Whatsapp Share Like
Simpan


Menjaga kebutuhan ASI Bayi selama ASI eksklusif memang penting bagi perkembangan bayi sehat. Nutrisi yang terkandung dalam ASI terbilang cukup lengkap untuk menunjang tumbuh kembangnya saat ini. Namun siapa sangka, ternyata bayi juga bisa menolak minum ASI. Masalah ini dihadapi oleh bayi sahabat saya yang tidak mau minum ASI. Sungguh sedih mendengarnya, padahal ia ingin sekali menerapkan pemberian ASI eksklusif pada si Kecil agar kebutuhan nutrisinya tetap tercukupi. Tapi apa ya pemicunya? Berikut beberapa hal yang menyebabkan bayi menolak ASI, setelah sahabat saya melakukan konsultasi kesehatan anak dengan dokter anak.

Merasa Sakit pada Bagian Mulut

Ada kemungkinan bahwa bayi mengalami rasa sakit di bagian mulutnya ketika menghisap ASI. Rasa sakit ini bisa saja karena tumbuhnya gigi, sariawan, atau bahkan ada kemungkinan infeksi telinga. Tentu hal ini akan membuat bayi merasa tidak nyaman ketika menyedot ASI dan enggan melakukannya.

Cara mengatasinya: Bila hanya sariawan, Ibu dapat memompa ASI ke dalam botol sehingga ujung dot dapat Ibu hindarkan dari area yang sariawan. Sedangkan, bila terjadi tumbuh gigi atau sariawan, akan lebih baik apabila Ibu melakukan konsultasi kesehatan anak ke dokter anak untuk diberikan obat penghilang rasa sakit atau sejenisnya. Sebisa mungkin tetap cukupi kebutuhan ASI bayi meskipun tidak menyusu langsung pada payudara Ibu.

Artikel Sejenis

Rasa ASI yang Berubah

Kemungkinan lain yang menyebabkan bayi menolak ASI adalah karena rasa ASI yang berubah. Ada dua kemungkinan penyebab rasa ASI yang berubah ini. Pertama, ASI berubah rasa karena makanan yang Ibu makan, khususnya makanan yang pedas atau memiliki rasa yang kuat. Kedua, ada kemungkinan juga bahwa perubahan rasa disebabkan oleh perubahan hormon. Hal ini bisa jadi karena Ibu sudah mulai kembali menstruasi atau mungkin malah hamil kedua.

Cara mengatasinya: Lalu bagaimana cara Ibu cukupi kebutuhan ASI bayi jika ia menolak karena rasa ASI yang berubah? Tentu langkah yang tepat untuk menghindari perubahan rasa karena makanan adalah dengan mengonsumsi makanan lain yang memiliki rasa enak bagi bayi sehat Ibu. Hindari mengonsumsi makanan yang memiliki rasa-rasa kuat seperti bawang atau cabe. Bila mogok ASI ini terjadi karena Ibu sudah mulai menstruasi atau hamil lagi, Ibu bisa berkonsultasi pada dokter anak cara tepat untuk melengkapi nutrisi si Kecil, terutama jika ia masih belum terlalu dini untuk menerima MPASI.

Hidung Bayi Tersumbat karena Pilek

Coba bayangkan bila Ibu harus menyedot sesuatu saat hidung tersumbat. Hal ini pasti membuat Ibu sulit bernapas. Begitulah yang setidaknya terjadi pada bayi yang sedang pilek sehingga ia sampai menolak ASI. Kesulitan bernapas membuatnya tidak nnyaman untuk menyusu, Bu.

Cara mengatasinya: Cobalah untuk meredakan ketidaknyamannya dengan menyedot ingus yang menyumbat hidung bayi dengan alat penyedot lendir (nasal aspirator). Selain itu, sebaiknya lakukan konsultasi kesehatan anak ke dokter anak agar diberikan solusi terbaik untuk menyembuhkan pilek yang mengganggu sehingga bayi Ibu bisa kembali sehat.

Payudara Ibu Mengalami Mastitis

Mastitis adalah pembengkakan jaringan payudara. Pembengkakan ini terjadi akibat air susu yang dihasilkan lebih cepat dari yang dikeluarkan. Biasanya hal ini ditandai dengan payudara yang kemerahan, bengkak, perih, dan terasa panas. Meskipun tidak berbahaya untuk bayi, kondisi ini dapat mengubah rasa ASI menjadi sedikit asin. Jadi, bayi bisa jadi kurang suka dan menolak ASI Ibu.

Cara mengatasinya: Jika hal ini terjadi, Ibu bisa segera melakukan konsultasi dengan dokter untuk mengatasinya. Pada dasarnya, saat mengalami mastitis, Ibu tetap boleh memberikan ASI pada si Kecil, meskipun Ibu bisa jadi merasa tidak nyaman atau sakit saat menyusu. Tetap sabar dalam mengASIhi untuk cukupi kebutuhan ASI bayi ya, bu.

Memahami penyebab mengapa bayi sehat Ibu menolak ASI, akan membantu Ibu untuk cukupi kebutuhan ASI bayi ehingga Ibu dapat membantu perkembangannya saat ini.

Jika Ibu memiliki pertanyaan seputar nutrisi dan tumbuh kembang anak, ibu dapat bertanya langsung ke pakar kami melalui fitur Tanya Pakar. Namun untuk menggunakan fitur tersebut, ibu perlu melakukan registrasi terlebih dahulu ya, Bu.