Whatsapp Share Like
Simpan

Pernahkah Ibu merasa khawatir ketika memegang kepala bayi? Apalagi, leher adalah bagian tubuh terlemahnya. Dulu, saya sempat takut untuk menggendong bayi saya saat ia baru lahir. Lalu, saya mulai membaca banyak artikel medis soal perkembangan bayi, terutama di bagian leher. Ternyata, Ibu harus melatih leher bayi supaya kuat dan berkembang dengan baik. Bagaimana caranya? Ini dia beberapa tips untuk memperkuat leher bayi yang pernah saya coba. Ibu bisa mengikutinya.

  1. Latihan Putar Kepala
    Pertama, Ibu harus rajin mengganti posisi kepala bayi, supaya ia tidak terlalu lama dan nyaman dengan satu sisi kepala tertentu. Ubah posisi kepala bayi dengan perlahan sambil memegang dagunya. Nah, ketika berusia 2 bulan, bayi sudah bisa menggerakan kepalanya. Saat itulah Ibu bisa melatihnya untuk memindahkan posisi kepalanya sendiri. Caranya, panggil namanya atau keluarkan bunyi yang membuatnya penasaran. Latihan sederhana ini membuat leher bayi makin terlatih dan tidak kaku.
  2. Beraktivitas dengan Perut
    Salah satu latihan sederhana untuk memperkuat leher bayi lainnya adalah membuat bayi beraktivitas menggunakan otot perutnya. Ibu cukup meletakan bayi dalam posisi tengkurap. Ia akan punya insting untuk menegakkan lehernya. Walau belum sempurna, aktivitas ini bisa melatih otot leher bayi, lho. Bahkan menurut The Ohio State University Medical Center, membiarkan bayi rutin tengkurap dalam beberapa waktu bisa membuat lehernya kuat.
  3. Mengajaknya Duduk
    Perkembangan bayi setelah berusia 5-6 bulan, tubuh bagian atas bayi semakin kuat. Untuk itu, Ibu bisa melatih otot lehernya supaya tidak kaku. Caranya, ajak bayi meraih kedua tangan Ibu. Lalu, tarik perlahan hingga bayi duduk. Lakukan beberapa kali secara rutin setiap hari. Selain menguatkan otot leher, aktivitas ini juga melatih bayi duduk, Bu. Pastikan Ibu menjaga keamanan di bagian belakang dan samping tubuh bayi untuk menghindari ia terantuk atau terjatuh akibat belum dapat menjaga keseimbangan.
  4. Bermain dengan Bola
    Ibu juga bisa memperkuat otot leher bayi dengan cara yang menyenangkan. Sediakan bola besar yang biasa digunakan melatih kelenturan tubuh. Taruh bayi di bagian atas bola dengan posisi tengkurap. Gulingkan bola secara perlahan ke depan dan belakang. Pastikan Ibu memegang bagian kepala dengan aman. Aktivitas menyenangkan ini bisa membuat otot leher bayi menguat karena posisi kepalanya dilatih untuk tegak. Biasanya, latihan ini mulai bisa dilakukan sejak ia bisa mengangkat sedikit bagian kepalanya.
  5. Mengganjal Tubuh Bayi dengan Handuk
    Saat bayi tengkurap, Ibu bisa mengganjal tubuhnya dengan handuk yang digulung. Ganjal di bagian bawah dadanya dan letakkan tangannya melewati gulungan hingga posisinya lurus sejajar dengan pundak. Cara ini dapat membuat leher bayi lebih terangkat, sehingga ia dapat berlatih menopang lehernya. Setelah itu, ambillah posisi di depan wajah bayi, lalu ajaklah ia berinteraksi dengan cara berbicara, bernyanyi, atau membacakan dongeng.
  6. Memvariasikan Cara Menggendong Bayi
    Saat menggendong bayi, sebaiknya jangan hanya mencoba satu cara saja, Bu. Memvariasikan cara menggendong bayi ternyata juga dapat membantu perkembangan bayi dalam memperkuat otot lehernya, karena dapat mengaktifkan otot bayi sebagai bentuk respon terhadap gaya gravitasi. Sembari menggendong, latihlah bayi untuk menengok ke kanan maupun ke kiri dengan cara memancing perhatiannya. Misalnya seperti menunjuk benda atau suara yang ada di sisi kanan dan kirinya.
  7. Pijat Bayi
    Memijat bayi secara rutin memang memiliki banyak manfaat, Bu, termasuk memperkuat otot leher bayi. Caranya, pijat bagian leher, punggung, dan pantat bayi dengan lembut dan perlahan. Pijatan ini dapat menstimulasi motorik dan memperkuat fisiknya.
  8. Mengunjungi Terapis Fisiologi
    Bila Ibu merasa memerlukan orang yang lebih ahli dalam membantu memperkuat leher bayi, tak ada salahnya untuk mengunjungi terapis fisiologi, Bu. Mintalah saran tentang postur dan gerakan yang bisa Ibu praktekkan kepada buah hati di rumah. Terapis juga biasanya dapat mendeteksi adanya kelainan yang ada pada bayi, sehingga dapat dilakukan tindakan lebih lanjut.

Perlu Ibu ketahui bahwa saat ini ada sekitar 25% bayi yang didiagnosa mengalami plagiocephaly (sindrom kepala peyang) dan torticollis (kelainan pada saraf, ruas tulang belakang, atau otot yang menyebabkan posisi dan gerakan leher terganggu) memiliki perkembangan dasar yang bermasalah. Untuk itu diperlukan pemeriksaan ke dokter anak agar segera mendapatkan penanganan. Terlebih jika Ibu sudah mendapati adanya kelainan perkembangan pada leher buah hati.

Beberapa tips di atas bisa menjadi inspirasi Ibu untuk memperkuat leher bayi. Selain untuk pertumbuhan, latihan tersebut juga menyenangkan dan mendekatkan ikatan antara Ibu dan bayi. Selamat mencoba dan semoga proses tumbuh kembang buah hati bisa berjalan optimal ya, Bu!

Jika Ibu masih punya pertanyaan lainnya seputar perkembangan bayi dan kesehatan anak, konsultasikan saja di laman Tanya Pakar. Para ahli di sana akan menjawab semua pertanyaan Ibu. Namun untuk bisa menggunakan fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dulu, ya.

Sumber: parenting.orami.co.id

Artikel Sejenis