Whatsapp Share Like Simpan

Semua yang berkaitan dengan pertumbuhan bayi harus diperhatikan dengan baik. Salah satunya adalah gigi. Kebanyakan pertumbuhan gigi bayi dimulai saat memasuki usia 6 bulan. Meskipun ada juga bayi yang tumbuh gigi lebih cepat ataupun lebih lambat. Ketika bayi mulai tumbuh gigi, maka Ibu harus merawat dan memantau pertumbuhannya untuk menghindari pertumbuhan gigi yang tidak rata.

Beberapa Ibu tidak menyadari bahwa pertumbuhan gigi bayinya miring atau berantakan. Tahukah Ibu apa penyebabnya? Adakah solusi untuk mencegah kondisi tersebut agar tidak menyebabkan rasa sakit atau merusak bentuk giginya kelak? Berikut informasi yang menjelaskan seputar pertumbuhan gigi bayi:

Faktor yang Menyebabkan Gigi Bayi Tumbuh Tidak Rata

Faktor yang Menyebabkan Gigi Bayi Tumbuh Tidak Rata

Ada beberapa faktor penyebab pertumbuhan gigi bayi berantakan. Diantaranya adalah:

  • Faktor genetik. Tidak dapat dipungkiri bahwa faktor genetik memiliki peranan besar terkait pertumbuhan gigi yang tidak rata. Contohnya saja, salah satu orang tua memiliki bentuk rahang kecil dan gigi besar dan mewariskannya pada bayi. Kondisi tersebut bisa mengakibatkan susunan gigi menjadi padat ketika gigi primernya telah tumbuh kelak.
  • Suka menghisap jempol. Kebiasaan menghisap jempol juga bisa menyebabkan bentuk gigi menjadi kurang rapi. Ini karena gerakan mengisap akan menekan gigi bagian atas dan bawah, sehingga pertumbuhannya menjadi tidak rata.
  • Pertumbuhan yang berlebih. Gigi yang tumbuh berlebih memberikan desakan pada deretan gigi lainnya. Akibatnya, gigi bisa tumbuh dengan posisi yang miring.

Gigi yang tumbuh miring sebenarnya merupakan hal yang normal. Ini karena gigi susu bagian bawah biasanya memang tumbuh menyerupai huruf V. Beberapa bayi mengalami pertumbuhan gigi bagian atas terlebih dulu atau bentuk gigi susu atas yang lebih besar daripada bagian bawah. Dilihat dari sisi medis, bentuk gigi dewasa tidak bisa diprediksi dengan tepat hanya dengan melihat bentuk gigi bayi. Saat memasuki usia 2,5 tahun, gigi anak baru akan muncul lengkap 20 gigi secara bertahap dengan proporsi yang tidak sempurna.

 

Artikel Sejenis

Baca juga: Perlukah Bayi ke Dokter Gigi?

Solusi Pertumbuhan Gigi Bayi Miring

Jika Ibu mendapati gigi buah hati tumbuh dalam posisi kurang rapi, Ibu masih bisa bernapas lega karena belum tentu gigi dewasanya nanti juga memiliki bentuk yang serupa. Namun jika Ibu khawatir terhadap hal tersebut, Ibu bisa berkonsultasi pada dokter gigi anak untuk meminta saran langsung.

Berbeda dengan zaman dulu, praktek dokter gigi modern saat ini sudah bisa mengatasi masalah tersebut tanpa perlu menunggu hingga gigi dewasa tumbuh. Sebagai permulaan, dokter akan mencari tahu adakah kelainan di mulut bayi dan merekomendasikan tindakan lanjut untuk mengatasinya jika memang ditemukan kelainan.

Semakin canggihnya peralatan medis juga akan membantu mengatasi gigi yang tidak rapi menggunakan retainer. Alat ini berfungsi untuk mengarahkan pertumbuhan lengkungan mulut dan memberikan ruang yang cukup bagi gigi yang sedang bertumbuh. Retainer sudah bisa dipakai oleh anak-anak yang bisa dipasang dan dilepas dengan mudah dan tentunya nyaman dipakai.

Bisakah Mencegah Gigi Bayi Tumbuh Miring?

Bisakah Mencegah Gigi Bayi Tumbuh Miring?

Pengaruh faktor genetik yang kuat tidak memungkinkan dokter untuk mencegah pertumbuhan gigi bayi yang miring. Walaupun begitu, masih ada langkah pencegahan yang bisa Ibu lakukan supaya tidak tumbuh miring semakin parah. Salah satu caranya adalah dengan menghindarkan bayi dari kebiasaan menghisap jempol atau dot.

Menghisap dot atau jempol memang mampu menenangkan bayi. Namun sayangnya kebiasaan tersebut berpengaruh terhadap bentuk tumbuh gigi bayi akibat adanya tekanan pada gigi atas dan bawah. Sebagai dampaknya, gigi pun jadi tumbuh dengan saling mendorong sehingga menyebabkan pertumbuhannya menjadi miring dan tidak beraturan.

Jika bayi belum ketergantungan dengan kebiasaan ini, maka Ibu masih bisa mencegahnya untuk terus menghisap jempol atau dot. Namun jika sudah terlanjur, sebaiknya mulai dihentikan secara perlahan dan usahakan untuk berhenti sebelum gigi dewasanya mulai muncul.

Ibu juga perlu memberikan pengertian bahwa kebiasaan tersebut tidak baik untuk dilakukan. Selain bisa mengganggu pertumbuhan gigi, kebiasaan menghisap jempol juga tidak higienis karena jari berisiko menjadi sarang kuman. Mungkin cara ini tidak akan mudah ya, Bu, tapi seiring bertambahnya usia buah hati ia pasti mulai bisa memahami penjelasan yang diberikan oleh Ibu.

 

Kunjungan ke dokter gigi anak sejak dini secara rutin setiap 6 bulan sekali juga akan membantu Ibu untuk mengetahui kondisi pertumbuhan gigi bayi. Gigi merupakan salah satu organ tubuh yang penting, sehingga perlu dirawat dengan baik sejak dini. Jangan lupa untuk juga menjaga kebersihan gigi bayi dengan menyikatnya setelah sarapan dan sebelum tidur malam menggunakan sikat gigi khusus bayi. Bersihkan pula bagian lidah dan mulut dalamnya untuk menghindari penumpukan bekas ASI atau susu yang bisa menimbulkan bakteri perusak gigi. Semoga informasi di atas bermanfaat ya, Bu.

Ibu memiliki pertanyaan atau ingin berkonsultasi seputar anak? Langsung kunjungi laman Tanya Pakar saja ya, Bu. Para ahli di sana akan menjawab semua pertanyaan Ibu secara langsung. Untuk bisa memakai fitur tersebut, pastikan Ibu sudah registrasi terlebih dulu.

 

Sumber:

Popmama

Ayahbunda