Share Like
Simpan

Melihat si Kecil senang sekali bermain dengan boneka beruangnya, saya dan suami dulu sempat terpikir untuk memberikannya seekor hewan peliharaan. Maklum, saat itu anak kami memang baru satu, Bu. Jadi, kami berpikir mungkin ia butuh teman bermain yang bisa menemaninya di rumah selain saya.

Awalnya sih saya masih ragu karena khawatir ia bisa terkena penyakit yang dibawa oleh hewan peliharaan. Namun, setelah mencari informasi di internet, akhirnya saya tahu bahwa di usianya yang baru 4 tahun ini, ia bisa belajar tentang nilai kehidupan dari memelihara hewan.

Akan tetapi, sebelum memilih hewan yang sesuai, Ibu perlu memerhatikan beberapa tips berikut ini.

  • Lihat kesiapan si Kecil.

Sebaiknya, Ibu mulai mengenalkan hewan peliharaan kepada si Kecil ketika ia sudah menunjukkan sikap dan reaksi yang baik terhadap hewan di sekelilingnya. Sebagai contoh, apakah ia sudah mengerti apa yang boleh dan tidak boleh dilakukannya terhadap hewan? Nah, jika jawabannya "ya", berarti si Kecil sudah siap memiliki hewan peliharaannya, Bu.

  • Pilih jenis hewan yang aman bagi si Kecil

Nah, hal yang satu ini tak kalah penting, Bu. Ini karena tentunya kita ingin si Kecil selalu merasa nyaman saat berada bersama hewan peliharaannya. Sebagai contoh, saya dulu memilih ikan mas untuk hewan peliharaan si Kecil. Selain karena lebih aman untuk berada di sekitar si Kecil, keputusan ini juga memiliki alasan tersendiri. Memilih ikan membuat saya bisa sekaligus mengajarkan kepada si Kecil pentingnya memiliki rasa sabar dan bagaimana seharusnya ia memperlakukan makhluk hidup yang lebih lemah.

  • Sesuaikan jenis binatang peliharaan dengan lingkungan rumah

Bu, sebelum memutuskan jenis hewan yang tepat bagi si Kecil, jangan lupa pertimbangkan juga dengan lingkungan rumah Ibu, ya. Pasalnya, keadaan di sekitar rumah juga bisa membuat binatang merasa stres dan berpotensi menimbulkan sikap agresif. Ibu tentu tidak menginginkan si Kecil terganggu dengan hal ini, bukan?

  • Cek kemungkinan adanya alergi hewan pada si Kecil

Memilih hewan berbulu seperti kucing atau anjing mungkin sesuai bagi Ibu dan keluarga. Akan tetapi, coba pastikan terlebih dahulu. Apakah si Kecil memiliki alergi terhadap bulu binatang? Jika iya, sebaiknya hindarkan iya dengan binatang berbulu ya, Bu.

  • Pertimbangkan biaya perawatan yang dibutuhkan

Pada umumnya, hewan peliharaan akan membutuhkan biaya perawatan tersendiri. Baik untuk kesehatan maupun kebersihannya. Nah, sebelum memutuskan untuk memelihara hewan, pertimbangkan hal ini terlebih dahulu, ya. Jangan sampai, Ibu dan keluarga justru semakin terbebani dengan biaya perawatan hewan yang terbilang mahal.

Selain mendapatkan teman bermain, memelihara hewan juga bisa mengajarkan ia rasa tanggung jawab serta kepatuhan akan bimbingan dari orang tua. Seperti si Kecil dulu, Bu. Ketika kami memutuskan untuk memberikan hewan peliharaan, rasa tanggung jawab ini mulai terlihat tidak hanya saat mengurus peliharaannya, namun juga perihal kebersihan dan kerapihan.

Contohnya, setelah menggambar, ia jadi membiasakan diri untuk membereskann kembali alat menggambar serta membersihkan serpihan-serpihan yang menyebar dari penghapusnya sebelum saya suruh. Awalnya saya pikir sikapnya ini hanya bertahan sementara saja, rupanya kebiasaannya ini terus ia bawa sampai sekarang. Lega juga saya karena dampak baik dari memelihara hewan ini bisa ia terapkan ke berbagai aspek.

Bagaimana dengan Ibu? Apakah ada pengalaman atau cerita yang serupa dengan saya? Bagi di sini, yuk!