Share Like
Simpan

Hai Bu, bagaimana kabar si Kecil? Proses tumbuh kembang anak kesayangan Ibu sejak di dalam kandungan sampai lahir ini penuh dengan kejutan, ya. Apalagi, jika ini merupakan pengalaman pertama Ibu. Dulu, saya juga merasakan hal sama saat kehamilan pertama, lho. Ketika bernostalgia dengan Ayah tentang hal ini, ternyata ia juga mendapatkan banyak pengalaman saat menemani saya menjalani momen kehamilan tersebut.

Saat statusnya berubah menjadi Ayah dan tak hanya menjadi suami bagi saya, ada banyak hal seputar kehidupannya yang berubah. Ayah juga merasakan berbagai pengalaman pertama seputar tumbuh kembang anak yang memengaruhi kesehariannya. Nah, berikut saya rangkum pengalaman suami sebelum dan sesudah menjadi Ayah. Simak yuk, Bu!

 

1. Tendangan Kejutan


Umumnya, pria hobi menonton pertandingan olahraga, terutama sepakbola. Saat pertandingan disiarkan di TV, suami saya bisa ramai sendiri jika tim jagoan berhasil membuat gol. Bahkan, teriakannya semakin riuh ketika menonton bersama teman-temannya di lingkungan rumah.
Nah, ketika ia masih berstatus pria lajang, bahkan setelah menjadi suami, satu-satunya tendangan yang bisa membuatnya bahagia adalah tendangan tim jagoan ke gawang lawan. Ketika statusnya berubah menjadi Ayah, ada satu lagi tendangan favoritnya, yaitu tendangan si Kecil ke perut Ibu. Ketika si Kecil mulai memendang, Ayah pasti tak sabar dan langsung menempelkan telinganya ke perut Ibu. Menurut Ayah, rasanya menyenangkan merasakan tumbuh kembang janin di dalam kandungan.


2. Kegiatan Akhir Pekan


Kehadiran si Kecil juga ikut memengaruhi kegiatan Ayah saat akhir pekan. Nah, kalau yang satu ini, saya juga ikut memerhatikan perubahannya. Sebelum si Kecil hadir, Ayah biasanya memilih beragam aktivitas maupun komunitas sesuai hobi saat weekend, seperti fotografi, motor, dan sebagainya.
Ketika Ibu positif hamil dan usia kandungan bertambah, Ayah punya kegiatan baru, yaitu mendampingi Ibu ke dokter kandungan. Bahkan, ia ikut mencoba kelas prenatal untuk pertama kalinya demi mendukung persiapan persalinan. Menurut Ayah, kelas ini bermanfaat baginya, Bu. Ia mendapatkan berbagai pengetahuan yang dapat menyiapkan mentalnya dan membantu proses persalinan. Bahkan, ia berkelakar, kalau tak ikut kelas prenatal, mungkin ia akan lebih panik ketika masa persalinan tiba.


3. Alasan Bangun Dini Hari


Bu, apa saja alasan pria begadang sebelum menjadi Ayah? Umumnya, menonton pertandingan bola yang kerap tayang dini hari, atau menyelesaikan pekerjaan kantor yang dibawa ke rumah karena dituntut deadline. Suami memberi tahu saya, bahwa alasan-alasan itu lah yang dulu sering membuatnya tetap terbangun sampai dini hari.
Setelah si Kecil lahir, kemampuan Ayah begadang maupun bangun dini hari diuji, Bu. Tak hanya Ibu yang akan sibuk saat si Kecil sering terbangun dini hari karena berbagai alasan, seperti lapar, popoknya basah, dan sebagainya. Tangisan ini juga seperti alarm alami untuk Ayah agar bangun dan merawat si Kecil. Tak perlu heran jika nantinya tak hanya Ibu yang kekurangan tidur, tapi juga Ayah. Saran dari Ayah saat bercerita, sebaiknya momen tersebut dinikmati saja agar tidak tambah stres.

 

4. Hal yang Membingungkan


Jika selama ini Ayah sering kali bingung saat membenarkan mesin mobil dan alat elektronik lain, kini ada hal lain yang masuk ke daftar hal yang dapat membingungkan Ayah. Ya, tangisan si Kecil.
Meski banyak artikel yang saya dan suami baca mengenai perawatan bayi, menerjemahkan tangisan si Kecil menjadi hal yang cukup menantang, terutama ketika baru lahir. Seperti halnya Ibu baru, Ayah baru juga kebingungan melihat si Kecil menangis. Apakah ia menangis karena popoknya basah, sakit, lapar, atau karena hal lain? Hal-hal seperti ini juga menjadi pertanyaan yang membingungkan bagi Ayah pada masa tumbuh kembang anak.

 

5. Waktu Bebas


Saat ada waktu senggang, pria umumnya menghabiskan me time dengan melakukan hal yang disuka, termasuk bermain. Kata Ayah, sebelum si Kecil hadir, ia bisa menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain game konsol atau online games.
Ternyata, setelah si Kecil lahir, ia merasa lebih tertarik menghabiskan waktu dengan si Kecil. Bermain dan tertawa bersama menjadi cara baru bagi Ayah untuk memperbaiki mood. Menurutnya, melihat momen tumbuh kembang si Kecil merupakan hal menyenangkan dan belum tentu bisa terulang kembali.

 

6. Pulang Kerja

O iya, suami saya juga bilang, kehadiran si Kecil tak hanya memengaruhi kehidupan seorang Ayah di rumah, tapi juga di luar rumah. Menurutnya, pria lajang maupun bersuami yang belum memiliki anak umumnya suka berkumpul dan mengobrol santai dengan rekan kerja sebelum pulang ke rumah.
Uniknya, setelah memiliki buah hati, ia merasa berkumpul dengan teman-teman sepulang kerja tak lagi seseru dulu. Ia justru merasa tak sabar untuk pulang ke rumah. Alasannya adalah tentu saja karena ingin segera bertemu dan bermain dengan si Kecil. Manisnya ya, Bu.

Ternyata tak hanya kita ya Bu, yang mendapatkan banyak pengalaman pertama dan menghadapi banyak perubahan dalam hidup seiring kehadiran si Kecil. Para Ayah juga mengalami hal serupa yang tak kalah menyenangkan dan menantang selama proses tumbuh kembang anak. Semoga informasi ini bisa membuat suami Ibu lebih siap menyambut kehadiran si Kecil kelak, ya!