Share Like
Simpan

Bu, kemarin saya bertemu seorang teman bersama anaknya yang masih balita. Selain manis dan menggemaskan, ia pun sudah bisa mengucapkan beberapa kata. Namun karena masih belajar bicara, kata-kata yang diucapkannya masih belum jelas. Bahkan ada beberapa kata yang ia ucapkan dengan cadel. Pada awalnya, hal ini mungkin terdengar lucu dan menggemaskan, Bu. Tapi menurut info yang saya dapat saat Live Chat di Facebook Ibu & Balita, jika dibiarkan, cadel dapat mengganggu si Kecil saat tumbuh dewasa nanti. Berikut hal yang perlu diketahui seputar kondisi ini dan cara mengatasinya, Bu.

Kapan Cadel Bisa Dideteksi?

Kondisi cadel memang tidak dapat dideteksi sejak lahir. Biasanya kondisi ini terlihat saat si Kecil mulai belajar bicara. Saat masih berusia dua hingga tiga tahun, cadel atau sulit melafalkan huruf tertentu seperti “R”, “L”, dan “S” sebenarnya terbilang wajar terjadi pada si Kecil. Sebab, kemampuan bicaranya belum berkembang dengan sempurna. Namun, jika cadel belum juga hilang ketika usianya sudah menginjak empat tahun, sebaiknya Ibu memeriksakan kondisi ini pada dokter, ya.

Apa yang Menyebabkan Terjadinya Cadel?

Banyak yang beranggapan bahwa cadel disebabkan oleh lidah yang pendek. Padahal, cadel bisa timbul karena adanya gangguan pada bagian lidah yang bernama frenulum linguae, di mana terdapat jaringan yang menghubungkan dasar mulut dan lidah. Bagian tersebut bisa dilihat saat si Kecil menggerakkan lidah ke atas. Perbedaan panjang dan pendek frenulum linguae inilah yang menyebabkan gangguan getaran pada lidah, sehingga menyebabkan si Kecil mengalami kesulitan dalam melafalkan huruf-huruf tertentu.

Selain hal di atas, ternyata ada beberapa penyebab lain yang membuat si Kecil menjadi cadel yang saya dapatkan dari hasil konsultasi di Live Chat Ibu dan Balita, yaitu:

  • Koordinasi bibir dan lidah yang kurang baik. Kemampuan mengucapkan huruf vokal dan konsonan dengan sempurna sangat bergantung pada kematangan sistem saraf otak, terutama yang mengatur koordinasi motorik otot lidah.
  • Kelainan fisiologis (kondisi fisik). Gangguan pendengaran serta daerah mulut dan otak, juga dapat menyebabkan terjadinya cadel pada si Kecil.
  • Dibiarkan oleh orang tua. Faktor lingkungan juga dapat memengaruhi apakah si Kecil akan menjadi cadel atau tidak. Jika Ibu membiarkan si Kecil berbicara dengan cadel bahkan mengajarkan “bahasa cadel” padanya, bukan tidak mungkin jika ia akan terbiasa berbicara seperti itu hingga dewasa.

Bagaimana Cara Mengatasi Anak Cadel?

Jika cadel si Kecil disebabkan oleh faktor fisiologis, psikologis, atau masalah kebiasaan, Ibu bisa menggunakan terapi bicara untuk mengatasinya. Dalam terapi ini, penting bagi Ibu dan Ayah untuk mengajarkan si Kecil bagaimana mengucapkan kata dengan benar. Selain itu, ada beberapa hal yang bisa Ibu dan Ayah lakukan untuk membantu si Kecil mengatasi cadel, yaitu:

  • Memastikan si Kecil tidak memiliki masalah pada sinusnya. Sebab pernapasan lewat hidung yang terganggu, dapat menjadi salah satu pemicu si Kecil berbicara cadel.
  • Cegah si Kecil menghisap jempol. Tak hanya bisa berdampak negatif bagi kesehatannya, kebiasaan menghisap jempol juga bisa menyebabkan cadel lho, Bu.
  • Melatih kekuatan otot lidah si Kecil. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk melatih otot lidah si Kecil, salah satunya mengarahkan si Kecil untuk minum menggunakan sedotan. Cara ini memungkinkannya untuk melakukan gerakan menghisap menggunakan mulut dan lidahnya.

Nah, sekarang Ibu sudah lebih mengerti kan tentang penyebab dan cara mengatasi cadel pada si Kecil. Semoga informasi di atas bisa berguna ya, Bu!