Share Like
Simpan

Halo Bu, bagaimana kabar si Kecil? Apakah ia sudah mulai belajar bicara atau berjalan? Menyenangkan ya Bu, melihat tumbuh kembang balita yang terasa begitu pesat. Sebagai Ibu, tentu ada segudang aktivitas yang ingin Ibu lakukan bersama si Kecil seperti berenang bersama misalnya? Nah, ngomong-ngomong tentang berenang, saya pernah membaca sebuah jurnal yang berisi data dari Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat. Pada jurnal tersebut dikatakan, bahwa sekitar 30% anak berusia 1-4 tahun meninggal karena tenggelam. Info ini sempat membuat saya ngeri!

Melihat info seperti itu tentu akan membuat hampir semua Ibu berpikir ulang tentang mengajak si Kecil berenang. Namun, saya meyakini bahwa ada kiat serta tips tertentu yang dapat mencegah hal tersebut terjadi di masa pertumbuhan anak ini. Oleh sebab itu, saya berusaha mencari informasi terkait dengan aktivitas berenang dan agar ia tetap dapat bermain air dengan aman demi kebutuhan tumbuh kembang si Kecil. Supaya Ibu juga dapat menerapkan tips ini dengan si Kecil, yuk intip informasinya berikut ini! 

1. Tidak Menyepelekan Tempat Dangkal

Ketika berada di kolam dangkal atau bath tub kamar mandi, sering kali kita merasa ini tempat bermain air yang cukup aman ya, Bu. Sayangnya, tempat sedangkal apapun dapat berisiko membuat si Kecil tenggelam. Apalagi, di masa tumbuh kembang anak usia satu tahun seperti sekarang, rasa penasarannya cukup tinggi. Oleh karena itu, biasakan untuk terus memberikan pengawasan saat si Kecil bermain air bahkan di bath tub sekalipun, misalnya dengan tidak menutup pintu kamar mandi dengan rapat supaya si Kecil sedang berada di dalamnya. Berikan juga pengarahan kepada setiap penghuni rumah maupun orang yang menjaga si Kecil untuk menghindari kolam dangkal yang ada di sekitarnya tanpa pengawasan orang dewasa ya, Bu.

2. Temani Ia Berenang

Meski si Kecil sudah diajari berenang sejak umur satu tahun, bukan berarti kolam renang sepenuhnya aman baginya yang kini sudah berusia dua tahun, Bu. Setiap orang, bahkan orang dewasa yang ahli berenang, memiliki risiko tenggelam di kolam renang. Ini bisa disebabkan beberapa hal, seperti kram atau terbentur dasar dan dinding kolam renang. Oleh sebab itu, tetap temani ia ketika berenang agar kita sigap jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Lagipula, berenang bersama si Kecil akan lebih menyenangkan daripada membiarkannya berenang sendirian bukan?

3. Selalu Awasi si Kecil

Tak hanya aspek kesehatan balita, keselamatannya juga penting. Oleh karena itu, bagi saya, setiap anak perlu didampingi ketika bermain air. Meski hanya beberapa menit, jangan biarkan si Kecil bermain air sendirian ya, Bu. Risiko terpeleset atau tercebur sangat tinggi, mengingat ia belum awas pada bahaya yang ada di sekitarnya. Jika kita tak berenang atau bermain air bersamanya, tetap pusatkan perhatian saat mengawasinya. Bila perlu, singkirkan terlebih dulu barang-barang yang dapat mengganggu perhatian, seperti majalah atau smartphone.

4. Jauhkan dari Peralatan Elektronik

Biasanya, jika si Kecil bermain air di sekitar rumah, seperti di kamar mandi atau halaman, saya akan menjauhkannya dari berbagai barang elektronik dan soket listrik. Sebab, kemungkinan tersetrum sangat tinggi jika bagian tubuhnya yang basah menyentuh benda yang menyimpan aliran listrik. Supaya terhindar dari risiko tersebut, Ibu wajib menjauhkan benda-benda tersebut dari jangkauan si Kecil, Bu. Selain itu, saya juga memberikan pengertian padanya untuk tidak mendekati berbagai barang elektronik ketika badannya dalam keadaan basah, seperti sehabis mandi atau bermain air.

Bagi saya, mencegah dan meminimalisir risiko lebih baik untuk keamanan si Kecil. Jadi, ini bukan hal yang perlu ditakuti melainkan perlu diperhatikan ya, Bu. Jangan biarkan ketakutan kita pada keamanannya menghalangi perkembangan si Kecil. Bagaimanapun juga, bermain air merupakan salah satu kegiatan favorit hampir setiap anak. Jadi, ayo maksimalkan perhatian kita agar si Kecil aman bermain di air. Selamat menjaga si Kecil, Bu.