Share Like
Simpan

Ibu tentu setuju ya, bahwa kesabaran adalah salah satu modal penting dalam menjalani keseharian? Mengingat di lingkup sosial sehari-hari kita banyak menjumpai perbedaan antara diri sendiri dan orang lain, kemampuan menahan diri agar tidak mudah emosi jelas dibutuhkan setiap orang untuk memperlancar proses bersosialisasi di tengah-tengah lingkungan. Sayangnya, bersabar tidak selalu mudah dilakukan, Bu. Itu sebabnya, kemampuan satu ini perlu dilatih dengan baik sejak dini.

Berdasarkan diskusi online bersama psikolog anak yang pernah saya ikuti via Live Chat di laman Facebook Ibu dan Balita, mendidik anak untuk terbiasa bersabar ternyata bisa dilakukan sejak ia masih bayi lho, Bu. Penasaran bagaimana caranya? Berikut info selengkapnya. Simak yuk, Bu!

Kapan Ibu Bisa Mulai Melatih Bayi Bersabar?

Menurut pakar psikologi anak di sesi Live Chat yang saya ikuti, kebiasaan bersabar bisa dilatih sejak ia berusia enam bulan, segera setelah mendapatkan MPASI, Bu. Mengapa begitu? Berbeda dengan bayi yang masih mendapatkan ASI eksklusif, bayi berusia enam bulan sebenarnya sudah mampu mengontrol tangisan sesuai reaksi yang diperlihatkan lingkungan sekitarnya saat ia menangis.

Bila Ibu, Ayah, atau orang-orang terdekatnya selalu menunjukkan reaksi cepat tanggap setiap kali tangis si Kecil pecah, bayi kesayangan Ibu akan terbiasa menjadikan tangisan sebagai alat untuk segera mendapatkan keinginannya. Ia menganggap orang-orang di sekitarnya akan sigap memberikan respon bila ia mulai menangis. Sebaliknya, bila Ibu, Ayah, dan orang-orang sekitarnya konsisten melatih anak untuk menunggu sebelum mendapat kebutuhannya, bayi kesayangan Ibu perlahan akan terlatih untuk bersabar, karena ia tahu, kebutuhannya akan terpenuhi dalam beberapa saat.

Langkah Mudah Melatih Kesabaran pada Bayi

Setelah tahu waktu yang tepat untuk melatih bayi bersabar, kini saatnya mengetahui langkah mudah membiasakan si Kecil untuk bersabar sejak dini, Bu. Ini beberapa caranya.

  • Biarkan si Kecil Menunggu

Ibu tentu mengerti bahwa tangisan merupakan cara si Kecil memberi tahu kebutuhannya. Namun, alih-alih meresponnya dengan langsung menuruti keinginannya, Ibu cukup meresponnya secara verbal terlebih dulu. Jadi, ketimbang menunjukkan wajah panik dan langsung lari tergopoh-gopoh setiap kali si Kecil menangis, berikan sinyal sederhana agar bayi kecil kesayangan tahu bahwa Ibu ada di dekatnya. Misalnya dengan berkata, “Sebentar ya, Nak, sebentar lagi Ibu ke sana.”

  • Dekati dan Beri Ia Penjelasan

Setelah Ibu mendidik bayi untuk menunggu beberapa saat, selanjutnya dekati ia dan berikan penjelasan terkait tahapan-tahapan yang perlu Ibu lakukan untuk memenuhi keinginannya. Misalnya, bila si Kecil ingin makan MPASI-nya, Ibu bisa berkata, “Sebentar ya, Dik. Ibu ambil piring dan siapkan makananmu terlebih dulu.” Meski di usia enam bulan ia belum memahami apa yang Ibu ucapkan, penjelasan ini tetap penting untuk membuat si Kecil tidak merasa diabaikan.

  • Alihkan Perhatian si Kecil

Seperti halnya kita, bayi juga bisa merasa bosan saat diminta menunggu. Oleh karenanya, saat Ibu memintanya untuk menunggu (baik untuk waktu yang cukup lama atau pun sebentar), berikan ia sesuatu untuk mengalihkan perhatiannya ya, Bu. Misalnya, saat Ibu hendak meninggalkan si Kecil sebentar untuk mengambil makanan di dapur, Ibu bisa memberikan mainan warna-warni atau pun teether sebelumnya. Karena perhatiannya teralihkan, si Kecil tak akan menangis karena bosan dan marah saat ditinggal Ibu.

  • Tunjukkan bahwa Segala Sesuatu Perlu Proses

Supaya si Kecil bisa bersabar, Ibu juga perlu memberitahunya bahwa segala sesuatu tidak serta merta ada, termasuk MPASI atau makanan yang ia minta. Oleh sebab itu, usahakan untuk menunjukkan proses atau urutan untuk memenuhi permintaannya ya, Bu. Contohnya, saat bayi mungil Ibu menginginkan jus jeruk. Ketimbang langsung memberikannya jus setelah minuman itu Ibu buat di dapur, sebaiknya ajak si Kecil ke dapur untuk menyaksikan proses dan tahap-tahapan pembuatan jus itu, mulai dari membelah jeruk menggunakan pisau menjadi dua bagian, memerasnya, memasukkannya ke dalam botol, memberi sedikit gula tambahan, dan menyajikannya. Dengan memahami tahap-tahapan yang perlu Ibu lakukan sebelum memberikan setiap hal yang diinginkannya, si Kecil akan terlatih untuk lebih bersabar tiap kali meminta sesuatu.

Itulah beberapa trik sederhana yang bisa dilakukan untuk mendidik anak agar terbiasa bersabar sejak dini, Bu. Yuk, coba praktikkan agar bayi kesayangan Ibu tumbuh menjadi pribadi penyabar sehingga proses belajar bersosialisasinya kelak bisa berlangsung lebih lancar.