Share Like
Simpan

Betapa menggemaskan rasanya melihat wajah si Kecil yang masih terlelap di pagi hari, apalagi setelah dia bangun. Secara perlahan, matanya yang begitu indah mulai terbuka dan berhasil membuat saya tersenyum setiap kali menyaksikan hal tersebut.

Ibu tentu tahu, mata merupakan salah satu organ paling krusial yang menjadi “sarana” bagi perkembangan otak, fisik, dan juga mental. Melalui mata, si Kecil dapat dengan mudah menyerap serta mengenali banyak informasi dari lingkungan di sekitarnya.

Namun, saat baru lahir, si Kecil belum dapat melihat dengan sempurna. Oleh sebab itu, dia membutuhkan waktu sampai benar-benar bisa melihat sebuah objek secara jelas dengan kedua mata mungilnya.

Oleh sebab itu Bu, dulu waktu si Kecil masih berusia 1 bulan, saya selalu tertarik untuk mencari info dan tips untuk melatih matanya sejak dini. Supaya tidak keliru, saya pun coba membaca buku-buku panduan di perpustakaan ataupun artikel terkait di internet, Bu. Dari situ, saya menemukan beberapa tips yang menarik.

Penasaran dengan caranya, Bu? Yuk, simak tips yang saya kumpulkan berikut ini:

Usia 1 bulan

Di usia 1 bulan, si Kecil masih belum tahu bagaimana cara menggunakan kedua matanya dengan baik. Oleh sebab itu, dia akan cenderung terpaku saat Ibu memperlihatkan sebuah mainan yang lewat di depan wajahnya.

Namun, ada cara yang bisa Ibu lakukan untuk melatih kemampuan matanya sejak dini. Salah satu caranya adalah dengan mengajak si Kecil bermain sambil menatap kedua matanya. Kemudian, gerakkan kepala Ibu perlahan-lahan sampai ia mengikuti Ibu, agar si Kecil menyadari bahwa objek yang sedang dlihatnya bisa bergerak.

Usia 2 bulan

Bu, di usia 2 bulan, sebenarnya, si Kecil sudah bisa melihat warna. Hanya saja, ia masih kesulitan dalam membedakan warna yang senada, misalnya merah dan oranye. Itulah alasan mengapa dia lebih mudah membedakan warna yang kontras, seperti hitam dan putih.

Oleh sebab itu, di usia 2 bulan ini, Ibu bisa menunjukkan si Kecil gambar, foto, buku, dan mainan yang berwarna-warni. Selain melatih otot matanya, cara ini juga dapat meningkatkan kemampuannya untuk melacak objek dengan warna berbeda.

4 bulan

Memasuki usia 4 bulan, saraf otak yang berhubungan dengan mata si Kecil mulai berfungsi untuk mengembangkan persepsi tentang objek yang dilihatnya. Namun, dia belum mampu menangkap objek dengan jelas, baik dari segi ukuran, bentuk, hingga posisi objek.

Selain itu, Ibu bisa melatihnya dengan membiarkan dia menyentuh sebuah objek yang dia lihat. Nah dengan begitu, dia bisa merasakan dan memastikan keberadaan obyek yang dia lihat dengan matanya itu, Bu.

Usia 5-6 bulan

Di usia 5-6 bulan, biasanya otot mata si Kecil sudah lebih terlatih. Selain itu, kepekaan matanya juga meningkat dalam melihat garis dan pola suatu benda. Biasanya, di tahap ini ia mulai memahami gradasi warna yang berbeda.

“Ciluk… Ba!” Ya, permainan mendunia tersebut sudah bisa Ibu perkenalkan padanya. Bukan hanya melatih otot matanya saja, permainan ini juga bisa membuat si Kecil lebih ekspresif.

Usia 8 bulan

Bu, memasuki usia 8 bulan, pengelihatan si Kecil sudah lebih “matang” daripada sebelumnya. Meskipun perhatiannya pasti lebih fokus pada objek terdekat. Namun, pengelihatannya sudah cukup kuat untuk mengenali orang-orang dan benda-benda di sekitarnya, kok. Nah, untuk stimulasi di usia ini, Ibu bisa mengajak dia untuk melakukan aktivitas yang merangsang koordinasi tangan dan otot matanya, misalnya bermain dengan balok kayu warna-warni.

Itulah beberapa cara saya melatih otot mata si Kecil sejak dini. Semoga bermanfaat dan selamat membimbing proses tumbuh kembang si Kecil saat ini,Bu!