Share Like
Simpan

Ibu pasti merasa khawatir jika si Kecil susah makan. Seorang teman menyarankan untuk memberikan vitamin penambah nafsu makan. Amankah memberikan vitamin penambah nafsu makan? Apakah efektif?

Dalam perkembangan kemandiriannya, ada masanya si Kecil akan sangat menikmati untuk mengatakan ‘tidak’, termasuk dalam hal yang berkaitan dengan makan. Ibu memang bertanggungjawab untuk menyediakan makanan sehat, tetapi berapa banyak dan apa yang dimakan, merupakan keputusan si Kecil. Si Kecil tidak harus mengonsumsi makanan dalam jumlah yang sama di setiap waktu makannya, karena zat gizi yang masuk sebagian besar akan tersimpan dalam tubuh. Yang penting adalah setiap waktu makannya si Kecil mendapatkan makanan dalam jumlah cukup dan bergizi.

Ibu tidak usah khawatir berlebihan tentang jumlah makanan yang dimakan karena beberapa anak tetap tumbuh dengan baik, meskipun porsi makannya lebih sedikit dibandingkan teman seusianya. Jadi ketika si Kecil memalingkan kepala, menjauhkan sendok, memuntahkan makanan, menahan makanan dalam mulut dan tidak mengunyahnya, itu artinya si Kecil sudah kenyang. Hargai keputusannya, dan singkirkan sisa makanan di piringnya. Pembelajaran ‘rasa kenyang’ ini penting dan memiliki efek jangka panjang yang positif. Seorang anak yang mengerti arti kenyang akan terhindar dari risiko kegemukan (obesitas), karena dia akan berhenti makan begitu merasa kenyang.

Di usia balita, si Kecil mengalami perubahan pola makan karena pertumbuhan pada masa ini lebih lambat, sehingga nafsu makan dan kebutuhan akan makannya pun menurun. Di saat kecapean, nafsu makannya akan berkurang. Atau ketika ada hal lain yang lebih menarik perhatiannya, misalkan tayangan televisi atau mainan baru, maka nafsu makan si Kecil juga bisa berkurang. Si Kecil tidak akan merasa lapar jika sedang kurang enak badan; coba periksa suhunya atau apakah ada gejala meler atau bersin-bersin. Nafsu makan si Kecil juga akan hilang jika sudah kenyang dengan cemilan atau terlalu banyak minum.

Jika Ibu merasa perlu memberikan vitamin penambah nafsu makan, sebaiknya jangan sembarangan, konsultasikan dengan dokter keluarga atau dokter anak yang biasa menangani si Kecil. Pemberian vitamin penambah nafsu makan hendaknya dijadikan pilihan terakhir. Utamakan mencari tahu penyebab si Kecil tidak mau makan dan mengatasinya dengan telaten dan sabar. Memberikan vitamin penambah nafsu makan ini tidak akan begitu saja menyelesaikan masalah. Pemberian vitamin ini tentu saja harus dibarengi dengan penyediaan makanan yang bergizi karena percuma saja si Kecil mengonsumsi vitamin penambah nafsu makan jika kemudian makanan yang disediakan tidak bergizi.

Yang perlu Ibu ingat adalah bahwa seorang anak akan makan jika merasa lapar. Jika tidak lapar, si Kecil tidak akan mau makan. Seorang anak yang sehat yang tidak mau makan artinya dia tidak sedang lapar dan sedang tidak membutuhkan makan.