Whatsapp Share Like Simpan

Setelah menikah dan memiliki anak, seorang pria akan berganti peran menjadi seorang ayah. Ia sudah tidak akan berpikir tentang dirinya sendiri karena Ayah adalah sosok kepala keluarga. Tanggung jawab Ayah di dalam keluarga sangat berat sehingga menjadikannya sebagai sosok yang harus dihormati. Selain berkewajiban untuk mencari nafkah, Ayah juga masih memiliki banyak tanggung jawab bagi kebahagiaan dan masa depan buah hatinya. Tanggung jawab tersebut ada 12 yang terdiri dari:

Pencari Nafkah

Tanggung jawab Ayah yang paling utama tentu saja sebagai pencari nafkah keluarganya. Tugas ini sudah merupakan kewajiban setiap Ayah supaya kebutuhan seluruh keluarga dapat tercukupi. Walaupun waktu Ayah sering dihabiskan di luar rumah, tapi Ayah tetap harus menyeimbangkan waktu bersama keluarga di rumah, karena nafkah tidak berupa lahir saja tapi juga batin.

Partner bagi Ibu

Di dalam sebuah keluarga, Ibu dan Ayah harus berjalan beriringan. Artinya, Ayah bekerja sama dengan Ibu dalam mengasuh anak dan mengerjakan urusan rumah tangga. Meskipun bertindak sebagai pemimpin keluarga, tapi Ayah tetap harus bersedia membantu Ibu. Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya perdebatan akibat konflik peran, sehingga keluarga dapat hidup dalam keharmonisan.

Pemimpin

Pemimpin

Sebagai kepala keluarga, peran Ayah yang tak kalah penting adalah ibarat nahkoda yang memimpin seluruh anggota keluarganya. Ayah berperan untuk memimpin arah untuk Ibu dan anak-anaknya. Di sini Ayah diharapkan memiliki sikap yang tegas, berwibawa, cerdas, kuat, dan bijak dalam menghadapi semua permasalahan yang menimpa keluarganya. Arah mana yang dituju oleh keluarga tergantung pada kepemimpinan dari Ayah.

Pelindung

Di samping menjadi pemimpin, tanggung jawab Ayah juga adalah sebagai pelindung. Artinya, sosok Ayah bertugas untuk melindungi dan menjaga keluarganya dari ancaman bahaya yang bisa setiap saat datang. Melindungi anggota keluarga akan menjaganya selalu utuh dan harmonis. Ketika ada bahaya datang, maka Ayah adalah orang yang berada di depan menjaga keselamatan Ibu dan anak-anak.

Artikel Sejenis

Menerapkan Kedisiplinan

Kedisiplinan penting untuk diterapkan di dalam keluarga supaya kehidupan selalu berjalan teratur dan lancar. Tanggung jawab Ayah adalah menerapkan disiplin yang dimulai dari diri sendiri lalu diajarkan kepada Ibu dan anak-anak. Jika kedisiplinan selalu diterapkan di rumah sejak dini, maka seluruh anggota keluarga akan terbiasa dan menerapkannya juga di luar rumah.

Pemberi Teladan

Tidak berbeda dengan Ibu, Ayah pun diharap dapat menjadi teladan atau role model bagi anak-anaknya. Ayah tidak boleh bersikap semena-mena dan harus selalu berusaha untuk bertindak dengan benar agar anak bisa meniru tindakan tersebut. Apalagi saat anak berada dalam fase suka meniru semua yang dilakukan oleh orang tuanya, maka di sini Ayah harus sangat berhati-hati. Percuma saja meminta anak untuk bersikap baik sedangkan Ayah tidak memberikan contoh yang serupa. Jika Ayah dapat menjadi teladan yang baik, niscaya ia pasti akan sangat dihormati oleh seluruh anggota keluarganya.


Baca juga: Ide Kegiatan Seru untuk Ayah Bersama si Kecil

Pemberi Perhatian & Kasih Sayang

Pemberi Perhatian & Kasih Sayang

Anak-anak tidak hanya membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari Ibu saja, tapi juga dari Ayah. Maka dari itu, Ayah juga bertanggung jawab untuk memberikan perhatian untuk memenuhi semua kebutuhan anak-anaknya, baik dari sisi pendidikan, materi, agama, emosional, kesehatan, dan agama. Meski sibuk di luar rumah untuk mencari nafkah, tapi Ayah tetap harus meluangkan waktunya untuk mengasihi dan memperhatikan seluruh anggota keluarga.

Pendidik

Tugas mendidik anak bukan hanya bagi Ibu saja, tapi Ayah pun berperan sama. Tanggung jawab Ayah adalah mendidik anak dalam bidang pendidikan, keimanan, dan norma-norma dalam kehidupan. Selain itu, Ayah juga adalah pendidik bagi Ibu yang harus bisa mengarahkan pada hal yang benar supaya seluruh keluarga dapat hidup selaras, rukun, dan harmonis selalu.

Pemberi Motivasi

Tanggung jawab Ayah memang tidak mudah. Ayah juga diharapkan bisa menjadi sosok yang memberikan motivasi untuk mendorong keluarganya untuk rajin dalam belajar, bekerja, dan beribadah. Pada perannya kali ini, Ayah tidak hanya memberikan nasehat positif saja, tapi juga melalui tingkah laku dan perbuatan yang dapat menjadi motivasi positif untuk anaknya.

Selain itu, Ayah sebaiknya tidak ragu memberikan pujian, karena pujian juga merupakan penyemangat supaya anak tetap mau melakukan hal yang positif. Begitu pula kepada Ibu. Pujian bagi Ibu akan menciptakan hubungan keluarga yang bahagia dan harmonis, karena Ibu merasa dihargai oleh Ayah.

Pembimbing

Pembimbing

Jalan mana yang akan diambil oleh keluarga semua tergantung dari Ayah, karena Ayah bertanggung jawab menjadi seorang pembimbing. Ayah harus bisa membimbing untuk menghindarkan keluarganya dari pergaulan yang negatif. Ayah juga diharapkan dapat membantu keluarganya saat sedang bingung dalam menentukan pilihan.

Sebagai Teman

Ayah tentunya sibuk dengan urusan pekerjaan, tapi selama di rumah Ayah adalah teman bagi Ibu dan anak-anak. Luangkanlah waktu untuk menjadi sosok yang bisa menghibur dan bersenang-senang bersama anggota keluarga. Teman juga bertindak sebagai pendengar yang baik, tempat Ibu dan anak berbagi keluh kesah dan berdiskusi bersama.

Penolong yang Siaga

Sebagai seorang pelindung, maka Ayah juga bertugas sebagai penolong yang siap siaga kapanpun keluarganya membutuhkan bantuan. Saat Ibu atau anak mengalami kesulitan, Ayah sebaiknya segera membantu semaksimal mungkin. Ini akan menjadikan Ibu dan anak merasa bahwa Ayah adalah sosok yang selalu bisa diandalkan dan dihormati.

Baca Juga: Yuk, Pilih Baju yang Nyaman Buat si Kecil

Beratnya tanggung jawab Ayah ya, Bu. Ayah tentu akan membutuhkan dukungan dari Ibu supaya beban tersebut bisa lebih ringan dan anak-anak dapat hidup di keluarga yang bahagia, aman, dan nyaman. Dari keluarga ini, masa depan anak akan sangat bergantung. Apakah ia akan memiliki masa depan yang menuju ke arah benar atau salah. Semoga informasi ini dapat bermanfaat.

Ibu memiliki pertanyaan atau ingin berkonsultasi seputar anak? Langsung kunjungi laman Tanya Pakar saja ya, Bu. Para ahli di sana akan menjawab semua pertanyaan Ibu secara langsung. Untuk bisa memakai fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dulu.

 

Sumber:

Psikoma