Whatsapp Share Like
Simpan

Orang tua manapun pasti akan merasa sedih saat melihat buah hatinya sakit. Ibu juga pasti begitu, bukan? Berbeda dengan orang dewasa, anak belum mengetahui jika dirinya sedang sakit, terutama bayi dengan usia 0 hingga 6 bulan. Untuk itu Ibu lah yang harus lebih peka dan perlu mengetahui bagaimana tanda-tanda saat bayi Ibu sedang sakit. Biasanya, bayi akan rewel dan sulit untuk ditenangkan. Selain itu, masih ada lagi ciri-ciri bayi tidak sehat lainnya yang perlu Ibu ketahui. Ini dia informasi selengkapnya, Bu:

Demam Tinggi

Tanda awal yang biasanya menjadi ciri saat bayi sedang sakit adalah demam. Perlu Ibu ketahui bahwa demam bukanlah penyakit, melainkan sebuah bentuk respon tubuh saat ada virus atau bakteri yang menyerang sistem pertahanan tubuhnya. Segera ukur suhu tubuh bayi dengan termometer, Bu.

Jika suhunya di atas 37 derajat Celcius, maka Ibu perlu untuk segera membawanya ke dokter. Lalu jika Ibu menemukan bayi demam dengan suhu yang tidak terlalu panas, tapi muncul beberapa tanda, seperti muntah, diare, ruam, sulit bernapas, ruam, atau leher kaku, Ibu juga perlu segera memeriksakan bayi ke dokter.

Muntah-muntah

Sistem pencernaan bayi belum berkembang dengan sempurna, makanya ia akan terkadang mengalami muntah. Muntah yang masih wajar pada bayi adalah yang terjadi sebanyak satu atau dua kali saja. Namun bila muntah pada bayi terjadi beberapa kali, berwarna hijau, atau terdapat darah, itu merupakan ciri-ciri bayi tidak sehat. Untuk itu, langsung periksakan buah hati Ibu kepada dokter untuk mendapatkan penanganan secepatnya.

Diare

Diare pada bayi sebenarnya adalah hal yang normal. Meski begitu, Ibu tetap perlu mengecek kondisinya ke dokter bila terjadi beberapa tanda berikut:

  • tinja berair
  • bayi buang air besar lebih dari enam kali sehari
  • mendapati adanya darah dalam tinja

Dehidrasi

Dehidrasi merupakan kondisi di mana bayi kekurangan cairan di dalam tubuhnya. Penyebabnya bisa berupa kurang mendapat asupan makanan dan minuman, suhu lingkungan panas, demam, diare, atau muntah. Beberapa gejala yang menunjukkan bayi yang terkena dehidrasi antara lain jarang buang air kecil, mulut dan gusi kering, dan tidak mengeluarkan air mata saat menangis. Bila sudah mendapati adanya gejala-gejala tersebut, segera bawa bayi Ibu ke dokter, ya.

Sesak Napas

Ciri-ciri bayi tidak sehat selanjutnya yang harus Ibu waspadai adalah bayi mengalami sesak napas. Tanda-tandanya adalah bayi terlihat seperti mendengus saat menghembuskan napas, bernapas lebih cepat dari biasanya, dan kulit atau bibir bayi berwarna semburat kebiruan.

Ruam

Ruam atau bercak kemerahan pada kulit merupakan gejala yang umum terjadi pada bayi. Biasanya ruam merupakan pertanda ia mengalami alergi, biang keringat, atau pemakaian popok. Namun ruam juga bisa menjadi tanda dari berbagai jenis penyakit, seperti campak, campak Jerman (rubella), penyakit lyme, flu Singapura, atau eksim. Untuk itu Ibu perlu waspada dan mengetahui tanda-tanda lainnya yang terjadi pada buah hati. Jika ruamnya menyebar luas (terutama pada wajah) atau disertai dengan demam, pendarahan, dan bengkak, maka jangan ragu untuk segera membawa bayi ke dokter ya, Bu.

Pilek

Ciri-ciri bayi tidak sehat juga bisa ditandai saat bayi terserang pilek, sering bersin, batuk, dan hidung mengeluarkan ingus. Bayi berusia 0 hingga 6 bulan sangat rentan terserang pilek yang biasanya tertular dari orang lain. Pilek yang normal disebabkan oleh virus dan umumnya hanya berlangsung selama satu sampai dua minggu saja. Namun jika dibiarkan, pilek dapat menyebabkan komplikasi serius yang membutuhkan perawatan dokter, seperti radang paru-paru (pneumonia) dan infeksi telinga.

Kejang-kejang

Tidak seperti kejang yang dialami oleh orang dewasa, kejang pada bayi umumnya disertai dengan demam sehingga disebut sebagai kejang demam (step). Gejala yang muncul saat step diantaranya adalah mata berkedip-kedip kosong, otot kaku, tidak merespon saat dipanggil, atau kelojotan seluruh tubuh.

Step diakibatkan oleh infeksi yang biasanya muncul saat tubuh mencapai 38 hingga 40 derajat Celcius. Faktor genetik diduga ikut berperan membuat bayi mengalami step, terlebih bila terdapat riwayat ayan (epilepsi) dalam keluarga. Ibu perlu membawa bayi ke dokter untuk mencari tahu penyebabnya agar mendapatkan penanganan sesegera mungkin.

Pusar dan Penis Berwarna Merah atau Berdarah

Terakhir, pusar atau penis bayi berubah warna menjadi merah. Itu tanda telah terjadi pendarahan dan infeksi yang segera memerlukan penanganan medis. Jadi, bila mendapati hal tersebut pada buah hati, segera bawa bayi Ibu ke dokter ya, Bu.

Demikianlah ciri-ciri bayi tidak sehat yang penting untuk Ibu ketahui supaya Ibu lebih waspada dan bisa melakukan penanganan saat buah hati mengalaminya. Bayi memang masih sangat rentan terserang penyakit karena antibodi pada tubuhnya belum terbentuk sempurna. Untuk itu sebisa mungkin Ibu harus memperhatikan perawatan terhadap buah hati.

Ingin berkonsultasi seputar anak? Kunjungi laman Tanya Pakar langsung ya, Bu. Di sini pertanyaan Ibu akan dijawab oleh ahlinya. Untuk bisa mengaksesnya, registrasi terlebih dulu dan setelah itu Ibu bisa mendapatkan banyak informasi seputar anak.

Sumber:
merdeka.com, hellosehat.com, id.theasianparent.com