Share Like
Simpan

Bu, sayur apa yang paling disukai si Kecil? Bayam, wortel, bit, atau brokoli? Hm, apapun jenis sayuran yang dia gemari, semua pasti punya manfaat positif untuk tumbuh kembangnya.

Ngomong-ngomong soal sayuran, beberapa ibu memutuskan untuk jadi seorang vegetarian. Apakah Ibu salah satunya? Nah sekarang, mungkinkah balita yang notabene membutuhkan nutrisi lengkap menjadi seorang vegetarian juga?

Agar tumbuh kembang si Kecil lebih optimal, dia memang masih membutuhkan asupan gizi yang seimbang. Oleh sebab itu, jika berniat mengajarkannya menjadi seorang vegetarian sejak dini, Ibu tentu harus benar-benar memperhatikan variasi makanan yang dia konsumsi.

Saya sendiri mempunyai seorang sahabat yang sudah mengajarkan anaknya untuk menjadi vegetarian sejak berusia 1 tahun dulu. Dari hasil perbincangan kami berdua, dia memberitahukan bahwa untuk memenuhi kebutuhan gizi si Kecil, ia selalu memastikan menu makanan yang diberikan sudah mengandung nutrisi penting seperti Vitamin D, Vitamin B12, Zat Besi, Kalori, Protein, dan Kalsium.

Berbekal dari hasi percakapan tersebut, saya kemudian jadi penasaran, "Hm, kira-kira bagaimana ya, mereka yang menjadi vegetarian bisa memenuhi kebutuhan nutrisi anaknya?"  Nah, hari ini, saya ingin memaparkan beberapa tipe vegetarian yang umum kita temui dan cara mereka memenuhi nutrisi si Kecil. Yuk, kita lihat bersama!

 

Lacto Ovo Vegetarian

Ini adalah jenis vegetarian yang sahabat saya praktikkan pada si Kecil. Dia tidak boleh makan apapun termasuk ayam, tapi masih boleh mengonsumsi produk seperti susu, telur, keju, dan mayones. Dari jenis makanan itulah mereka bisa memenuhi Asam Amino Esensial serta nutrisi lain yang dia butuhkan.

 

Pesca Vegetarian 

Pada tipe vegetarian ini, si Kecil tidak boleh makan daging merah dan unggas. Namun, ia tidak perlu kesulitan memenuhi nutrisi karena tipe ini masih boleh mengonsumsi  ikan, telur, dan susu. Apalagi, ikan seperti salmon dan tuna memiliki kelebihan, yaitu memiliki lemak jenuh yang rendah dan kolesterol baik serta kaya akan protein yang dibutuhkan oleh si Kecil saat ini.

 

Vegan

Jenis vegetarian yang satu ini tidak memperbolehkan konsumsi makanan dan minuman turunan hewani seperti telur, susu, dan sebagainya. Untuk mengakalinya, mereka harus menyediakan makanan yang tingkat Asam Amino Esensialnya cukup, contohnya nasi putih dengan sup sayuran komplit dan bakwan jagung.

 

Bu, dari tiga tipe vegetarian tadi bisa kita simpulkan bahwa lacto ovo dan pesca vegetarian lebih banyak variasi menu bernutrisi, ya. Nah, jika Ibu dan si Kecil termasuk salah satunya, pastikan juga untuk rutin memberikan susu pertumbuhan baginya agar kebutuhan nutrisi si Kecil bisa terpenuhi dengan baik. Untuk pilihan susunya, saya dari dulu percaya dengan Frisian Flag Jelajah. Selain mengandung vitamin D, susu khusus anak berusia 1-3 tahun ini diperkaya Kalsium, Inulin, dan Nutrisi penting lainnya untuk mendukung perkembangan otak dan fisik si Kecil, agar pertumbuhannya tidak terhambat.

Sekarang, Ibu pasti bertanya-tanya. Bahaya tidak ya bila dia sudah menjalani hidup sebagai vegetarian sejak dini? Ternyata, sejauh ini pertumbuhan balita vegetarian masih baik-baik saja, kok.

Menurut Dr. Jatinder Bhatia, seorang pakar nutrisi anak dari Armed Forces Medical College of the University of Poona, India, sejauh ini belum ditemukan gangguan tumbuh-kembang pada balita vegetarian.  Namun, kalau Ibu ingin mempraktikkan pola hidup vegetarian pada si Kecil, sebaiknya konsultasikan dulu hal tersebut dengan ahli gizi dan dokter spesialis anak, ya.

Bagaimana, Bu? Apakah informasi tersebut bermanfaat? Seperti kata pepatah, “Malu bertanya sesat di jalan.” Oleh sebab itu, jangan ragu untuk bertanya di agar tidak sampai salah informasi, ya!