Whatsapp Share

Camilan adalah hal yang paling disukai oleh anak-anak sebagai makanan selingan sebelum dan sesudah makanan utama. Hal ini diperlukan supaya pada saat jam makan utama, si kecil tidak makan berlebihan akibat rasa laparnya yang berlebihan. Selain itu, camilan juga digunakan sebagai bahan tambahan energi. Namun, sadarkah Ibu kalau kadar gula pada camilan anak atau makanan yang dikonsumsi oleh anak mengandung kadar gula yang tinggi? Tanpa disadari, banyak camilan yang sering diberikan untuk si kecil mengandung kadar gula melebihi kadar gula normal pada anak. Kadar gula yang tidak sesuai dengan kadar gula normal pada anak memiliki risiko yang tinggi untuk kesehatan anak.

Dianjurkan, Ibu untuk membiasakan si kecil untuk mengonsumsi sumber karbohidrat yang mengandung gula alami, seperti buah, sayur, dan susu. Walaupun begitu, susu juga harus diberikan secara hati-hati pada anak karena kandungan gulanya. Dalam mencegah dampak buruk yang dihasilkan dari kelebihan asupan kadar gula untuk anak, Ibu dapat memberikan susu bebas gula, seperti susu Frisian Flag Junio rasa plain yang tidak ada tambahan gula dengan porsi yang pas untuk camilan. Gula yang biasanya menambahkan rasa manis pada makanan dan minuman berbentuk, yakni gula putih, gula merah, sirup maple, sirup jagung, dan lain-lain. Mari Ibu, simak penjelasan di bawah ini mengenai camilan yang mengandung kadar gula yang tinggi.

Camilan yang Mengandung Kadar Gula Melebihi Kadar Gula Normal Pada Anak

Anak-anak memang membutuhkan asupan gula yang didapatkan dari camilan untuk menunjang pertumbuhannya. Akan tetapi, kadar gula yang dikonsumsi melebihi dari yang seharusnya. Makanan manis seperti sebungkus permen atau minuman manis saja sudah melebihi batas kadar gula normal pada anak. Itu juga belum termasuk dengan makanan berat yang Ibu masak, susu kemasan, atau makanan ringan lainnya yang si kecil konsumsi.

  1. Permen

    Makanan manis ini merupakan makanan favorit anak-anak hingga orang dewasa. Dengan memiliki banyak variasi warna dan rasa buah membuat anak-anak semakin tertarik. Permen biasanya digunakan untuk menambah energi dikarenakan rasanya yang manis. Oleh karena itu, makanan manis berwarna-warni ini mengandung kadar gula yang tinggi melebihi dari kadar gula normal pada anak. Sekitar 60% hingga 90% isi permen adalah gula. Daripada memberi camilan yang mengandung kadar gula tinggi yang dapat membahayakan kesehatan anak, alangkah baiknya memberikan buah-buahan asli. Buah-buahan mengandung gula alami dan mengandung banyak nutrisi yang baik untuk kesehatan anak.

  2. Jus Buah atau Minuman Kemasan

    Banyak yang mengira bahwa jus buah kemasan atau jus buah yang dibeli memiliki kandungan yang baik. Padahal, tidak sepenuhnya benar, walaupun dibuat langsung dari buah asli tetapi penjual ada menambahkan gula atau susu ke dalamnya. Tambahan gula dan susu tersebut yang membuat kandungan gula melebihi kadar gula normal pada anak. Disarankan Ibu untuk membuat jus sendiri dengan takaran gula yang sesuai dengan kadar gula normal pada anak. Selain, itu Ibu juga dapat memastikan dengan baik kualitas dari jus tersebut.

  3. Aneka Kue

    Kue sangat enak untuk dinikmati pada saat si kecil sedang bersantai, saat sedang melakukan aktivitas, ataupun sebagai makanan penutup. Namun, tahukah Ibu bahwa kue memiliki kandungan kue yang tinggi karena kue diolah dari bahan-bahan tertentu, seperti mentega, tepung, dan gula. Kue dapat dikonsumsi oleh anak tetapi disarankan untuk jangan berlebihan, ya, Ibu.

  4. Minuman Bersoda

    Minuman yang satu ini mengandung kadar gula yang melebihi kadar gula normal pada anak bahkan juga orang dewasa. Tak jarang, anak-anak diberi minum minuman bersoda oleh orangtuanya. Faktanya, minuman bersoda diperkirakan mengandung sekitar 39 gram hingga 99 gram kandungan gula. Selain itu, minuman ini juga dapat menyebabkan kembung. Padahal, minuman ini juga tidak baik untuk orang dewasa, apalagi untuk anak-anak.

Dampak Kadar Gula Berlebih Bagi Kesehatan Anak

Menurut American Heart Association atau AHA, kadar gula normal pada anak usia 2 -18 tahun, yaitu kurang dari 25 gram atau setara dengan 6 sendok teh per harinya. Anak usia di bawah 2 tahun tidak disarankan untuk mengonsumsi gula sama sekali. Seharusnya, konsumsi kadar gula normal pada anak tidak lebih dari 10% dari total kalori setiap hari. Apabila anak mengonsumsi kadar gula melebihi kadar gula normal pada anak maka dapat menimbulkan beberapa dampak sebagai berikut:

  1. Kerusakan Gigi

    Ibu harus membatasi anak untuk mengonsumsi gula untuk mencegah kerusakan gigi anak. Kerusakan gigi bisa saja terjadi pada saat makanan dan minuman yang mengandung gula menempel pada gigi anak. Mengonsumsi gula yang terdapat pada permen yang lengket memiliki risiko terbesar untuk terkena karies gigi. Setelah makan camilan yang manis, biasakan si kecil untuk berkumur dan rutin sikat gigi dua kali sehari yang teratur menggunakan pasta gigi yang mengandung fluoride. Kandungan fluoride pada pasta gigi diketahui efektif mencegah karies gigi dan gigi berlubang.

  2. Kecanduan

    Makanan dan minuman yang manis memang enak sehingga jika kebiasaan mengonsumsi yang manis dapat membuat kecanduan. Termasuk anak-anak yang senang apabila diberi makanan manis. Jika Ibu biarkan saja, keinginan anak terhadap makanan manis akan membuat kesehatan fisik dan psikologisnya berbahaya karena mengalami kecanduan.   Gejala pada anak yang mengalami kecanduan makanan manis dapat dilihat ketika keinginannya untuk mengonsumsi makanan manis tidak dituruti. Gejala yang biasanya ditunjukan apabila terkena kecanduan mengonsumsi kadar gula normal pada anak, berupa perubahan mood anak yang secara drastic, tidak bisa lepas dari makanan dan minuman manis, anak overaktif dan banyak bicara, hingga gemetar.

  3. Obesitas

    Anak-anak yang berisiko terkena obesitas adalah anak-anak yang sering makan makanan manis dan tidak diimbangi dengan makanan bergizi yang seimbang. Indonesia diketahui banyak anak-anak mengalami obesitas. Berdasarkan sebuah penelitian, 8 dari 10 anak di Indonesia mengalami menderita obesitas. Terdapat beberapa penyebab obesitas pada anak, seperti mengonsumsi makanan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, hingga mengonsumsi gula yang tidak sesuai dengan kadar gula normal pada anak. Anak obesitas akan terus mengalami kondisi ini hingga dewasa apabila pola makannya tidak diperbaiki dan tidak sesuai dengan kadar gula normal pada anak. Apabila tidak segera ditangani dalam jangka panjang, penderita obesitas dapat mengalami komplikasi penyakit jantung, diabetes tipe 2, gangguan tulang, asma, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, serta gangguan mental.

  4. Penyakit Diabetes Tipe 2

    Mengonsumsi gula tidak sesuai dengan kadar gula normal pada anak juga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit diabetes. Diabetes adalah kondisi kesehatan yang mempengaruhi cara kerja tubuh menggunakan glukosa yang merupakan jenis gula yang terdapat pada darah. Glukosa didapatkan dari makanan yang dikonsumsi. Tubuh menggunakan glukosa untuk menghasilkan energi dengan bantuan hormon insulin. Pada penyakit diabetes tipe 2 ini, pankreas dapat memproduksi insulin tetapi yang diproduksi tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh. Oleh sebab itu, glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel dan dapat meningkatkan kadar gula normal pada anak. Diabetes tipe 2 memiliki gejala, yakni sering buang air kecil, si kecil sering merasa kecapekan, sering haus, dan terdapat luka ruam yang sulit sembuh.

Tak dapat dipungkiri, anak-anak tidak dapat dijauhkan dengan makanan manis. Oleh karena itu, peran dan tanggung jawab orang tua untuk mengontrol gula sesuai dengan kadar gula normal pada anak, bisa dengan cara membuat camilan sendiri dengan bahan yang sehat. Ibu juga dapat membatasi si kecil untuk mengurangi gula dengan cara memberikannya camilan susu kemasan yang lebih sehat, seperti Susu Junio salah satu rekomendasi susu untuk anak mulai usia 1 tahun sebagai camilan sehat karena kaya akan nutrisi. Susu Siap Minum Frisian Flag Junio dengan Nutribrain yang dilengkapi omega 3 dan 6 juga kandungan 9 Vitamin (Vitamin A, D, B1&B2, B3, B6, B12) serta diperkaya dengan 6 Mineral (Kalsium, Fosfor, Magnesium, Iodium, Zink, dan Selenium). Kandungan pada susu Junio sesuai dengan nutrisi yang dibutuhkan oleh anak dengan usia 1 tahun yang dapat membantu tumbuh kembang serta dapat mengoptimalkan fungsi otak anak, tentunya susu Frisian Flag Junio tanpa gula tambahan.

Susu Frisian Flag Junio memiliki kemasan praktis yang tersedia dalam ukuran 110 ml yang merupakan susu UHT untuk anak usia 1 tahun ke atas, cukup untuk camilan sehat si Kecil. Jadikan susu sebagai camilan sehat 2 kali sehari untuk mengisi waktu jeda antara sarapan dan makan siang serta makan siang/sore dan makan malam. Jadi, jangan lupa untuk berikan Frisian Flag Junio yang tersedia dalam empat varian rasa, yaitu Rasa stroberi, Rasa Coklat, Rasa Pisang, dan Plain Milk agar si Kecil selalu #CerdasCeria setiap hari!