Whatsapp Share Like
Simpan

Ibu sering tidak merasa kewalahan karena si Kecil yang rewel karena susah tidur? Baik tidur siang maupun malam, susah sekali untuk mengantar si Kecil tidur tanpa drama. Meskipun matanya sudah berat, sepertinya susah sekali bagi si Kecil untuk tenang dan memejamkan matanya. Anak susah tidur dan rewel pasti membuat khawatir orang tuanya. Demikian juga kalau Ibu mengalaminya pada sang buah hati. Cemas, sedih, dan kadang bercampur dengan jengkel yang bisa memancing emosi.

Namun emosi bukanlah sebuah sikap yang bijak. Karena semakin orang tua terpancing emosinya, anak justru bisa tambah rewel. Di samping itu, sebenarnya anak tidak pernah berniat membuat hati kita jengkel. Mungkin itulah caranya mengekspresikan yang dirasakannya atau mengungkapkan keinginannya.

Ternyata sikap rewel karena anak susah tidur umumnya terjadi pada sekitar 30% anak berusia 6 bulan sampai 3 tahun. Ibu bisa mengatasi dengan menetapkan waktu tidur yang teratur dan melakukan ritual sebelum tidur, seperti mendongeng atau membaca buku, agar anak ’menyadari’ bahwa sudah waktunya tidur.

Ternyata bukan hanya karena susah tidur, anak juga bisa rewel karena berbagai hal. Dengan mengetahui penyebab kerewelannya, maka Ibu bisa bertindak secara tepat untuk menanganinya. Berikut adalah beberapa kondisi lain yang biasanya membuat anak rewel:

1. Kondisi badan yang tidak nyaman

Anak biasanya menjadi rewel karena dia sakit, kedinginan, lapar, atau haus. Misalkan ketika anak panas, tentunya ia akan lebih rewel karena merasa tidak nyaman. Untuk kondisi ini, yang sebaiknya Ibu lakukan adalah mencari tahu penyebabnya. Biasanya, kalau anak rewel disebabkan karena masalah fisik, anak akan segera kembali ceria jika ia sudah kembali nyaman.

Artikel Sejenis

2. Mencari Perhatian

Terkadang batita rewel karena ingin mencari perhatian dari orangtuanya. Ini kerap terjadi karena orang tua banyak memberikan perhatian kepadanya saat sedang rewel saja. Sementara saat anak tidak rewel, orang tua cenderung kurang memperhatikan. Akibatnya, mulai dari situ ia menjadi tahu bahwa dengan menangis maka keinginannya akan terpenuhi. Bila sudah begitu, sebaiknya Ibu tidak memberikan perhatian khusus pada saat balita rewel. Bila perlu, jangan penuhi permintaannya, sehingga ia menyadari bahwa cara yang dilakukan tidaklah benar. Cara ini juga bisa mengajari batita mengendalikan diri.

Ibu juga bisa mengajak si kecil untuk berkomunikasi, sampaikan kepadanya bahwa cara yang dilakukan adalah salah. Misalnya, kalau anak meminta sesuatu sambil menangis, Ibu bisa bilang bahwa Ibu tidak tahu apa yang dimintanya, sehingga si Kecil harus tenang dulu, lalu minta dia untuk bicara yang baik.

Dan sebaiknya Ibu juga bisa memberikan perhatian kepada anak saat dia bersikap manis. Bentuk perhatian itu bisa dilakukan dengan kata-kata misalnya “Ibu bangga sama kamu, karena kamu bisa diajak mandi.” Memberi pujian dan dorongan positif akan membuat anak percaya diri dan tenang.

3. Anak Susah makan

Jika anak kerap rewel saat diberi makan, Ibu tidak perlu khawatir, karena Ibu bisa melakukan beberapa cara agar anak mau makan. Pertama, Ibu bisa memberikan makanan kesukaannya. Misalnya kalau dia suka roti, maka Ibu bisa membuat variasi roti agar si kecil mau makan. Variasi roti ini bisa Ibu lakukan dengan menambahkan daging dan/atau sayuran agar roti tersebut bergizi tinggi. Selain itu, Ibu juga bisa mengajak anak makan sambil bermain. Kadangkala dengan bermain anak dengan mudah diberi makan. Dengan menjadikan makan sebagai proses yang menyenangkan, maka diharapkan si Kecil tidak akan rewel lagi ya Bu!

Semoga artikel ini dapat membantu Ibu untuk mengatasi masalah anak susah tidur dan rewel karena berbagai hal ya, bu.Jika ibu memiliki pertanyaan lain seputar kesehatan dan  tumbuh kembang si Kecil, silakan berkunjung ke laman Tanya Pakar. Para ahli di sana akan menjawab pertanyaan Ibu secara langsung. Untuk dapat menggunakan fitur tersebut, jangan lupa untuk registrasi terlebih dulu ya, Bu.