Share Like
Simpan

Apa makanan kesukaan si Kecil, Bu? Ayam goreng, kue tart atau jus jeruk dingin? Kalau anak saya, dari dulu suka sekali dengan makanan dengan cita rasa gurih. Tentu saja ia sesekali juga suka menyantap makanan manis, tapi bukan jadi favoritnya.

Nah, bicara soal cita rasa favorit, saya punya cerita yang rasanya cukup penting untuk diperhatikan, Bu. Suatu hari teman saya pernah menceritakan tentang anaknya yang sulit makan. Diberikan masakan apa pun, dari tradisional, internasional, hingga jajanan yang sebenarnya mengandung banyak penyedap, ia tidak mau. Akibatnya, berat badannya sempat turun drastis, dan kesehatannya mengkhawatirkan.

Saat itu, saya menyarankan teman untuk memberikan makanan yang berbeda suhu dalam waktu yang berdekatan. Awalnya ia menyesap kuah sup yang hangat, lalu sekitar lima menit kemudian ia menyicip sesendok makan es krim. Keduanya mendapat reaksi yang sama, penolakan. Akhirnya, saya menganjurkan teman saya untuk membawa anaknya ke dokter. Sepertinya, anaknya mengalami gangguan pada indera pengecapnya. Bagaimana saya bisa mencurigai hal itu?

Berikut ini adalah dua gejalanya:

Tahan Segala Suhu

Si Kecil yang memiliki gangguan pada indera pengecapnya, biasanya juga tidak bisa merasakan perbedaan suhu makanan. Oleh karena itu, ia tidak terlalu bereaksi meskipun suhu makanan yang ia konsumsi cukup drastis. Hal ini tentu membahayakan, karena meski tak bisa merasakan, organ tubuh lainnya tetap dapat terluka dengan perubahan suhu ini.

Napsu Makan Menurun

Dengan kurang berfungsinya indera pengecap, otomatis si Kecil akan kehilangan napsu makannya. Jika diabaikan, bukan hanya kesehatan si Kecil yang terancam, tapi juga perkembangan otak dan fisiknya, Bu. Tentu tidak ada orang tua yang mau mengalaminya, bukan?

Lalu bagaimana dengan penyebabnya? Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat mengakibatkan terganggunya indera perasa si Kecil, Bu:

Gangguan Telinga

Saraf di telinga juga berfungsi mengantarkan sensasi rasa dari lidah ke otak kita, Bu. Jika telinga si Kecil terinfeksi bakteri, kemungkinan ia akan sulit menyicip rasa makanan. Hal ini disebabkan saraf yang sedang ‘mengantarkan’ rasa dari lidah ke otak, ‘dicegat’ oleh bakteri di bagian tengah telinga, yang mengakibatkan berkurangnya sensasi rasa yang diterima si Kecil.

Infeksi Mulut

Di usianya, si Kecil tentu sudah memiliki gigi dan aktif menggunakannya. Jika aktivitas mulutnya tidak diimbangi dengan kebiasaan menjaga rongga mulut dengan baik, maka mungkin saja terjadi infeksi mulut, Bu. Coba periksa bagian langit-langit mulut atau bagian bawah lidah si Kecil. Biasanya dua bagian itu luput ketika si Kecil menggosok gigi.

Selain menggosok gigi dan berkumur setelah sarapan maupun sebelum tidur, biasakan juga untuk selalu minum air putih setelah makan, Bu. Tak hanya melepas dahaga, air putih juga membantu membasuh sisa makanan yang tertinggal di dalam mulut.

Jika si Kecil mengalami kedua hal tersebut, sebaiknya langsung dibawa ke dokter agar segera ditangani. Sebab, jika masalah ini dibiarkan terus menerus, pada akhirnya bisa benar-benar merusak indera pengecap si Kecil, Bu. Sayang sekali kan, kalau pertumbuhan motorik dan otaknya terhambat hanya karena salah penanganan?

Ayo tanamkan kedisiplinan tentang kebersihan pada si Kecil, agar kesehatan tubuhnya senantiasa terjaga. Titipkan salam untuk si Kecil ya, Bu!