Whatsapp Share Like
Simpan

Naiknya berat badan saat menjalani proses kehamilan merupakan hal yang wajar. Tak hanya perut yang membesar, fisik Ibu akan mengalami perubahan secara menyeluruh. Faktor penyebab berat badan bertambah sebenarnya dapat dipengaruhi oleh usia (yang mempengaruhi kerja metabolisme tubuh), berat badan sebelum masa kehamilan, tingkat stres, diabetes, hingga tekanan darah. Namun, penyebab utama dari hal ini adalah asupan dan pola makan di masa kehamilan.

Berkurangnya aktivitas Ibu karena semakin membesarnya perut dan si Kecil dalam kandungan menjadi salah satu penyebab lainnya. Hal ini mungkin tak asing dan sudah lumrah terjadi, namun ternyata Ibu tetap harus mengontrol kenaikan berat badan, karena jika kelebihan berat badan dapat membahayakan si Kecil. Selain itu, berat si Kecil, cairan ketuban, penyimpanan lemak yang bertambah, dan peningkatan aliran darah juga mempengaruhi peningkatan berat badan pada Ibu hamil.

Menurut penelitian Centers for Disease Control and Prevention yang bermarkas di Amerika Serikat, berat badan naik lebih dari 1,5kg/minggu pada trimester 2 dan 3 kehamilan adalah tanda-tanda tidak sehat. Permasalahan yang dapat berdampak pada si Kecil diantaranya.

  • Hasil USG kurang akurat. Lemak yang berlebihan akan menyebabkan Ibu kesulitan melihat kondisi kesehatan si Kecil dalam janin.
  • Meningkatkan risiko obesitas dan diabetes pada si Kecil. Ibu yang mengalami kenaikan berat badan drastis dapat merubah gen si Kecil yang sedang berkembang dalam mengendalikan nafsu makan, metabolisme tubuh dalam mencerna lemak dan karbohidrat, juga metabolisme insulin.
  • Lahir cacat dan persalinan prematur. Dengan Ibu yang mengalami obesitas, si Kecil berisiko terlahir cacat seperti masalah pada jantung dan cacat tabung saraf. Selain itu, kelebihan berat badan dapat meningkatkan kemungkinan si Kecil lahir prematur.
  • Berbagai keluhan menjadi lebih buruk. Proses kehamilan pasti menyebabkan keluhan seperti, sakit punggung, nyeri pada kaki, pegal-pegal, dan lemas. Semua hal ini akan terasa lebih menyiksa jika berat badan Ibu terlalu berlebihan.

Lalu, berapa kenaikan berat badan yang wajar untuk Ibu hamil?

Situasi dan kondisi Ibu mempengaruhi berapa banyak peningkatan berat badan dan IMT atau indeks massa tubuh dapat dijadikan acuan untuk menghitung berapa berat badan yang dianjurkan.

  1. Jika memiliki IMT normal, Ibu pada umumnya harus meningkatkan berat badan sebanyak 11 sampai 16 kg.
  2. Sebaliknya, Ibu yang mengalami kelebihan berat badan, tidak boleh mengalami kenaikan berat badan lebih dari 6 sampai 10 kg.
  3. Untuk Ibu yang kurus atau bahkan kekurangan berat badan, diharuskan menaikan berat tubuh sekitar 12 sampai 18 kg.
  4. Untuk Ibu yang akan melahirkan bayi kembar, berat badan yang harus dinaikan mencapai angka 16 sampai 24 kg.

Oleh karena itu, menjaga berat badan ideal atau yang dianjurkan selama proses kehamilan sangat penting. Mengontrol peningkatan berat badan dapat memberikan manfaat bagi Ibu dan si Kecil. Hal ini tidak mudah dilakukan karena dengan menjaga gaya hidup sehat, Ibu hamil sesekali menginginkan makanan tidak sehat. Agar dapat membantu Ibu menjaga berat badan, ikuti tips berikut.

Artikel Sejenis

Cara mengontrol berat badan agar tidak berlebihan.

  1. Lebih baik makan sering dengan porsi yang cukup daripada sekali-kali tapi langsung banyak.
    Pada usia kandungan memasuki bulan ke-4 atau trimester kedua, rasa mual biasanya tidak sering datang seperti pada awal masa kehamilan yang menyebabkan nafsu makan Ibu bertambah. Perhatikan asupan kalori pada setiap makanan yang dikonsumsi.
    Ibu membutuhkan 300 kalori ekstra per hari pada trimester kedua  dan  pada trimester ketiga (AKG 2013), jika Ibu memulai kehamilan dengan berat badan yang ideal.
    Tapi jika sebelum hamil Ibu kekurangan berat badan atau kelebihan berat badan, angka ini akan berbeda berdasarkan sasaran kenaikan berat badan. Pilihlah makanan yang bernutrisi dan berfokus pada makan sedikit dan sering yang mengandung protein, buah, dan sayuran.
    Memenuhi protein berkualitas sangat dianjurkan karena berpengaruh besar pada kesehatan Ibu dan pertumbuhan si Kecil dalam kandungan. Maka dari itu, bantu penuhi asupannya dengan minum susu bubuk untuk  Ibu hamil Frisian Flag Mama Tahap 0 SUPRIMA karena setiap satu gelasnya mengandung 9 gram protein.
  2. Menahan diri
    Ngidam saat hamil menjadi salah satu penyebab Ibu sulit menjaga kenaikan berat badan. Contohnya, ketika Ibu ngidam makanan manis dan gorengan atau makanan berlemak. Siasati makanan manis dengan menggantinya dengan buah-buahan dan susu. Lalu, untuk makanan yang berlemak tinggi, Ibu sebenarnya masih diperbolehkan asalkan mengenal batasannya. Ibu bisa mencoba trik menggabungkan makanan sehat dengan makanan yang diidamkan. Seperti, Ibu dapat mengonsumsi sereal yang berserat tinggi dan mencampurnya dengan granola. Ibu tetap bisa menikmati makanan manis dan tetap sehat.
  3. Tetap bergerak
    Jangan jadikan hamil alasan untuk tidak beraktivitas sama sekali. Usahakan untuk tetap menggerakan tubuh entah itu dengan melakukan pekerjaan rumah seperti biasa atau berolahraga.
    Namun, sesuaikan porsi gerakan dan hindari pergerakan yang berisiko mengalami benturan atau perubahan posisi yang cepat dan drastis. Olahraga akan membantu membakar kalori dan menjaga berat badan ideal. Berjalan merupakan kegiatan yang mudah sekaligus bermanfaat besar bagi Ibu hamil. Selain berat badan tetap terjaga, tetap bergerak dapat mengurangi keluhan sampai menjelang proses persalinan.


Mengontrol dan menjaga berat badan saat hamil bukan melulu soal penampilan, kesehatan Ibu dan si Kecil juga mempengaruhi. Tetap bugar dan fit merupakan salah satu kunci persalinan yang lancar dan membuat si Kecil kelak menjadi anak yang Cepat Tangkap, Aktif Bergerak, dan Tumbuh Sesuai. Jangan lupa asupan nutrisi juga harus seimbang. Ibu bisa konsumsi susu ibu hamil Frisian Flag Mama Tahap 0 SUPRIMA untuk kebaikan janin dan mama dengan kandungan Sumber Protein, Asam Folat, Kalsium, Zat Besi dan Serat Pangan Inulin. Tetap jaga kesehatan si Kecil ya!