Share Like
Simpan

Hai Bu! Bagaimana perkembangan si Kecil hari ini? Semoga sehat, ya. Bu, coba perhatikan, apakah saat ini si Kecil suka memilih-milih makanan dengan menyentuh dan menciumnya terlebih dahulu? Hal tersebut merupakan salah satu tanda bahwa si Kecil sudah bisa membedakan aroma yang ia suka dan tidak. Namun, tahukah Ibu bahwa kemampuan mencium pada anak sudah terbentuk semenjak ia masih bayi?

Perkembangan balita yang terjadi secara bertahap dan cepat seringkali membuat kaget ya, Bu. Proses adaptasinya terhadap dunia serta segala sesuatu di sekelilingnya memang membuat si Kecil gemar mempelajari hal baru melalui panca indranya, termasuk indra penciuman. Inilah alasan di balik kegemarannya dalam mencium terlebih dahulu sebelum meminum susu atau menikmati makanannya. 

Saat membimbing perkembangan balita, tanpa disadari orang tua pada umumnya hanya mengasah dua dari panca indra si Kecil, yaitu penglihatan dan pendengaran melalui baca dan tulis serta berbicara. Tapi Bu, alangkah baiknya apabila indra penciumannya juga dilatih sejak dini supaya tumbuh kembangnya menjadi lebih optimal dan kemampuan si Kecil pun akan meningkat.  

Proses stimulasi ini sendiri sudah bisa Ibu lakukan sejak si Kecil mengenal makanan pendamping ASI-nya (yaitu sekitar 6 bulan ke atas). Ada beberapa cara yang bisa Ibu coba untuk melatih kemampuan indra penciuman si Kecil, yaitu:

  • Perkenalkan si Kecil kepada variasi makanan, misalnya buah-buahan seperti apel, jeruk, pisang dan sebagainya. Sebutkan nama bendanya dan bimbinglah ia untuk memegang serta mencium aromanya. Jika memungkinkan, biarkan ia memakannya juga. 
  • Stimulasikan kemampuan menciumnya, dengan mengajak si Kecil bermain tebak-tebakan. Minta ia menutup mata, lalu sodorkan beberapa makanan atau minuman dengan bau yang khas, misalnya popcorn atau buah durian untuk ditebak olehnya. 
  • Saat mandi, ajaklah si Kecil memilih sendiri sabun dan shampoo-nya berdasarkan aroma yang disukainya sehingga kegiatan mandi bisa jadi kegiatan yang menyenangkan baginya. 
  • Perkenalkan aroma dari parfum Ayah atau Ibu agar si Kecil tidak merasa asing dengan lingkungan terdekatnya.  
  • Selain aroma yang sedap, perkenalkan juga si Kecil kepada bau yang tidak sedap. Misalkan aroma busuk dari susu yang sudah tidak layak minum.  Ini bisa menjadi kesempatan untuk mengajarkan si Kecil agar ia tidak meminum susu yang terlalu lama disimpan.

Proses perkenalannya si Kecil dengan berbagai aroma juga dapat Ibu manfaatkan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan indra penciumannya.. Apabila Ibu merasa kemampuannya tersebut tidak berfungsi dengan baik, sebaiknya segera periksakan ke dokter karena kemungkinan si Kecil mengidap anosmia atau hilangnya kemampuan penciuman pada seseorang. Penyakit ini bisa membuat si Kecil tidak dapat menganalisa lingkungan sekitarnya, serta ikut mempengaruhi nafsu makannya juga. Biasanya, anosmia ringan disebabkan oleh penyakit seperti flu atau infeksi pada sinus, dan akan sembuh dengan sendirinya. Namun, jika gangguan ini terjadi dalam waktu yang lama, segera periksakan si Kecil ke dokter ya, Bu.  

Gimana Bu? Menarik kan? Fase perkembangan balita memang merupakan fase yang menyenangkan bagi Ibu dan si Kecil. Ibu bisa banyak bermain dengannya sambil melatih kepekaan indranya. Menurut Rina Poerwadi, Pakar Aromaterapi dari Holistic Aromatherapy Center, Jakarta, “referensi aroma dalam memori anak memang berbeda dengan orang dewasa” . Jadi selain belajar di rumah, Ibu juga bisa mengajaknya ke tempat-tempat menarik agar si Kecil bisa bereksplorasi dengan panca indranya. Semoga tips ini dapat berguna ya, Bu. Selamat beraktivitas!