Whatsapp Share Like
Simpan

Di awal kehidupan, bayi membutuhkan asupan nutrisi tinggi untuk menunjang tumbuh kembangnya. Ibu pastinya sudah tahu, kan, apa yang paling dibutuhkan bayi tersebut? Ya, ASI alias Air Susu Ibu. Asupan alami milik ibu yang dianugerahi dengan banyak nutrisi penting yang dibutuhkan untuk bayi. Meski begitu, masih banyak ibu yang merasa khawatir tentang kecukupan asupan si Kecil. Nutrisi apa saja yang dibutuhkan bayi di 1000 hari pertama kehidupannya? Apakah bayinya sudah kenyang? Apakah ASI saja cukup atau perlu tambahan susu bubuk?

Untuk menjawab semua pertanyaan tersebut, Ibu harus tahu dulu apa saja kandungan dan manfaat ASI untuk bayi. Berikut uraiannya:

Kolostrum

Orang tua zaman dulu menganggap bahwa ASI yang pertama kali keluar setelah ibu melahirkan itu basi dan harus dibuang karena warnanya kekuningan. Padahal, justru ASI pertama ini sangatlah penting untuk diberikan kepada buah hatinya. Pada ASI pertama mengandung kolostrum, Bu. Apa itu?

Kolostrum adalah ASI yang pertama kali keluar pada hari ke-1 hingga ke-5 setelah melahirkan. Warnanya putih kekuningan dan kaya akan immunoglobulin A, yaitu antibodi yang dibentuk oleh tubuh untuk melawan bakteri, virus, dan lain sebagainya. Bayi baru lahir belum memilikinya, sehingga harus diberikan oleh sang ibu melalui ASI dan tidak akan terdapat dalam susu formula manapun.

Jadi, bila ada orang tua yang mengatakan untuk membuangnya, jangan dituruti ya, Bu. Berikan edukasi tentang hal ini agar mereka juga mengerti dan tidak terus-menerus percaya dengan mitos.

Artikel Sejenis

Karnitin

Manfaat ASI selanjutnya didapat dari karnitin, kandungan kedua yang tak kalah penting dari kolostrum. Zat ini berperan untuk proses pembentukan energi untuk mempertahankan metabolisme tubuh. Kadar karnitin yang tinggi pada ASI terdapat pada 3 minggu pertama masa menyusui, terutama pada kolostrum.

Karbohidrat

Di dalam ASI juga terdapat karbohidrat yang penting untuk bayi. Jenis karbohidrat utama yang ada di dalamnya adalah laktosa yang bermanfaat sebagai energi untuk otak si Kecil. Selain itu laktosa juga berfungsi untuk membantu pertumbuhan tulang dan gigi serta memperbaiki kesehatan sistem pencernaan bayi.

Protein

Ada dua jenis protein penting yang ada di dalam ASI, yakni kasein dan whey. Protein kasein pada susu bubuk jumlahnya lebih banyak dibandingkan di ASI, sehingga terkadang membuat bayi jadi sembelit. Sedangkan protein whey pada ASI jumlahnya lebih banyak dibanding susu.

Di dalam protein whey terdapat asam amino yang penting untuk perkembangan otak, kepadatan tulang si Kecil, serta dapat menekan resiko munculnya penyakit degeneratif di masa mendatang, seperti diabetes atau obesitas. Kemudian untuk protein kasein sendiri berperan dalam menjaga kesehatan otot.

Lemak

Bayi Ibu juga akan mendapatkan manfaat ASI berupa lemak jenis omega 3 dan omega 6 yang sangat baik untuk perkembangan otak bayi. Di samping itu juga terdapat asam lemak jenuh dan tak jenuh yang seimbang. Berbeda dengan susu sapi di mana kandungan asam lemak jenuhnya lebih tinggi, sehingga dapat memicu kolesterol di masa depan. Meski di dalam susu bubuk juga sudah terdapat omega 3 dan 6, tapi tentunya yang alami lebih baik kan, Bu?

Vitamin dan Mineral

Ada beberapa vitamin yang terkandung dalam ASI. Di antaranya adalah vitamin A, B, C, dan E. Vitamin A berfungsi untuk kesehatan mata, kekebalan tubuh, serta pertumbuhan bayi. Vitamin B dan C untuk daya tahan tubuh dan perkembangan otak. Lalu vitamin E berperan dalam ketahanan sel darah merah. Ada juga kandungan berupa mineral seperti kalsium yang berperan dalam pertumbuhan tulang dan otot dan zinc yang membantu metabolisme tubuh.

Air

Tahu tidak, Bu, kalau ASI mengandung 87,5 persen air? Memang benar, bahwa sebagian besar ASI adalah air. Itu sebabnya bayi yang diberi ASI eksklusif tidak perlu tambahan minuman, kecuali jika mengalami keadaan medis tertentu. Bahkan dalam suhu panas sekalipun, bayi yang cukup ASI tidak membutuhkan tambahan cairan karena secara otomatis sudah tercukupi kebutuhan cairannya.

Begitu besar manfaat ASI dari kandungan yang ada di dalamnya ya, Bu. Jadi sudah dapat disimpulkan bahwa bayi usia 0 hingga 6 bulan hanya memerlukan ASI saja sebagai asupannya. Semua nutrisi yang ia butuhkan sudah terkandung dalam ASI, asupan alami yang terbaik bagi bayi. Tidak ada susu bubuk yang dapat menyamai nutrisi yang dimiliki oleh ASI, sehingga Ibu harus semangat untuk terus menyusui. Berikan ASI setidaknya selama 6 bulan secara eksklusif dan dilanjutkan hingga usia si Kecil 2 tahun.

Tentunya untuk bisa memproduksi ASI yang berkualitas, Ibu harus makan makanan yang bergizi, istirahat cukup, menjaga perasaan bahagia, dan terus berpikir positif dapat memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil. Peran Ayah juga sangat besar untuk mendukung keberhasilan ASI. Untuk itu Ayah harus ikut membantu Ibu dalam mengasuh si Kecil dan memberikan semangat agar Ibu tetap merasa bahagia.

Agar kualitas ASI baik, Ibu dapat mengonsumsi Frisian Flag Mama Tahap 0 SUPRIMA dengan kandungan tinggi protein, kalsium, asam folat, zat besi dan serat pangan inulin untuk mendukung kebaikan mama dan si Kecil. Tersedia dalam rasa cokelat yang lezat dan dapat dikonsumsi 1-2 gelas dalam sehari.

Sumber: https://lifestyle.kompas.com, https://bobo.grid.id, https://hellosehat.com, https://id.theasianparent.com