Whatsapp Share Like
Simpan

Bu, coba perhatikan. Waktu bermain dengan si Kecil, apa ia suka tertarik dengan bunyi-bunyi di sekelilingnya? Memang sih, saat ini si Kecil masih belum belajar bicara. Namun, ia sudah bisa menangkap semua informasi dari bunyi yang ia dengar di sekitarnya. Bahkan, dengan mendengar suara Ibu saat ngobrol saja, si Kecil bisa ikut melatih kemampuan linguistik atau berbahasanya, lho.

Jadi inget, untuk melatih kemampuan pendengaran si Kecil, dulu saya suka membuat permainan sederhana seperti ini:

Membunyikan sekumpulan kunci

  1. Pertama-tama, kumpulkan dua hingga tiga buah kunci yang ada di rumah.
  2. Kemudian, satukan kunci-kunci tersebut dalam satu cincin gantungan 
  3. Sambil mengajak bercanda atau bermain si Kecil, tunjukkan sekumpulan kunci itu di depannya lalu goyangkan hingga bergemerincing dan menarik perhatiannya.
  4. Jika nanti si Kecil terlihat penasaran dan ingin mencoba, dampingi ia untuk memainkan sekumpulan kunci itu, ya.
  5. Pastikan kunci yang Ibu gunakan, tidak terlalu berat dan selalu awasi saat bermain kunci ini bersama si Kecil, karena biasanya si Kecil suka memasukkan segala sesuatu ke mulutnya. atau supaya aman, Ibu bisa menggunakan mainan berbentuk kunci

Bersiul

  1. Jika hari cerah, coba ajak si Kecil bermain di luar rumah, Bu. Ini supaya ia tidak mudah bosan karena selalu berada di dalam ruangan terus menerus.
  2. Sambil berjalan-jalan, cobalah bersiul seperti sedang memanggil burung di pohon-pohon sekitar rumah. Siap-siap ya melihat ekspresi lucunya saat mencoba mengikuti apa yang Ibu lakukan. 

Mudah kan, Bu? Dulu waktu asyik bermain, si Kecil biasanya suka tiba-tiba mencoba meniru gerakan saya. Lucu banget, deh. Kayaknya, dia sudah nggak sabar untuk belajar dan ngobrol sama Ibunya.

Sebenarnya, apa sih yang membuat permainan-permainan sederhana ini bisa jadi stimulasi yang baik untuk pendengaran si Kecil? Menurut situs speech-language-therapy.com yang saya baca, rasa ingin tahu yang ada pada si Kecil membuat otaknya bekerja dan memproses informasi untuk mendapatkan jawaban. Itulah sebabnya, ketika Ibu memainkan sebuah benda yang menghasilkan bunyi, ia lantas akan mencoba mengamati, kemudian tertarik untuk menirukan apa yang Ibu lakukan. Dari gerakan meniru seperti itulah si Kecil jadi belajar kalau sebuah benda jika ditepuk ataupun jatuh, dapat menghasilkan bunyi. 

Nah, sehabis bermain, siapkan juga menu makanan kaya energi untuknya, ya. Jadi, dia bisa terus bersemangat saat bermain dengan Ibu sepanjang hari nanti. Waktu si Kecil sudah bisa makan makanan padat dulu, saya biasanya suka membuat bubur hangat dengan daging ayam/ikan yang dicincang, atau sereal dengan potongan buah pisang dan alpukat yang bisa memenuhi kebutuhan energinya. Dengan pasokan energi yang cukup, proses belajarnya pun tentu juga semakin optimal!

Bagaimana, Bu? Sudah siap bermain dengan si Kecil?