Asma merupakan kondisi berulang berupa keadaan saluran pernafasan mengalami penyempitan akibat hiperaktivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan bersifat sementara. Pada anak, asma banyak dialami anak yang berusia lima tahun.

Bila pada salah satu keluarga Ibu atau keluarga ayah, baik kakek, nenek, paman maupun bibi, ada yang memiliki riwayat mengidap penyakit ini, maka anak memiliki potensi akan terkena asma. Perlu pula diwaspadai apabila pada keluarga terdapat bentuk lain penyakit alergi, seperti eksim, pilek alergi, ataupun alergi obat maupun makanan

Selain karena faktor genetik, faktor lingkungan lingkungan juga dapat meningkatkan peluang anak mengalami asma, seperti: terkena asap tembakau, reaksi alergi baik reaksi kulit ataupun alergi makanan, tinggal di lingkungan kota yang penuh polusi udara, berat badan rendah ketika lahir, serta obesitas.

Berikut adalah langkah-langkah antisipasi yang bisa Ibu lakukan agar anak tidak terkena asma atau penyakit asma pada anak tidak kambuh:
• Hindari pemicu yang membuat anak sering kambuh, seperti alergi debu, makanan, kulit dan lainnya.
• Jauhkan anak dari asap rokok yang ada di sekitar. Terkena asap tembakau saat bayi merupakan salah satu pemicu anak bisa terkena asma.
• Dorong anak Ibu untuk aktif tapi jangan membuat dia terlalu capek. Sepanjang gejala asma anak dapat dikontrol dengan baik, aktivitas fisik yang rutin dapat membuat kondisi paru-parunya bekerja dengan lebih efisien.
• Ibu bisa mengajak anak untuk berolahraga ringan yang sesuai dengan kemampuan dan kondisi tubuh si anak, seperti berenang, jogging di pagi hari, naik sepeda di sore hari. Namun perlu diingat jangan berlebihan ya, Bu, karena bila si anak sudah mulai kecapekan maka asma bisa saja kambuh.
• Jangan lupa rutin menimbang berat badannya. Berat badan yang berlebih bisa menyebabkan terjadinya sesak napas dan penyakit komplikasi kronis lainnya, seperti diabetes, jantung, kolestrol, dan sebagainya.
• Jaga kesehatan, termasuk kesehatan saluran pernafasan, agar terhindar dari penyakit, seperti flu, pilek, batuk.
• Jika di rumah terdapat hewan pelihara, seperti anjing, kucing ataupun kelinci, maka sebaiknya Ibu mulai memperhatikan kebersihan kandangnya, makanan dan tubuh binatang tersebut agar bulu-bulu halus tidak rontok dan berterbangan.
• Menjaga kebersihan rumah itu perlu untuk menghindari debu dan kotoran yang menempel di peralatan atau perabotan rumah tangga yang cukup banyak.