekitar alat kelamin si Kecil, ya. Pastikan tidak ada kotoran yang tertinggal di sana.

Jika si Kecil buang air besar, bersihkan kotoran yang menempel di area bokong dan selangkangan dengan menggunakan tangan atau kapas yang dicelupkan air. Seka dari arah alat kelamin ke bokong, jangan sebaliknya agar kotoran tidak masuk ke bagian vagina. Satu lagi Bu, saat membersihkan alat kelamin, sebaiknya hindari juga menggunakan bedak tabur atau deodoran karena justru bisa menyebabkan iritasi.

Nah, bagaimana? Cara membersihkannya mudah, kan? Ibu hanya perlu rutin dan teratur membersihkan alat kelamin si Kecil setiap harinya saat mandi atau mengganti popoknya. Dengan begitu, si Kecil pun bisa terhindar dari berbagai masalah kesehatan yang bisa mengganggu aktivitasnya sehari-hari!