Whatsapp Share Like
Simpan

Manusia adalah makhluk sosial. Itu artinya manusia akan selalu berinteraksi dengan orang lain, bahkan anak-anak sekalipun. Mulai dari bayi, anak akan belajar bagaimana caranya untuk bersosialisasi, baik menerima maupun menanggapi kalimat yang ditujukan untuknya. Di masa kanak-kanak, kemampuan sosialnya berkembang sedikit demi sedikit sesuai dengan pertambahan usianya. Bagaimanakah dengan proses perkembangan sosial anak di usia 1 hingga 3 tahun? Berikut informasi yang saya dapatkan, Bu. Cek langsung, ya!

Usia 12-18 Bulan

Memasuki usia pertama, si Kecil sudah mulai menunjukkan tanda-tanda dapat berbicara. Beberapa bahkan sudah mengucapkan kata pertamanya. Tentunya setiap anak tidak bisa disamakan ya, Bu. Ia mulai pintar memberikan respon atas kalimat yang diajukan padanya sekaligus mudah merasa cemas saat harus berpisah dengan orang terdekatnya.

Selain itu, si Kecil juga masih suka meniru yang dilakukan anak lainnya atau yang disebut sebagai parallel play. Sering-seringlah mengajak si Kecil untuk bermain dengan teman sebayanya, Bu, sembari mengarahkannya bagaimana caranya untuk bermain bersama yang benar.

Usia 19-24 Bulan

Kosakata si Kecil semakin banyak nih, Bu! Senang ya rasanya mendengar ia berceloteh mengucapkan banyak kata dengan suaranya yang menggemaskan. Meski masih belum jelas, tapi kata-katanya sudah dapat dipahami oleh orang lain. Ia pun sudah mulai bisa menyampaikan keinginannya.

Perkembangan sosial anak di usia ini juga mulai terlihat dengan bentuk perhatian melalui pelukan dan ciuman. Biasanya ia hanya akan memberikannya kepada orang yang sering ditemuinya. Di samping itu, si Kecil juga mudah merasa tertarik dengan sesuatu tapi juga cepat menarik diri. Jika ia tidak suka, ia juga mulai menunjukkan bahwa ia sedang marah dengan cara memukul atau mendorong. Apabila bertemu dan berinteraksi dengan orang dewasa yang belum ia kenal, si Kecil juga mungkin merasa malu.

Si Kecil akan mulai mau ikut bermain bersama dengan anak seusianya, tapi ia masih belum mengerti dengan konsep berbagi. Jadi saat mainannya diambil oleh anak lain, maka ia mungkin akan menangis atau menjerit sebagai tanda ia tidak suka. Untuk itu Ibu harus menemaninya saat bermain supaya dapat menenangkan si Kecil yang marah karena mainannya diambil.

Usia 2-3 Tahun

Di usianya yang kedua, si Kecil sudah mulai memahami konsep berinteraksi dengan orang lain. Ia pun akan mulai merasa akrab dengan satu atau dua anak sebayanya yang ia sukai. Beberapa anak juga ada yang memiliki teman khayalan. Jadi saat ia terlihat berbicara sendiri atau menceritakan tentang teman yang tidak bisa Ibu lihat, jangan buru-buru menganggapnya dapat melihat makhluk halus ya, Bu.

Si Kecil juga akan merasa penasaran terhadap perasaan dari karakter-karakter yang ada di dongeng yang Ibu ceritakan. Secara perlahan, perkembangan sosial anak terus berkembang. Ia mulai mengenal konsep berbagai dan bersabar, sehingga sudah mau untuk meminjamkan barang miliknya kepada anak lain.

Namun terkadang ada juga anak yang justru menjadi lebih agresif terhadap orang lain, seperti memukul, menendang, menjambak, menggigit, atau mendorong. Hal tersebut biasanya ia lakukan untuk melindungi barang-barangnya supaya tidak diambil oleh orang lain. Meski begitu, jangan mengartikan bahwa ia nakal, Bu, karena rasa marah tersebut bisa sebagai bentuk rasa frustasi akibat tidak mampu mengungkapkan perasaannya melalui kata-kata.

Kemudian di usia 3 tahun, si Kecil mulai belajar untuk mengenal dan merasakan emosi orang lain. Meski belum dapat dikatakan ia mampu berempati seperti orang lain, ia baru dapat membaca emosi orang lain saja, seperti ikut menangis saat melihat ibunya menangis. Si Kecil juga suka jika dikelilingi oleh orang dewasa, terutama yang sudah dikenalnya.

Jika si Kecil menunjukkan kemarahan yang susah untuk dikendalikan dan tidak sesuai dengan perkembangan sosial anak seusianya, jangan ragu untuk berkonsultasi kepada ahlinya ya, Bu. Apalagi jika sifat emosionalnya sudah mempengaruhi aktivitas si Kecil sehari-hari, maka sebaiknya Ibu meminta saran dari dokter atau psikolog.

Usia 3-4 Tahun

Memasuki usia 3 hingga 4 tahun, si Kecil mulai lebih percaya diri dan mandiri dibanding sebelumnya. Ia akan sering ingin melakukan banyak hal sendiri. Meski begitu, terkadang ia juga masih suka mencari perhatian dan bersikap manja kepada Ibu. Si Kecil mulai memahami konsep hubungan sosial yang ia pelajari dengan cara mengamati kejadian yang terjadi di sekelilingnya.

Dengan mengamati, si Kecil dapat belajar lebih cepat untuk bersosialisasi dengan orang lain. Untuk itu Ibu perlu untuk mengajak anak bertemu dengan orang baru, khususnya yang seusianya supaya ia bisa belajar lebih banyak. Saat bertemu dengan orang lain ini ia akan mulai merasa nyaman. Walaupun terkadang bertengkar, tapi ini merupakan hal yang wajar. Ia mulai bisa bermain berkelompok, serta dapat bersabar dan berbagi dengan lebih baik.

Demikianlah informasi seputar perkembangan sosial anak yang bisa saya bagikan kepada Ibu. Memang tidak mudah ya, Bu, untuk mengajari si Kecil bagaimana caranya untuk berinteraksi dengan baik di usianya kini. Namun saya yakin dengan kesabaran dan ketekunan Ibu mengajari si Kecil, ia pasti dapat menjadi seorang anak yang memiliki empati dan mampu bersosialisasi dengan baik. Yuk, sama-sama belajar untuk mengajari si Kecil!

Sumber:
ibupedia.com