Whatsapp Share Like
Simpan

Makanan memang menjadi sumber tenaga bagi si Kecil setelah usia 7 bulan ke atas. Namun terkadang ada makanan yang tidak cocok dengannya dan menimbulkan alergi. Tidak semua jenis makanan bisa dikonsumsi oleh si Kecil. Ada makanan yang memang tidak bisa diterima oleh tubuhnya. Si Kecil yang belum bisa berbicara tentu tidak bisa mengatakan suka sesuatu atau tidak. Efek alergi terhadap makanan biasanya ditunjukkan oleh tubuhnya. Tubuh si Kecil akan memberikan reaksi bila alergi terhadap makanan.

Alergi merupakan reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap zat asing yang dihirup, disuntikkan, tertelan, atau bahkan tersentuh. Alergi bisa berasal dari mana saja dan dari berbagai cara. Alergi tentunya terjadi karena ada penyebab yang memicunya. Namun menentukan penyebab alergi pada si Kecil terkadang tidaklah mudah. Sehingga perlu bantuan pihak kesehatan untuk mengetahui penyebab alergi tersebut.

Faktor genetik sering menjadi penyebab alergi pada si Kecil. Bila Ibu memiliki riwayat alergi, maka si Kecil kemungkinan mengalami alergi hingga 70 %. Faktor lain yang menyebabkan si Kecil alergi adalah makanan dan lingkungan. alergi terhadap lingkungan lebih jarang ditemui dibanding alergi makanan. Tubuh si Kecil belum bisa berbagai jenis makanan sehingga Ibu harus lebih teliti dalam makanannya. Makanan yang sering menimbulkan efek alergi antara lain telur, kerang, ikan, kacang, kedelai, gandum, dan susu.

Bagian telur yang biasanya menimbulkan alergi adalah putih telur. Akibatnya biasanya berupa rasa gatal di sekujur tubuh. kulit tampak kemerahan ataupun bengkak-bengkak. Telur bisa berasal dari telur ayam, bebek, dan telur puyuh. Susu sapi atau kambing bisa membuat si Kecil diare atau muntah. Kerang-kerangan termasuk lobster, udang, dan kepiting. Gejala yang ditimbulkan dari konsumsi kerang adalah urtikaria atau gatal kulit dan bengkak-bengkak. Alergi makanan ini bisa terlihat kurang dari 8 jam setelah dikonsumsi.

Alergi makanan adalah reaksi alergi akibat sistem kekebalan tubuh yang keliru merespon protein yang berasal dari makanan dan menganggapnya sebagai sebuah ancaman. Si Kecil yang mengalami alergi akan mengalami beberapa gejala. Ibu akan melihat bengkak pada wajah, bibir, dan lidah. Terkadang si Kecil pun akan muntah-muntah dan diare. Selain itu kulit si Kecil akan muncul bilur-bilur menyerupai bekas luka atau gatal-gatal. Si Kecil juga akan batuk-batuk atau bersin-bersin. Kulitnya akan merah atau muncul ruam. Si Kecil akan susah bernapas dan kehilangan kesadaran atau pingsan.

Artikel Sejenis

Cara yang bisa Ibu lakukan untuk mengatasi alergi si Kecil bisa dengan melihat riwayat alergi Ibu. Hindarilah makanan yang menimbulkan alergi tersebut. Alergi pada dasarnya tidak dapat dihilangkan, tapi dapat dikurangi frekuensi kekambuhan serta berat keluhannya. Terkadang para Ibu berpikir memberikan makanan yang menyebabkan alergi akan memperkuat kekebalan tubuhnya. Hal tersebut tentu tidak benar dan tidak akan mengurangi dampak alergi malah bisa memperparah.

Selain itu bila si Kecil menunjukkan gejala alergi segeralah berkonsultasi dengan pihak kesehatan atau dokter. Setelah berkonsultasi Ibu akan mengetahui gejala alergi dan penanganannya. Alergi makanan memang tidak bisa disembuhkan secara keseluruhan. Si Kecil sebaiknya mengurangi konsumsi makanan tersebut agar tidak menimbulkan penyakit. Seiring pertambahan usia si Kecil, tubuhnya akan lebih siap merespon berbagai makanan.

Beberapa jenis makanan seperti gandum, kacang kedelai, telur, susu sapi akan bisa diatasi si Kecil seiring pertumbuhan dan perkembangannya. Penyebab alergi pada si Kecil akan dapat dikelola oleh tubuhnya dalam rentang waktu tertentu yang berbeda setiap si Kecil. Namun, ada pula alergi yang tidak hilang dari tubuh. Si Kecil yang alergi terhadap ikan, kacang-kacangan, kerang, dan udang akan membawa alergi ini seumur hidupnya. Sehingga Ibu harus mengetahui alergi makanan si Kecil agar tidak salah memberi makanan.

Ibu juga tidak perlu membatasi pemberian makanan kepada si Kecil karena menderita alergi. Pahamilah alerginya dan hindari memberikan makanan tersebut. Berikanlah variasi makanan agar kebutuhan makanannya terpenuhi dengan baik. Ibu harus bisa memastikan kelengkapan makanan yang dikonsumsi tubuhnya. Alergi makanan bukanlah halangan si Kecil untuk menerima berbagai makanan. Masih banyak jenis makanan yang bisa dikonsumsi dan bisa Ibu berikan. Carilah referensi makanan baru sehingga si Kecil tetap kuat dan sehat.

Pantaulah perkembangan alergi dengan selalu rutin berkonsultasi dengan dokter sehingga si Kecil bisa tumbuh dengan baik. Tubuh yang sehat akan membuat si Kecil tumbuh menjadi lebih aktif dan kuat dari waktu ke waktu. Mintalah bantuan keluarga agar si Kecil tidak mengonsumsi makanan yang menyebabkan alergi. Sehingga efek alergi yang dialaminya akan berkurang.